Beranda Banyuasin Terungkap! Persiapan Kunjungan Wamendes Dimatangkan, Namun Kondisi Lapangan Masih Jadi Perhatian

Terungkap! Persiapan Kunjungan Wamendes Dimatangkan, Namun Kondisi Lapangan Masih Jadi Perhatian

18
0
Rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Banyuasin membahas persiapan kunjungan Wakil Menteri Desa dan PDT ke Desa Sumber Mekar Mukti, Kecamatan Tanjung Lago. (Foto: Noto/CimutNews).

PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang rencana kunjungan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria ke Desa Sumber Mekar Mukti, Kecamatan Tanjung Lago.

Agenda tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Pemerintah daerah berharap momen ini menjadi etalase keberhasilan program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa yang selama ini digencarkan.

Namun, di balik berbagai persiapan yang dilakukan, muncul pertanyaan yang juga menjadi perhatian publik. Apakah seluruh program yang akan ditampilkan benar-benar telah siap dan mampu mencerminkan kondisi desa secara menyeluruh?

Rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Banyuasin, Senin (20/7), dipimpin Asisten I Setda Banyuasin Aminuddin. Pertemuan tersebut membahas hasil peninjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan sebagai tindak lanjut komunikasi antara Bupati Banyuasin dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bupati Banyuasin memaparkan berbagai program unggulan yang menjadi bagian dari visi Banyuasin Bangkit, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan, khususnya di sektor ketahanan pangan. Wamendes kemudian diundang untuk melihat langsung implementasi program tersebut di lapangan.

Plt Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Banyuasin, Meri Hasan, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dua alternatif lokasi panen jagung sebagai agenda utama kunjungan.

Lokasi pertama diperkirakan siap dipanen pada akhir Juli hingga awal Agustus, namun memiliki keterbatasan luas lahan.

Sementara lokasi kedua memiliki hamparan yang lebih luas, tetapi tanaman jagung masih berada pada fase pertumbuhan sehingga belum memungkinkan dilakukan panen.

Perbedaan kondisi dua lokasi tersebut menunjukkan bahwa jadwal kunjungan masih menyesuaikan perkembangan tanaman agar agenda panen dapat benar-benar terlaksana.

Selain panen jagung, rombongan Wamendes dijadwalkan meninjau sejumlah program desa lainnya, mulai dari keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), usaha peternakan kambing yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga potensi budidaya perikanan dan peternakan ayam milik swasta yang saat ini masih dalam tahap evaluasi kelayakan sebagai lokasi kunjungan.

Baca juga  Kejari Banyuasin Pulihkan Kerugian Negara Rp4,2 Miliar Sepanjang 2025, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Daerah yang Transparan

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyatakan kesiapan mendukung kegiatan tersebut.

Kepolisian menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas, sementara Kodim menyatakan kesiapan personel untuk membantu kelancaran pelaksanaan kunjungan sesuai tugas dan fungsinya.

Koordinator Kabupaten Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Banyuasin, Novandri Suhaimi, mengatakan tim pendamping telah melakukan kunjungan langsung ke desa guna memastikan berbagai kebutuhan teknis telah dipersiapkan.

Menurutnya, pemerintah desa diminta melengkapi profil BUMDes, perkembangan pendapatan usaha desa, hingga memastikan kesiapan lokasi yang akan dikunjungi.

“Menjelang hari H, kami terus melakukan pendampingan agar seluruh persiapan benar-benar matang,” ujarnya.

Camat Tanjung Lago, Joni Gunawan, menambahkan terdapat dua jalur alternatif menuju lokasi, yakni melalui akses jalan PT MAS maupun jalan yang menghubungkan kawasan SMA menuju Desa Sumber Mekar Mukti.

Pemilihan jalur nantinya akan disesuaikan dengan jenis kendaraan yang digunakan rombongan agar mobilitas selama kunjungan berlangsung lebih efektif.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, sebagian lokasi yang akan menjadi objek kunjungan masih membutuhkan penyesuaian, terutama terkait kesiapan tanaman jagung dan evaluasi beberapa titik usaha ekonomi desa yang direncanakan masuk dalam agenda.

Kondisi tersebut merupakan hal yang lazim dalam kegiatan pertanian karena dipengaruhi siklus tanam dan waktu panen. Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana seluruh program yang akan dipresentasikan benar-benar telah mencapai tahap optimal sebelum menjadi contoh bagi daerah lain.

Di sisi lain, kunjungan pejabat pemerintah pusat seperti Wamendes kerap menjadi momentum penting bagi desa untuk memperlihatkan berbagai capaian pembangunan.

Namun sejumlah pemerhati pembangunan desa menilai keberhasilan tidak hanya diukur dari kesiapan menyambut tamu, melainkan juga dari keberlanjutan program setelah kunjungan berakhir.

Baca juga  Pemkab Banyuasin Siapkan THR ASN 2026, Tinggal Tunggu Juknis Kemenkeu Sebelum Dicairkan

Berdasarkan temuan di lapangan dan hasil koordinasi yang dipaparkan dalam rapat, pemerintah daerah masih terus melakukan penyempurnaan berbagai aspek teknis agar agenda berjalan sesuai rencana.

Hingga kini, belum semua lokasi yang direncanakan dipastikan menjadi titik kunjungan. Beberapa di antaranya masih menunggu hasil evaluasi serta perkembangan kondisi di lapangan.

Kunjungan Wamendes nantinya diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memberikan gambaran utuh mengenai efektivitas program ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi desa, dan penguatan BUMDes di Banyuasin.

Apakah berbagai program tersebut benar-benar mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat secara berkelanjutan, atau masih menyisakan tantangan yang perlu dibenahi? Jawaban atas pertanyaan itu kemungkinan baru akan terlihat setelah kunjungan berlangsung dan program-program tersebut terus berjalan di tengah masyarakat. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here