Beranda Utama 52 Stan UMKM Ramaikan Pameran Dagang HUT ke-116 OKU, Gubernur Soroti Pentingnya...

52 Stan UMKM Ramaikan Pameran Dagang HUT ke-116 OKU, Gubernur Soroti Pentingnya Digitalisasi

14
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Bupati OKU Teddy Meilwansyah meninjau stan UMKM dalam Pameran Dagang Lokal rangkaian HUT ke-116 Kabupaten OKU di Taman Kota Baturaja. (Foto: Agus/CimutNews)

BATURAJA, CimutNews.co.id – Sebanyak 52 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meramaikan Pameran Dagang Lokal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Pameran yang dipusatkan di Taman Kota Baturaja tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pasar.

Pembukaan pameran dilakukan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Bupati OKU Teddy Meilwansyah, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa perjalanan OKU selama lebih dari satu abad harus diikuti kemampuan masyarakat dan pelaku usaha dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi dan teknologi.

“Waktu bergerak begitu cepat, perubahan demi perubahan kita sadari maupun tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, paradigma berpikir wajib berubah. Hari ini, 116 tahun Kabupaten OKU menyertai zaman,” ujar Herman Deru.

Menurut dia, perkembangan daerah tidak dapat dilepaskan dari kerja bersama berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah, TNI, Polri hingga pelaku usaha. Karena itu, perayaan HUT daerah dinilai dapat menjadi momentum untuk melihat kembali capaian sekaligus menyiapkan strategi menghadapi perubahan ekonomi.

Digitalisasi Jadi Tantangan UMKM OKU

Salah satu pesan utama yang disampaikan Herman Deru adalah pentingnya peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat pemasaran produk tidak lagi hanya bergantung pada transaksi langsung. Pelaku usaha semakin membutuhkan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan produk, membangun merek, menerima pesanan, melakukan pembayaran, hingga menjangkau konsumen di luar wilayah OKU.

“Sekarang serba online, tentu digitalisasi. Tapi literasinya harus ditonjolkan ke masyarakat, itu wajib. Jangan sampai kita memberikan teknologi atau fasilitas, tapi masyarakat tidak paham cara memanfaatkannya,” katanya.

Baca juga  Kunjungan Petinggi TNI ke OKU Timur Perkuat Sinergi, Namun Tantangan Kolaborasi Masih Menjadi Sorotan

Pesan tersebut sejalan dengan tantangan pengembangan industri mikro dan kecil secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri mikro dan kecil masih menghadapi sejumlah persoalan, antara lain keterbatasan akses dan modal, kualitas sumber daya manusia dan manajemen, serta aspek legalitas usaha

Artinya, digitalisasi tidak cukup dipahami sebatas penggunaan media sosial. Kemampuan mengelola usaha, pencatatan keuangan, legalitas, kualitas produk, kemasan, pemasaran digital, dan akses pembiayaan juga menjadi bagian penting agar UMKM benar-benar dapat naik kelas.

Produk yang Dipamerkan Beragam

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan pameran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk berkembang.

“Ini sebagai langkah dan kepedulian Pemkab dalam merangkul para pelaku UMKM di OKU untuk terus berkembang dan naik kelas,” kata Teddy.

Dari 52 stan yang disiapkan, produk yang ditampilkan cukup beragam. Bahan kegiatan mencatat terdapat 45 produk kuliner, sembilan produk kerajinan, lima stan industri kopi, satu usaha rotan, lima stan industri keripik, dua stan fashion, serta sejumlah usaha lain seperti agrobisnis jamur, madu, studio foto, gula aren, bumbu, dan perhiasan batu akik.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi lokal tidak hanya bertumpu pada satu jenis komoditas. Produk pangan, kerajinan, fesyen, kopi, hasil pertanian, hingga produk berbasis keterampilan masyarakat memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

Setelah pembukaan, Herman Deru bersama Teddy dan unsur Forkopimda meninjau stan-stan pameran. Mereka berdialog dengan pelaku usaha sekaligus melihat produk lokal yang ditawarkan kepada pengunjung.

Ekonomi Sumsel Tumbuh, UMKM Perlu Mendapat Akses Pasar

Pameran UMKM OKU berlangsung ketika perekonomian Sumatera Selatan masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca juga  Diskominfo OKI dan Diskominfo Sumsel Tinjau Kualitas Jaringan Free WiFi di Gedung UMKM Taman Segitiga Emas Kayuagung

BPS mencatat ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,35 persen sepanjang 2025. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp720,21 triliun, sedangkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 9,66 persen

Memasuki 2026, ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I tumbuh 5,34 persen secara tahunan. Pada periode tersebut, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 12,32 persen

Data tersebut relevan dengan keberadaan puluhan pelaku usaha kuliner dan produk konsumsi dalam Pameran Dagang Lokal OKU. Pertumbuhan sektor konsumsi dan jasa dapat menjadi peluang bagi usaha lokal, tetapi peluang tersebut hanya akan berdampak lebih besar apabila pelaku UMKM mampu mengubah aktivitas promosi menjadi transaksi berkelanjutan.

Dengan kata lain, pameran tiga hari sebaiknya tidak berhenti sebagai ajang penjualan sesaat. Data konsumen, kontak pembeli, katalog digital, kanal pemesanan, serta kerja sama dengan distributor atau pelaku usaha lain dapat menjadi modal untuk mempertahankan pasar setelah pameran berakhir.

Kado HUT OKU: Inovasi Tirta Drink Mobile Water Purifier

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU juga menghadirkan inovasi yang disebut sebagai Tirta Drink Mobile Water Purifier.

Pemkab menyebut inovasi tersebut sebagai kado dalam momentum HUT ke-116 OKU, dengan konsep penyediaan air minum yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih, sehat, dan layak konsumsi.

Namun, efektivitas inovasi tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh bagaimana teknologi itu dioperasikan, standar kualitas air yang diterapkan, pemeliharaan perangkat, serta sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Karena itu, inovasi air minum tidak hanya penting dari sisi teknologi, tetapi juga dari aspek tata kelola, keamanan kualitas air dan keberlanjutan layanan.

Baca juga  Lewat 'Si Loki' Diskominfo OKI Juarai Kompetisi Inovasi se Sumsel

  Pameran UMKM Harus Berujung pada Pasar

Pameran dagang memiliki nilai ekonomi apabila mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan membuka akses pasar baru. Dalam konteks OKU, kehadiran 52 stan memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk memperoleh eksposur secara langsung.

Tantangannya adalah memastikan momentum promosi tidak berhenti setelah acara selesai. Pelaku UMKM membutuhkan ekosistem lanjutan berupa akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kemasan dan merek, legalitas, serta kanal pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Digitalisasi menjadi salah satu kunci. Tetapi sebagaimana ditekankan Herman Deru, transformasi digital harus dibarengi literasi. Pelaku usaha perlu memahami bagaimana teknologi menghasilkan manfaat ekonomi, bukan sekadar memiliki akun media sosial atau menggunakan perangkat digital.

Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki peluang menjadikan pameran semacam ini sebagai pintu masuk pendataan dan kurasi UMKM. Data mengenai jenis usaha, produk, kapasitas produksi, tenaga kerja, legalitas, kebutuhan modal dan pasar dapat digunakan untuk merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. BPS sendiri menggunakan sejumlah variabel dalam pendataan UMKM, antara lain Nomor Induk Berusaha, jenis usaha, sektor usaha, tahun berdiri, tenaga kerja, modal dan lokasi usaha.

Langkah tersebut penting karena pengembangan UMKM pada akhirnya bukan hanya persoalan jumlah stan dalam sebuah pameran, melainkan kemampuan usaha bertahan, berkembang, menciptakan lapangan kerja dan memperluas pasar. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here