Beranda Palembang Terungkap di Pelantikan IMM Palembang, Kolaborasi Digagas, Dampaknya Masih Menjadi Pertanyaan

Terungkap di Pelantikan IMM Palembang, Kolaborasi Digagas, Dampaknya Masih Menjadi Pertanyaan

10
0
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palembang di Rumah Dinas Wali Kota. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Pelantikan jajaran baru Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palembang menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Namun, di tengah berbagai harapan yang disampaikan, muncul pertanyaan yang tak kalah penting: sejauh mana organisasi kemahasiswaan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar aktif dalam kegiatan seremonial?

Momentum tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Kamis (2/7/2026), saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa menghadiri sekaligus memberikan arahan kepada pengurus IMM yang baru dilantik.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari rendahnya literasi, penyalahgunaan teknologi digital, hingga persoalan sosial di lingkungan perkotaan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa dinilai menjadi kebutuhan. Namun, keberhasilan kerja sama tersebut tetap bergantung pada implementasi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IMM Kota Palembang yang resmi mengemban amanah baru.

Menurutnya, pelantikan bukan hanya pergantian kepengurusan, tetapi menjadi awal lahirnya kepemimpinan muda yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian pengurus, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam melahirkan kepemimpinan muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Ratu Dewa.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan gagasan, kritik yang membangun, sekaligus solusi terhadap persoalan masyarakat.

“Pemerintah berharap IMM terus berkontribusi melalui program yang menyentuh masyarakat, seperti penguatan literasi, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Jadilah mahasiswa yang produktif, inovatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital,” tambahnya.

Baca juga  DPW PKB Sumsel Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Kang Cucun Tekankan Politik Kehadiran dan Transformasi Naik Kelas

tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Berbagai persoalan seperti rendahnya budaya membaca, meningkatnya ketergantungan terhadap media sosial, penyebaran informasi yang belum tentu benar, hingga minimnya ruang diskusi produktif masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi organisasi kemahasiswaan untuk membuktikan eksistensinya melalui program yang benar-benar memberi manfaat.

Di sisi lain, sejumlah kalangan pendidikan menilai bahwa organisasi mahasiswa memiliki peluang besar menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga penguatan karakter generasi muda. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, bukan sekadar agenda pelantikan atau kegiatan simbolis.

Ketua Umum PC IMM Kota Palembang, Satria Wirayuda, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yang akan dijalankan bersama Pemerintah Kota Palembang.

Dalam waktu dekat, IMM akan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk melaksanakan kegiatan donor darah dan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan Dinas Perpustakaan Kota Palembang untuk menghadirkan layanan perpustakaan keliling sebagai upaya meningkatkan budaya literasi.

“Kami siap berkolaborasi sebagaimana arahan Bapak Wali Kota. Program donor darah, pemeriksaan tensi gratis, hingga perpustakaan keliling menjadi langkah awal yang segera kami laksanakan,” ujar Satria.

Ia juga menegaskan bahwa IMM ingin memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan religius dan intelektual.

Salah satu agenda yang tengah disiapkan ialah ruang diskusi bagi mahasiswa dan pelajar untuk membahas berbagai persoalan sosial serta pencegahan pengaruh negatif yang dinilai semakin mudah menjangkau kalangan remaja melalui perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, organisasi mahasiswa harus mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat.

Baca juga  Kolaborasi Pemkot Palembang dan Forum Cermin Kota Dorong Solusi Sampah dan Layanan Publik

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian masyarakat yang berharap kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama atau kegiatan seremonial. Warga menginginkan program yang benar-benar hadir hingga tingkat lingkungan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta pembinaan generasi muda.

Pengamat sosial juga menilai sinergi semacam ini akan memiliki dampak apabila terdapat evaluasi berkala terhadap program yang dijalankan, sehingga manfaatnya dapat diukur secara nyata oleh masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah berbagai program kolaborasi yang mulai disiapkan tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat luas, atau justru akan menghadapi tantangan implementasi sebagaimana sejumlah program kepemudaan yang pernah digagas sebelumnya.

Hingga kini, masyarakat masih menantikan pembuktian bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa benar-benar mampu menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan, terutama dalam membangun kualitas generasi muda Kota Palembang di tengah tantangan sosial yang terus berkembang (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here