Beranda Palembang Terungkap! Koperasi Sehat Bertambah, Tapi Transformasi Digital Masih Menjadi Tantangan

Terungkap! Koperasi Sehat Bertambah, Tapi Transformasi Digital Masih Menjadi Tantangan

11
0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyerahkan penghargaan kepada koperasi dengan predikat kesehatan terbaik pada peringatan Harkopnas ke-79 di Gedung Komperta, Plaju. (Foto: Poerba/cimutnews)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kota Palembang tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan kepada koperasi berprestasi. Momentum ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Palembang untuk menegaskan arah baru pembangunan koperasi yang lebih modern, sehat, dan berbasis teknologi.

Namun di balik optimisme tersebut, masih muncul pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Sejauh mana transformasi digital benar-benar telah dirasakan oleh seluruh koperasi, terutama yang berskala kecil dan berada di tingkat kelurahan maupun komunitas?

Hal ini menjadi perhatian karena digitalisasi bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, hingga kemampuan koperasi bersaing di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan bahwa koperasi tetap memiliki posisi strategis sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah apabila terus berbenah mengikuti perkembangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Harkopnas ke-79 sekaligus penyerahan penghargaan kepada koperasi dengan predikat kesehatan terbaik Tahun Buku 2025 di Gedung Komperta, Plaju, Selasa (21/7/2026).

Menurut Isnaini, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada insan koperasi yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Kota Palembang.

“Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang telah bekerja keras membangun ekonomi kerakyatan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kota Palembang,” ujarnya.

Koperasi Tak Lagi Bisa Bertahan dengan Cara Lama

Pemerintah Kota Palembang menilai pola pengelolaan koperasi konvensional tidak lagi cukup menghadapi dinamika ekonomi saat ini.

Karena itu, koperasi didorong memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas SDM, memperbesar akses permodalan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam operasional sehari-hari.

Baca juga  WNA Asal Pakistan Jadi Korban Dukun Palsu, Rugi Rp7 Juta dan Lapor ke Polrestabes Palembang

Menurut Isnaini, langkah tersebut penting agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi lembaga ekonomi yang kompetitif.

“Koperasi harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan tata kelola, memperkuat permodalan, serta mengembangkan usaha yang berdaya saing agar tetap relevan dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai dasar koperasi seperti gotong royong, kejujuran, akuntabilitas, dan kebersamaan sebagai fondasi membangun kepercayaan masyarakat.

Tiga Koperasi Raih Predikat Paling Sehat

Dalam rangka memperkuat kelembagaan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang melakukan Penilaian Kesehatan Koperasi Tahun Buku 2025.

Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari organisasi, manajemen, permodalan, efisiensi usaha, likuiditas, hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Dari hasil evaluasi tersebut, tiga koperasi memperoleh predikat kesehatan terbaik, yaitu:

  • Peringkat I: Koperasi Konsumen Karyawan Patra RU III.
  • Peringkat II: Koperasi Konsumen Maritim Wijaya Kusuma.
  • Peringkat III: Koperasi Konsumen Sekolah Islam Terpadu Al-Furqon.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.

Meski pemerintah terus mendorong digitalisasi koperasi, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa proses transformasi tersebut diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan.

Berdasarkan temuan di lapangan dan berbagai kondisi yang umum terjadi pada koperasi skala kecil, tidak semua koperasi memiliki kemampuan yang sama dalam mengadopsi teknologi digital. Sebagian masih menghadapi keterbatasan perangkat, kualitas SDM, hingga kemampuan pembiayaan untuk melakukan modernisasi sistem.

Hingga kini, belum semua koperasi memiliki layanan berbasis digital yang terintegrasi, baik untuk pencatatan keuangan, layanan simpan pinjam, maupun pemasaran produk anggota secara daring.

Kondisi tersebut membuat proses transformasi memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar tidak hanya dinikmati koperasi yang telah maju, tetapi juga menyentuh koperasi yang masih berkembang.

Baca juga  Targetnya Amin Menang ! (Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar) Workshop Konsolidasi Gerakan Rakyat Untuk Perubahan

Digitalisasi Dinilai Jadi Peluang Sekaligus Tantangan

Pemerintah Kota Palembang menempatkan digitalisasi sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, memperluas pasar produk anggota, sekaligus memperkuat daya saing koperasi.

Melalui Dinas Koperasi dan UKM, berbagai program pembinaan terus diarahkan agar koperasi mulai memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan, layanan digital, hingga pemasaran berbasis platform daring.

Di sisi lain, keberhasilan transformasi tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pendampingan, peningkatan literasi digital, serta kemampuan koperasi menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi.

Peran Koperasi Masih Sangat Dibutuhkan

Di tengah dinamika ekonomi saat ini, koperasi tetap dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat sektor UMKM, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

Karena itu, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah program digitalisasi yang tengah didorong pemerintah nantinya mampu menjangkau seluruh koperasi di Kota Palembang secara merata, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam pemerataan kualitas kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia.

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menjadi indikator penting keberhasilan transformasi koperasi di masa mendatang. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here