
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Atmosfer pembinaan sepak bola usia muda di Kota Palembang mulai kembali terasa. Stadion Kamboja yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon sepak bola Sumatera Selatan kini mulai dibenahi menjelang bergulirnya Piala Gubernur Sumsel U-15 Zona Sumsel 2026.
Namun, di tengah semangat pembinaan tersebut, sejumlah pecinta sepak bola muda menilai pembenahan stadion saja belum cukup untuk menjawab berbagai persoalan pembinaan usia dini yang selama ini masih menjadi sorotan.
Pantauan cimutnews.co.id di Stadion Kamboja Palembang, sejumlah pengurus ASKOT PSSI Palembang tampak turun langsung melakukan pengecekan kondisi fasilitas stadion. Mulai dari area lapangan, tribun, hingga beberapa titik penunjang pertandingan mulai diperhatikan.
Ketua ASKOT PSSI Palembang, Muhammad David SH, terlihat memantau langsung kesiapan venue yang nantinya digunakan dalam turnamen usia muda tingkat regional tersebut.
Turnamen Piala Gubernur Sumsel U-15 sendiri disebut menjadi salah satu agenda penting pembinaan pemain muda di Sumatera Selatan. Sejumlah klub anggota ASKOT PSSI Palembang serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terafiliasi dengan PSSI Sumsel dipastikan ambil bagian.
Muhammad David mengatakan, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang pertandingan biasa. Menurutnya, turnamen diharapkan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit potensial sepak bola asal Palembang.
“Turnamen ini menjadi wadah pembinaan bagi pemain usia muda. Kami berharap akan muncul talenta-talenta terbaik dari Palembang yang nantinya mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Sebagai Wakil Presiden Sriwijaya FC, David juga optimistis wakil Palembang mampu bersaing di Zona Sumsel hingga berpeluang melaju ke tingkat nasional.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, pembinaan sepak bola usia muda di Palembang masih menghadapi sejumlah tantangan yang selama ini kerap dikeluhkan pelaku SSB maupun orang tua pemain.
Beberapa di antaranya mulai dari keterbatasan fasilitas latihan, minimnya kompetisi rutin, hingga kondisi lapangan yang dinilai belum sepenuhnya ideal untuk pembinaan jangka panjang.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pemain muda yang tetap antusias mengikuti latihan meski fasilitas latihan dinilai masih terbatas. Aktivitas latihan PS Palembang dan sejumlah SSB terlihat tetap berjalan di tengah proses persiapan turnamen.
Sejumlah warga dan pecinta sepak bola yang ditemui di sekitar Stadion Kamboja mengaku berharap momentum turnamen ini tidak hanya bersifat seremonial tahunan semata.
“Kalau cuma turnamen sesaat, takutnya setelah selesai pembinaan kembali redup. Anak-anak sebenarnya banyak yang punya bakat,” ujar salah satu warga yang berada di kawasan stadion.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah geliat pembinaan sepak bola usia muda di Palembang benar-benar akan berjalan berkelanjutan, atau hanya meningkat menjelang kompetisi besar saja.
Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme pemain muda memang mulai terlihat kembali. Namun sejumlah pihak menilai pembinaan usia dini membutuhkan dukungan lebih luas, termasuk pembenahan fasilitas, kompetisi rutin, hingga perhatian serius terhadap regenerasi pemain lokal.
Hingga kini, belum semua persoalan pembinaan sepak bola usia muda di Palembang terjawab sepenuhnya. Meski Stadion Kamboja mulai dipercantik dan turnamen segera digelar, publik masih menanti sejauh mana dampaknya terhadap masa depan sepak bola Sumatera Selatan.
Apakah ajang ini benar-benar mampu melahirkan talenta baru, atau justru kembali menjadi agenda yang hanya ramai sesaat, masih menjadi perhatian banyak pihak. (Poerba)

















