Beranda Palembang Posyandu Sako Diperkuat CSR, Upaya Tekan Stunting Masih Punya Tantangan

Posyandu Sako Diperkuat CSR, Upaya Tekan Stunting Masih Punya Tantangan

5
0
Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani saat membuka kegiatan Posyandu di Kantor Kecamatan Sako, Kamis (27/8/2026). (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

KOTA PALEMBANG, cimutnews.co.id — Upaya memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan mencegah stunting kembali dilakukan di Kecamatan Sako, Kota Palembang. Kali ini, dukungan datang melalui kolaborasi Pemerintah Kota Palembang, TP PKK, PT Indomarco Prismatama (Indomaret), dan Vidoran.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan Posyandu yang digelar di Kantor Kecamatan Sako, Kamis (27/8/2026). Sejumlah sarana Posyandu dan paket makanan tambahan disalurkan untuk mendukung pelayanan ibu dan anak.

Namun, di balik bantuan tersebut terdapat pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh tambahan fasilitas Posyandu mampu menghasilkan perubahan nyata dalam pencegahan stunting di tingkat keluarga?

Bantuan untuk Posyandu di Wilayah Sako

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indomarco Prismatama. Bantuan diarahkan untuk mendukung Posyandu yang berada di seluruh kelurahan di Kecamatan Sako.

Bantuan yang disalurkan cukup beragam.

Tercatat ada 20 unit timbangan Posyandu balita, 50 unit kotak sampah, serta 50 unit peralatan kebersihan.

Selain itu, sebanyak 150 paket Makanan Pendamping ASI (PMT) diberikan bagi batita usia 1–3 tahun. Paket tersebut terdiri atas susu, biskuit dan bubur kacang hijau.

Secara kasat mata, bantuan tersebut menjawab kebutuhan dasar Posyandu, terutama berkaitan dengan peralatan penimbangan, kebersihan dan dukungan makanan tambahan.

Tetapi fasilitas hanyalah salah satu bagian dari persoalan.

PKK: Posyandu Bukan Sekadar Tempat Menimbang Balita

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kontribusi PT Indomarco Prismatama.

Menurut Dewi, dukungan dunia usaha terhadap sarana dan prasarana Posyandu merupakan bagian dari kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Indomarco Prismatama atas kontribusi aktif dan kepeduliannya terhadap sarana prasarana kesehatan masyarakat, khususnya Posyandu,” ujar Dewi.

Baca juga  Warga Geger, Temukan Sesosok Mayat Mr X Ngambang di Bawah Jembatan Ampera

Ia menegaskan, Posyandu memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat menimbang berat badan anak.

“Posyandu bukan sekadar tempat menimbang balita, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak,” katanya.

Pernyataan itu menjadi penting karena pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan atau tersedianya alat timbang.

Pemantauan pertumbuhan, pemenuhan gizi, edukasi orang tua, kebersihan lingkungan dan keteraturan kunjungan menjadi bagian dari rangkaian yang saling berkaitan.

Namun Fakta di Lapangan Tidak Cukup Diukur dari Jumlah Bantuan

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan sebuah program Posyandu pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak alat yang disalurkan.

Ada pertanyaan mengenai pemanfaatan sarana tersebut secara berkelanjutan.

Apakah seluruh alat akan digunakan secara optimal?

Apakah kader memiliki dukungan yang cukup untuk menjalankan pemantauan tumbuh kembang secara rutin?

Dan yang tidak kalah penting, apakah keluarga benar-benar semakin aktif membawa anak ke Posyandu?

Bahan informasi kegiatan ini belum memuat data mengenai perubahan tingkat kunjungan masyarakat, hasil pemantauan pertumbuhan anak, maupun angka stunting di Kecamatan Sako setelah intervensi dilakukan.

Karena itu, dampak bantuan terhadap penurunan stunting belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kegiatan penyaluran bantuan.

Di Sisi Lain, Peran Kader Menjadi Kunci

Dewi juga memberikan penghargaan kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Peran kader memang menjadi salah satu titik penting dalam keberlangsungan Posyandu.

Mereka bukan hanya membantu proses penimbangan, tetapi juga berhadapan langsung dengan keluarga yang datang membawa anak untuk mendapatkan pemantauan.

Di sinilah tantangan sebenarnya berada.

Peralatan baru dapat membantu pelayanan, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada bagaimana sarana tersebut digunakan, seberapa rutin pelayanan berlangsung, serta bagaimana informasi kesehatan diteruskan kepada orang tua.

Baca juga  Mandiri Ampera Tourism Run Digelar Meriah, Mampukah Dongkrak Wisata dan Ekonomi Palembang?

Hingga kini, belum semua aspek tersebut terlihat dalam data yang disampaikan pada kegiatan tersebut.

CSR Diharapkan Tidak Berhenti di Sako

Deputy Branch Manager PT Indomarco Prismatama, Angga Prasetya, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bentuk keberlanjutan atas sinergi yang telah terbangun di Kecamatan Sako,” ujar Angga.

Ia berharap program CSR tersebut dapat berlanjut dan menjangkau kecamatan lain di Kota Palembang untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting.

Pernyataan itu sekaligus membuka ruang evaluasi ke depan.

Jika program serupa diperluas, bukan hanya jumlah bantuan yang perlu diperhatikan. Pemerintah dan mitra dunia usaha juga perlu memastikan keberlanjutan, pemanfaatan fasilitas, penguatan kader serta pengukuran hasil program.

Sebab, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat Posyandu memiliki lebih banyak peralatan.

Tujuan yang lebih besar adalah memastikan anak-anak mendapatkan pemantauan tumbuh kembang dan asupan gizi yang memadai sejak usia dini.

Pertanyaan yang Masih Terbuka

Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat Posyandu tentu dapat menjadi modal penting dalam pelayanan kesehatan dasar.

Namun, bantuan tersebut baru merupakan salah satu bagian dari perjalanan panjang pencegahan stunting.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah penguatan fasilitas Posyandu di Sako nantinya benar-benar akan diikuti peningkatan partisipasi keluarga dan perbaikan kondisi gizi anak?

Terungkapnya kebutuhan sarana Posyandu menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar bekerja di lapangan dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Hingga kini, pertanyaan mengenai seberapa besar dampak konkret program tersebut terhadap pencegahan stunting masih membutuhkan data dan evaluasi lebih lanjut. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here