Beranda Palembang Terungkap, Teknologi AI Dinilai Belum Sepenuhnya Dipahami Generasi Muda

Terungkap, Teknologi AI Dinilai Belum Sepenuhnya Dipahami Generasi Muda

14
0
Suasana grand final Lomba Video AI 2026 di Atrium Baru Palembang Square Mall.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Lomba Video AI 2026 di Palembang berlangsung meriah dengan dukungan pejabat daerah hingga aparat kepolisian.

Namun di balik antusiasme teknologi kecerdasan buatan itu, muncul pertanyaan soal sejauh mana AI benar-benar memberi dampak nyata, bukan sekadar visual menarik.

Lalu, apakah generasi muda sudah siap memanfaatkan AI secara bijak dan produktif?

Puncak acara Lomba Video AI 2026 resmi digelar di Atrium Baru Palembang Square Mall, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Universitas Sjakhyakirti sebagai upaya mendorong kreativitas mahasiswa di bidang teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Tema yang diangkat dalam kompetisi kali ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), isu yang dinilai dekat dengan kondisi lingkungan di Sumatera Selatan.

Para peserta diminta membuat video berbasis AI yang bukan hanya kreatif, tetapi juga edukatif dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya karhutla serta ketahanan pangan.

Grand final tersebut menghadirkan berbagai karya digital yang memadukan teknologi visual AI dengan pesan sosial dan lingkungan.

Acara ini turut dihadiri Gubernur Sumsel, Herman Deru, serta Direktur Intelkam Polda Sumsel, Tony Budhi Susetyo.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi lomba video AI yang dinilai mampu mendorong kreativitas generasi muda.

Ia berharap teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk hal positif, termasuk edukasi ketahanan pangan dan hilirisasi hasil pertanian.

“AI harus punya manfaat nyata, bukan hanya visualisasi monoton,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa AI rentan disalahgunakan, termasuk untuk penipuan digital, sehingga generasi muda perlu memiliki literasi digital yang baik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyebut ketahanan pangan menjadi program penting pemerintah pusat yang perlu dikenalkan kepada masyarakat melalui teknologi kreatif.

Baca juga  Sambut Ramadan 1447 H, PT Tirta Sriwijaya Maju Berbagi Bersama 175 Anak Panti di Palembang

Meski lomba AI digelar megah dan mendapat dukungan penuh, fakta di lapangan menunjukkan pemanfaatan teknologi AI di kalangan generasi muda masih belum merata.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian mahasiswa mengaku masih menggunakan AI sebatas untuk membuat efek visual dan editing cepat, bukan untuk pengembangan solusi nyata.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pelaku pendidikan yang menilai literasi AI masih didominasi tren konten hiburan dibanding pemanfaatan produktif.

“Banyak yang tertarik karena viralnya, tapi belum semua memahami dampak dan etikanya,” ujar salah satu pengunjung acara.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah perkembangan AI saat ini benar-benar diarahkan untuk solusi sosial, atau justru lebih banyak menjadi ajang tren digital semata?

Sejumlah peserta mengaku tertarik mengikuti lomba karena AI dianggap menjadi teknologi masa depan.

Namun ada juga peserta yang mengaku masih belajar memahami penggunaan AI secara mendalam.

“Kami banyak belajar editing AI dari internet dan media sosial,” kata salah seorang finalis.

Beberapa pengunjung juga berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada lomba tahunan, tetapi disertai pelatihan yang lebih aplikatif.

Menurut mereka, teknologi AI memiliki potensi besar jika diarahkan untuk pendidikan, pertanian, hingga mitigasi bencana

Fenomena AI kini berkembang sangat cepat, termasuk di dunia pendidikan dan industri kreatif.

Namun perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan baru, mulai dari penyalahgunaan teknologi hingga rendahnya literasi digital.

Karena itu, lomba video AI dinilai menjadi langkah awal positif untuk mengenalkan teknologi kepada generasi muda.

Namun hingga kini, belum semua pemanfaatan AI benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Di sisi lain, maraknya penggunaan AI untuk konten instan diduga membuat sebagian generasi muda lebih fokus pada viralitas dibanding kualitas solusi.

Baca juga  Pemkab OKU Selatan Mulai Gelar Assessment Seleksi Terbuka JPT Pratama 2025, Dorong Aparatur Berintegritas dan Profesional

Lomba Video AI 2026 di Palembang menjadi bukti bahwa teknologi kecerdasan buatan semakin dekat dengan dunia anak muda.

Namun di balik kreativitas digital yang ditampilkan, muncul tantangan besar soal pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan berdampak nyata.

Hingga kini, perkembangan AI masih terus menjadi perhatian di tengah masyarakat.

Apakah teknologi ini akan benar-benar membantu menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan, atau hanya menjadi tren digital sesaat? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here