
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Ribuan warga memadati halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan saat kegiatan jalan santai, senam bersama, dan lomba hiburan digelar dalam rangka HUT ke-80 Provinsi Sumsel, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan itu dihadiri langsung Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, bersama unsur Forkopimda, ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi ketika peserta mulai memenuhi kawasan Jalan Kapten A Rivai hingga rute yang melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Palembang.
Namun fakta di lapangan menunjukkan perayaan ulang tahun daerah tak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata oleh masyarakat.
Banyak warga berharap momentum HUT Sumsel juga diikuti dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.
Jalan Santai dan Pesan Hidup Sehat
Dalam kegiatan tersebut, Cik Ujang secara langsung melepas peserta jalan santai yang melintasi Jalan Pom IX, Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Angkatan 45, hingga kembali finis di halaman Kantor Gubernur Sumsel.
Tak hanya hadir secara simbolis, ia juga ikut mengikuti senam sehat bersama masyarakat.
Menurut Cik Ujang, HUT Sumsel ke-80 harus menjadi momentum mengenang perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus memperkuat budaya hidup sehat dan kebersamaan masyarakat.
“Momentum hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni belaka, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang mengaku masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur lingkungan hingga lapangan kerja.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana semangat kebersamaan dalam perayaan HUT benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari?
Euforia Perayaan dan Harapan Warga
Sejumlah peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena jarang ada agenda yang melibatkan masyarakat secara terbuka dalam jumlah besar.
Selain menjadi hiburan, kegiatan itu juga dianggap memberi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan sebagian warga masih berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni tahunan.
“Bagus acaranya ramai dan sehat, tapi masyarakat juga berharap pembangunan di daerah lebih terasa,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Pernyataan itu mencerminkan adanya harapan publik agar semangat HUT Sumsel juga dibarengi dengan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat.
Pemerintah Klaim Kebersamaan Jadi Kunci Pembangunan
Kepala Dinas PUBMTR Sumsel, Affandi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam memeriahkan HUT ke-80 Sumsel.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga menilai kemajuan daerah selama delapan dekade merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan pembangunan di Sumsel masih cukup beragam, terutama terkait pemerataan kesejahteraan antarwilayah.
Karena itu, sejumlah pengamat menilai momentum HUT daerah seharusnya juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan yang sudah berjalan.
Momentum HUT dan Tantangan Nyata Sumsel
Perayaan HUT ke-80 Sumsel memang berlangsung semarak.
Namun di balik kemeriahan itu, publik juga menaruh perhatian pada berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah.
Mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga kualitas layanan publik masih menjadi sorotan di sejumlah wilayah.
Hingga kini, belum semua masyarakat mengaku merasakan dampak pembangunan secara merata.
Apakah semangat kebersamaan yang digaungkan dalam HUT Sumsel kali ini akan benar-benar berlanjut menjadi gerakan nyata pembangunan daerah? Publik masih menunggu jawabannya. (Poerba)

















