Beranda Palembang Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Ali Umar Thoyib Namun Muncul Pertanyaan soal...

Ribuan Jamaah Hadiri Haul KH Ali Umar Thoyib Namun Muncul Pertanyaan soal Keteladanan Generasi

3
0
Wakil Gubernur Sumsel menghadiri Haul Akbar KH Ali Umar Thoyib di Kompleks Griya Asri Sungai Buah Palembang.(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Ribuan jamaah memadati Kompleks Griya Asri Sungai Buah Palembang dalam Haul Akbar KH Ali Umar Thoyib.
Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius.

Namun di tengah ramainya kegiatan keagamaan itu, muncul pertanyaan yang mulai banyak dibicarakan masyarakat: apakah nilai keteladanan ulama masih benar-benar mampu bertahan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat?

Haul Akbar yang digelar Minggu (17/5/2026) itu dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang bersama para ulama, tokoh masyarakat, ustaz, hingga murid almarhum dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menilai sosok Ali Umar Thoyib sebagai ulama karismatik yang memiliki kontribusi besar dalam dakwah Islam, pendidikan pesantren, serta pembinaan moral masyarakat.

“Warisan terbesar para ulama bukanlah harta benda, melainkan ilmu yang bermanfaat dan generasi penerus yang terus melanjutkan perjuangan dakwahnya,” ujar Cik Ujang di hadapan jamaah.

Pemerintah Provinsi Sumsel juga menegaskan komitmennya mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam sebagai bagian dari pembangunan moral masyarakat.

Selain tausiyah dan doa bersama, kegiatan haul juga diisi donor darah serta khitanan massal yang mendapat sambutan antusias warga.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan haul kini tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga refleksi atas kondisi sosial masyarakat yang dinilai terus berubah.

Sejumlah jamaah mengaku khawatir nilai keteladanan ulama perlahan mulai tergerus oleh pengaruh media sosial, gaya hidup instan, hingga menurunnya minat generasi muda terhadap pendidikan keagamaan.

“Sekarang tantangannya beda. Anak-anak lebih banyak sibuk dengan gadget dibanding ikut pengajian,” ujar salah seorang jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan para murid dan pengikut almarhum yang menilai haul seperti ini justru menjadi momentum penting menjaga silaturahmi dan memperkuat nilai agama di tengah perubahan zaman.

Baca juga  Perda “Sapu Jagat” Siap Berlaku di 2026, Palembang Susun Aturan Ketertiban Umum Terpadu

Anak almarhum, Abu Hasan Sazili, mengungkapkan rasa syukur karena murid KH Ali Umar Thoyib datang dari berbagai daerah, baik dari Sumsel maupun luar daerah.

“Mereka hadir ini merupakan murid dari KH Ali Umar Thoyib dari seluruh penjuru,” ujarnya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kegiatan haul dan penguatan nilai religius cukup kuat membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi?

Pengamat sosial keagamaan menilai peran ulama masih sangat penting sebagai penyeimbang kondisi masyarakat yang kini menghadapi tantangan moral, sosial, dan budaya yang semakin kompleks.

Namun menurutnya, pendekatan dakwah juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan bagi generasi muda.

Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan keagamaan yang dikombinasikan dengan aksi sosial seperti donor darah dan khitanan massal dinilai lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Kegiatan semacam itu dianggap mampu menjaga hubungan emosional antara ulama, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Hingga kini, belum semua kalangan muda terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan berbasis komunitas seperti haul dan majelis taklim.

Apakah tradisi haul ulama akan terus menjadi benteng moral masyarakat Sumsel, atau justru perlahan kehilangan pengaruh di tengah perubahan sosial yang terus bergerak cepat? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here