
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Momentum hari jadi ke-4 PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda) diperingati dengan aksi sosial berupa pembagian tanaman penghijauan dan paket sembako kepada masyarakat di kawasan Talang Kelapa, Palembang, Rabu (1/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membantu warga yang membutuhkan. Namun di balik kegiatan seremonial itu, muncul pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana program sosial seperti ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan?
Hingga kini, isu penghijauan kawasan perkotaan, ketahanan lingkungan, serta tekanan ekonomi masyarakat masih menjadi tantangan yang dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di kawasan penyangga Kota Palembang.
Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, serta manajemen PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda). Bantuan diserahkan secara simbolis kepada masyarakat melalui Pemerintah Kelurahan Talang Kelapa yang diwakili Sekretaris Lurah, Wim Syariffudin.
Pihak kelurahan menyampaikan apresiasi atas kepedulian perusahaan yang dinilai konsisten menjalankan program sosial kepada masyarakat.
Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju (Perseroda), Adib Ubaidillah, S.E., M.M., CRGP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Menurutnya, tema HUT ke-4 tahun ini, “Tumbuh Bersama Alam dan Masyarakat”, menjadi komitmen perusahaan untuk bertumbuh sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Pada Hari Jadi ke-4 PT Tirta Sriwijaya Maju, kami melaksanakan penyaluran tanaman penghijauan dan paket sembako kepada pelanggan yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bantuan sosial maupun upaya penghijauan masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan berbagai pihak untuk menjangkaunya. Sejumlah kawasan permukiman masih menghadapi tantangan keterbatasan ruang hijau, sementara tekanan ekonomi membuat sebagian warga tetap membutuhkan dukungan sosial.
Di sisi lain, penanaman pohon tidak hanya dipandang sebagai kegiatan simbolis, tetapi juga membutuhkan perawatan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, bibit tanaman berpotensi tidak tumbuh optimal.
Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku menyambut baik bantuan yang diberikan. Menurut mereka, paket sembako dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara tanaman penghijauan diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan apabila dirawat bersama.
Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai jumlah keseluruhan penerima manfaat maupun mekanisme tindak lanjut untuk memastikan tanaman yang dibagikan dapat tumbuh dan terpelihara.
Pengamat pembangunan daerah menilai program TJSL memiliki nilai strategis apabila dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga diikuti edukasi, pendampingan, hingga evaluasi manfaat program.
Langkah perusahaan melibatkan pemerintah kelurahan dalam proses penyaluran juga dinilai dapat meningkatkan ketepatan sasaran bantuan. Namun efektivitas jangka panjang tetap bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, termasuk partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Peringatan hari jadi perusahaan melalui aksi sosial menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah. Meski demikian, tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan yang memerlukan komitmen berkelanjutan.
Hingga kini, berbagai program kepedulian sosial terus diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Apakah semangat “Tumbuh Bersama Alam dan Masyarakat” akan mampu menghadirkan dampak nyata yang dirasakan secara luas dalam jangka panjang, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu terus diselesaikan, menjadi pertanyaan yang akan dijawab oleh implementasi program di masa mendatang (Poerba)

















