Beranda Utama Terungkap, Janji Kerja Program MBG Berujung Dugaan Uang Pelicin

Terungkap, Janji Kerja Program MBG Berujung Dugaan Uang Pelicin

2
0
Program MBG yang ramai dibicarakan publik diduga menjadi celah yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menarik keuntungan pribadi. (Foto:Timred/CN)

GARUT, cimutnews.co.id — Puluhan warga Kabupaten Garut mendatangi rumah seorang perempuan berinisial S di kawasan Perumahan Mandala Cibiuk, Sabtu (16/5/2026) malam.

Aksi tersebut sempat viral di media sosial setelah sejumlah video memperlihatkan warga berkerumun dan memprotes dugaan penipuan rekrutmen tenaga kerja untuk catering dan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah warga mengaku telah menyetorkan uang dengan harapan bisa diterima bekerja.

Namun fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan yang dijanjikan disebut tidak pernah terealisasi.

Dugaan Uang Pelicin Jadi Pemicu Keributan

Informasi yang dihimpun menyebut para korban diminta menyerahkan sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau uang pelicin agar lolos seleksi kerja.

Nominal yang diminta disebut bervariasi.

Harapan warga untuk mendapatkan pekerjaan membuat banyak di antaranya bersedia menyerahkan uang tersebut.

Namun setelah menunggu cukup lama, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung ada.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan warga yang mulai curiga karena tidak ada kejelasan terkait jadwal kerja maupun penempatan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah sejak awal rekrutmen tersebut memang memiliki dasar resmi atau hanya memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap program MBG?

Polisi Turun Tangan Hindari Situasi Memanas

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, Joko Prihatin, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, polisi langsung mengamankan perempuan berinisial S untuk mencegah situasi semakin memanas.

“Betul, kejadian Sabtu malam. Kediaman yang bersangkutan didatangi puluhan korban yang merasa tertipu rekrutmen pekerjaan,” ujar Joko Prihatin, Senin (18/5/2026).

Polisi menyebut kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman.

Belum ada penjelasan rinci terkait jumlah pasti korban maupun total kerugian yang dialami warga.

Harapan Kerja dan Kondisi Ekonomi Jadi Celah

Kasus ini kembali memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap peluang kerja baru.

Baca juga  Kaffah menerima kunjungan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiyana di Balai Agung Serasan Sekundang Muara Enim

Program MBG yang ramai dibicarakan publik diduga menjadi celah yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk menarik keuntungan pribadi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan banyak warga masih kesulitan membedakan rekrutmen resmi dan tidak resmi, terutama ketika informasi pekerjaan menyebar dari mulut ke mulut.

Sejumlah warga mengaku tergiur karena pekerjaan yang ditawarkan disebut berkaitan langsung dengan program pemerintah.

“Katanya untuk dapur MBG, jadi banyak yang percaya,” ujar salah satu warga di lokasi.

Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat yang masih mencari peluang kerja cepat diduga ikut membuat praktik seperti ini mudah berkembang.

Rekrutmen Tidak Resmi Mulai Jadi Sorotan

Pengamat sosial menilai kasus semacam ini bukan pertama kali terjadi ketika ada program pemerintah berskala besar yang melibatkan tenaga kerja.

Kurangnya literasi masyarakat terkait mekanisme rekrutmen resmi sering dimanfaatkan pihak tertentu.

Selain itu, penyebaran informasi melalui media sosial dan grup percakapan dinilai membuat proses perekrutan informal lebih cepat dipercaya warga.

Namun fakta di lapangan menunjukkan belum semua masyarakat memahami pentingnya verifikasi informasi sebelum menyerahkan uang kepada pihak tertentu.

Hal ini memunculkan kekhawatiran, apakah kasus serupa bisa kembali terjadi di daerah lain?

Viral di Media Sosial, Publik Tunggu Kejelasan

Video penggerudukan rumah terduga pelaku kini terus beredar luas di media sosial.

Banyak warga mempertanyakan bagaimana praktik dugaan pungutan tersebut bisa berjalan tanpa kejelasan mekanisme resmi.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung di Polres Garut.

Publik pun menunggu kepastian, apakah kasus ini murni penipuan individu atau ada pihak lain yang ikut terlibat dalam proses perekrutan tersebut. (timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here