Beranda Penukal Abab Lematang Ilir Firdaus Hasbullah Dilantik Pimpin KORMI PALI, Semangat Besar Menggema, Namun Tantangan di...

Firdaus Hasbullah Dilantik Pimpin KORMI PALI, Semangat Besar Menggema, Namun Tantangan di Lapangan Masih Menjadi Pertanyaan

9
0
Prosesi pelantikan Ketua Umum dan jajaran Pengurus KORMI Kabupaten PALI masa bakti 2026–2030 di Hotel Srikandi, Komperta Pendopo, Minggu (5/7/2026).(Foto:Edi/cimutnews.co.id)

PALI, cimutnews.co.id — Pelantikan kepengurusan baru Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membawa harapan baru bagi pengembangan olahraga masyarakat di daerah. Namun, di balik optimisme tersebut, masih muncul pertanyaan mengenai sejauh mana program yang dicanangkan benar-benar dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.

Komitmen membangun masyarakat yang sehat, bugar, bahagia, dan produktif kembali digaungkan. Tetapi, bagi sebagian masyarakat, akses terhadap kegiatan olahraga masyarakat yang terorganisasi dinilai masih belum merata.

Lalu, apakah kepengurusan baru mampu menjawab tantangan tersebut dalam empat tahun ke depan?

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Ketua Umum KORMI Kabupaten PALI masa bakti 2026–2030 dalam acara yang berlangsung di Hotel Srikandi, Komperta Pendopo, Minggu (5/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi awal kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi olahraga masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya melalui prestasi, tetapi juga pembiasaan hidup aktif dan sehat.

Dalam sambutannya, Firdaus Hasbullah menegaskan bahwa KORMI memiliki peran strategis dalam membangun kualitas hidup masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Olahraga masyarakat harus menjadi gaya hidup. Jika masyarakat bugar dan bahagia, maka prestasi akan lahir dengan sendirinya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa olahraga masyarakat bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurut Firdaus, kepengurusan yang baru akan memprioritaskan sejumlah program, mulai dari memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten PALI, membina seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga), hingga memperluas olahraga tradisional dan olahraga rekreasi ke berbagai wilayah.

Pemerintah Kabupaten PALI turut menyampaikan dukungan terhadap kepengurusan baru tersebut. Pemerintah berharap KORMI dapat menjadi motor penggerak budaya hidup sehat sekaligus ikut melestarikan permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat.

Baca juga  Sidak Hauling Batubara PALI Disambut Warga, Harapan Baru Pengawasan Lingkungan Meningkat

tantangan membangun budaya olahraga masyarakat tidak hanya bergantung pada organisasi. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga bersama di beberapa wilayah masih terbatas, sementara kegiatan olahraga masyarakat umumnya lebih ramai pada momen tertentu dibanding berlangsung secara rutin.

Di sisi lain, sejumlah warga mengaku kegiatan olahraga bersama di lingkungan mereka belum berlangsung secara konsisten. Sebagian masyarakat berharap program KORMI nantinya tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Beberapa pegiat olahraga rekreasi juga menilai pembinaan komunitas menjadi faktor penting agar berbagai cabang olahraga masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain dukungan anggaran, mereka berharap tersedia pendampingan, kalender kegiatan yang rutin, hingga ruang publik yang memadai.

Pengembangan olahraga tradisional pun dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Meski demikian, hingga kini belum semua permainan tradisional memiliki wadah pembinaan yang aktif maupun agenda kompetisi yang berkesinambungan.

Dari sisi pembangunan daerah, keberhasilan KORMI nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan seremonial atau jumlah kepengurusan yang terbentuk. Indikator yang lebih penting adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berolahraga, bertambahnya komunitas olahraga aktif, serta tumbuhnya kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana strategi konkret kepengurusan baru dalam menjangkau seluruh kecamatan, membangun sinergi dengan komunitas lokal, serta memastikan program olahraga masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan?

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai tahapan pelaksanaan program prioritas beserta target capaian tahunan yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepengurusan KORMI PALI periode 2026–2030.

Baca juga  Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di PALI: Tulusnya Apresiasi, Harunya Penghargaan, dan Semangat Sinergi yang Tak Terlupakan

Pelantikan ini menjadi awal perjalanan baru bagi KORMI Kabupaten PALI. Harapan masyarakat cukup besar agar semangat yang disampaikan dalam pelantikan dapat diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Apakah budaya hidup sehat benar-benar akan tumbuh hingga pelosok desa dan melahirkan masyarakat yang lebih bugar serta produktif, atau masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus dijawab dalam beberapa tahun mendatang, menjadi tantangan yang akan diuji oleh waktu. (Edi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here