Beranda Palembang Festival Literasi Sumsel, Bunda Literasi Banyuasin Dorong Generasi Muda Cintai Budaya

Festival Literasi Sumsel, Bunda Literasi Banyuasin Dorong Generasi Muda Cintai Budaya

13
0
Bunda Literasi Kabupaten Banyuasin Nabila Askolani Putri bersama jajaran menghadiri Festival Literasi Sumatera Selatan di Ballroom The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Festival Literasi Sumatera Selatan (Sumsel) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerah. Kegiatan bertema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar” tersebut digelar di Ballroom The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9/2026).

Bunda Literasi Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Kepala DKP, Plt. Sekdis Kominfo-SP, serta Pengurus PKK. Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan gerakan literasi di Sumatera Selatan.

Festival Literasi Sumsel tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga wadah bagi masyarakat dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas serta memperkuat kearifan lokal melalui budaya membaca dan literasi.

Literasi Tak Hanya Soal Membaca dan Menulis

Nabila Askolani Putri menilai literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga berkaitan dengan kemampuan seseorang membuka wawasan, mengembangkan kreativitas, memperluas pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi bagaimana kita mampu membuka wawasan, meningkatkan kreativitas dan pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, kita ingin generasi muda Banyuasin dan Sumsel mampu menjadi generasi yang maju dan berdaya saing, tetapi tetap mengenal dan mencintai akar budaya daerah,” ujar Nabila.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumsel kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurut Nabila, kemajuan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan keterikatan dengan identitas daerah. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pengenalan bahasa, budaya dan tradisi Sumsel.

Baca juga  Komisi II DPRD Palembang Soroti Target PAD Rp1,96 Triliun di 2026, Minta Bapenda Sajikan Hitungan Realistis

Peradaban Dimulai dari Budaya Belajar

Dalam kegiatan tersebut, Duta Literasi Sumsel turut menegaskan bahwa pembangunan peradaban berawal dari manusia yang memiliki kemauan untuk belajar dan membaca berbagai pengetahuan.

Namun, perkembangan literasi dinilai tetap perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas daerah. Bahasa, budaya dan tradisi Sumsel menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Festival Literasi Sumsel 2026, yakni “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar”, yang menempatkan literasi dan akar budaya sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Dr. Adin Bondar Pasaribu, S.Sos., M.Si., mengatakan perpustakaan memiliki peran dalam meningkatkan martabat bangsa, termasuk mendukung revitalisasi bahasa dan penguatan standar perpustakaan.

“Pemerintah pusat juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan perpustakaan di Sumsel, baik melalui pembangunan fisik maupun program nonfisik,” ujarnya.

Sumsel Raih Penghargaan Literasi

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga mengapresiasi peran para duta, bunda dan bapak literasi yang selama ini berkontribusi dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Menurutnya, para penggerak literasi harus mampu menjadi teladan sekaligus mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, disebutkan pula bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meraih Penghargaan Financial Literacy Award (FLA) 2026 dari OJK serta peringkat ketiga nasional Gemar Membaca.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan gerakan literasi di Sumsel yang terus didorong melalui berbagai peran dan kegiatan literasi.

Melalui Festival Literasi Sumsel, diharapkan tumbuh generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan global, namun tetap memiliki keterikatan kuat dengan akar budaya, bahasa, adat dan tradisi daerah.

Baca juga  Bunda PAUD Palembang Dorong MPLS Ramah Anak, 154 Murid Baru Paramount School Mulai Masa Adaptasi Sekolah

Bagi Banyuasin, dukungan terhadap kegiatan literasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar memiliki wawasan luas dan daya saing, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here