Beranda Musi Rawas Utara PKK Sumsel Dorong UMKM Muratara, Tapi Produk Lokal Masih Hadapi Tantangan

PKK Sumsel Dorong UMKM Muratara, Tapi Produk Lokal Masih Hadapi Tantangan

5
0
Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru saat meninjau sentra batik di Desa Biaro Lamo, Muratara. (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

MURATARA, cimutnews.co.id — Upaya mendorong kebangkitan ekonomi keluarga terus digaungkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui gerakan PKK dan Dekranasda. Namun di tengah semangat pembinaan yang terus dilakukan, pertanyaan besar masih muncul: apakah produk lokal benar-benar sudah mampu menembus pasar yang lebih luas?

Pertanyaan itu mencuat saat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumsel, Hj. Feby Deru, melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Dalam kunjungan itu, Feby menegaskan bahwa pembinaan tidak sekadar seremonial tahunan. Ia mengaku ingin melihat langsung sejauh mana program-program PKK benar-benar berjalan dan memberi dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil evaluasi nantinya akan dilaporkan kepada Pembina PKK Provinsi Sumsel, Herman Deru, agar dukungan terhadap program daerah bisa diperkuat.

“Program yang sudah berjalan akan terus dimonitor supaya dukungannya lebih maksimal,” ujar Feby dalam keterangannya.

Namun perhatian utama dalam kunjungan kali ini bukan hanya soal administrasi PKK. Sebagai Ketua Dekranasda Sumsel, Feby juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM lokal agar tidak hanya bertahan di tingkat daerah, tetapi mampu menjadi identitas ekonomi baru Muratara.

Ia menyebut produk khas daerah seharusnya bisa menjadi oleh-oleh unggulan yang dikenal luas oleh para pendatang maupun wisatawan.

UMKM Dibina, Tapi Persaingan Pasar Makin Ketat

Harapan itu memang terdengar optimistis. Namun fakta di lapangan menunjukkan pelaku UMKM di sejumlah daerah masih menghadapi tantangan klasik, mulai dari pemasaran, kualitas kemasan, hingga akses distribusi yang belum merata.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pengrajin lokal yang mengaku produk mereka masih kesulitan bersaing dengan barang pabrikan maupun produk luar daerah yang lebih agresif masuk ke pasar digital.

Baca juga  Pelatihan UMKM Keripik Mumbai di Musi Rawas Utara: Dari Produksi Mandiri hingga Strategi Pengemasan

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah pembinaan yang dilakukan selama ini sudah cukup menyentuh kebutuhan utama pelaku usaha kecil?

Dalam kunjungan tersebut, Feby bersama jajaran PKK Muratara meninjau langsung Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Dilan) serta Rumah Batik di Desa Biaro Lamo, yang menjadi salah satu sentra kerajinan binaan Dekranasda Muratara.

Di lokasi itu, ia melihat proses pembuatan batik khas Muratara yang dinilai memiliki potensi besar menjadi produk unggulan Sumsel.

Namun hingga kini, belum semua produk kerajinan lokal memiliki daya saing kuat untuk masuk pasar yang lebih luas. Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian pelaku usaha masih bergantung pada pameran daerah dan pesanan musiman.

Silaturahmi dan Evaluasi, Tapi Publik Menunggu Dampak Nyata

Ketua TP PKK Muratara, Hj. Nafisah Wahyudi, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memotivasi kader PKK agar lebih inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Muratara Junius Wahyudi.

Meski demikian, tantangan pengembangan ekonomi berbasis keluarga di daerah tetap tidak sederhana. Penguatan SDM, akses pasar digital, hingga keberlanjutan pendampingan menjadi pekerjaan rumah yang selama ini kerap dikeluhkan pelaku UMKM di berbagai wilayah Sumsel.

Jika tidak dibenahi secara serius, bukan tidak mungkin banyak produk lokal hanya ramai saat kunjungan pejabat berlangsung, namun kembali kesulitan berkembang setelahnya.

Hingga kini, penguatan UMKM dan ekonomi keluarga masih menjadi tantangan besar di tengah ambisi daerah menciptakan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lebih luas. Apakah pembinaan yang terus dilakukan benar-benar mampu mengubah kondisi di lapangan, atau hanya berhenti sebagai agenda tahunan semata?

Informasi dihimpun dari keterangan resmi TP PKK Sumsel dan hasil penelusuran lapangan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here