Beranda Utama Gaji ke-13 ASN OKI Cair, Daya Beli Warga Diharapkan Ikut Bergerak

Gaji ke-13 ASN OKI Cair, Daya Beli Warga Diharapkan Ikut Bergerak

6
0
Aktivitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI usai pencairan gaji ke-13. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), Rabu (3/6/2026).

Pencairan ini dilakukan setelah gaji reguler ASN bulan Juni lebih dahulu masuk ke rekening pegawai pada Senin (1/6/2026).

Di tengah kebutuhan pendidikan yang meningkat menjelang tahun ajaran baru, langkah percepatan pembayaran tersebut dinilai menjadi angin segar bagi ribuan keluarga ASN di Kabupaten OKI.

Namun di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil juga membuat perhatian publik tertuju pada sejauh mana dampak pencairan itu benar-benar dirasakan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten OKI menyiapkan anggaran sebesar Rp45,54 miliar untuk pembayaran gaji ke-13 tahun ini.

Dana tersebut diperuntukkan bagi 9.621 ASN, termasuk 4.134 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, Farlidena Burniat, mengatakan percepatan pembayaran didukung penerapan Sistem Perintah Pencairan Dana (SPPD) secara daring.

Dengan sistem tersebut, pembayaran dapat langsung masuk secara serentak ke rekening masing-masing pegawai.

“Pembayaran dilakukan melalui sistem daring sehingga proses pencairan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dari total anggaran yang disiapkan, sekitar Rp16,74 miliar dialokasikan khusus untuk pembayaran gaji ke-13 PPPK.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyebut pencairan gaji ke-13 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak ASN sekaligus membantu kebutuhan keluarga.

Menurutnya, momentum tahun ajaran baru menjadi alasan penting percepatan pencairan dilakukan.

“Gaji bulan Juni telah dibayarkan pada 1 Juni, sedangkan gaji ke-13 mulai dicairkan hari ini. Kami berharap pembayaran ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para ASN, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga lainnya,” kata Muchendi.

Baca juga  Jelang Pilkada, Diskominfo-Polres OKI Perkuat Sinergi Strategi Kehumasan

Namun fakta di lapangan menunjukkan, kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan saat ini mengalami peningkatan di berbagai sektor.

Mulai dari perlengkapan sekolah, biaya transportasi, hingga kebutuhan harian disebut ikut mengalami kenaikan menjelang masuk sekolah.

Sejumlah warga mengaku tambahan penghasilan seperti gaji ke-13 memang sangat membantu, terutama bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat non-ASN yang belum memperoleh tambahan penghasilan serupa di tengah tekanan kebutuhan ekonomi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa besar efek domino pencairan gaji ASN terhadap pemulihan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Pemerintah daerah sendiri optimistis pencairan gaji ke-13 akan berdampak pada perputaran uang di daerah.

Peningkatan daya beli ASN diyakini mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal, termasuk sektor perdagangan dan usaha kecil.

“Dengan peredaran uang yang meningkat di masyarakat, kami berharap aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di daerah,” ujar Muchendi.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pelaku usaha kecil biasanya mulai merasakan peningkatan transaksi saat pencairan gaji ASN berlangsung, terutama di sektor perlengkapan sekolah dan kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai proyeksi dampak ekonomi yang dihasilkan dari pencairan tersebut terhadap sektor usaha lokal secara menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten OKI memastikan seluruh proses pembayaran dilakukan sesuai ketentuan agar hak ASN diterima tepat waktu dan tepat sasaran.

Hingga kini, pencairan gaji ke-13 masih menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap kondisi ekonomi daerah dalam beberapa pekan ke depan.

Apakah peredaran uang yang meningkat benar-benar mampu menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan, atau hanya memberi efek sementara, masih menjadi pertanyaan yang terus dinantikan jawabannya. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here