Beranda Palembang Hari PMR Sumsel 2026: Feby HD Dorong Generasi Muda Berkarakter, Peduli Sesama,...

Hari PMR Sumsel 2026: Feby HD Dorong Generasi Muda Berkarakter, Peduli Sesama, dan Tangguh Hadapi Bencana

15
0
Ketua PMI Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby HD, memberikan sambutan saat Peringatan Hari Palang Merah Remaja (PMR) 2026 di SMA Negeri 13 Palembang, Sabtu (6/6/2026), sekaligus mengajak generasi muda memperkuat kepedulian sosial dan kesiapsiagaan bencana. (Foto: Poerba/CimutNews.co.id)

PALEMBANG, CimutNews.co.id – Peringatan Hari Palang Merah Remaja (PMR) PMI Provinsi Sumatera Selatan menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda. Dalam kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 13 Palembang, Sabtu (6/6/2026), Ketua PMI Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby HD, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Menurut Feby HD, pembentukan karakter menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menghadapi dinamika pembangunan nasional. Nilai-nilai kepedulian terhadap sesama harus terus dipupuk melalui pendidikan, kegiatan kerelawanan, hingga pengalaman langsung dalam aksi kemanusiaan.

“Kita belajar untuk menolong sesama. Di zaman ini, kita membutuhkan pemuda dan pemudi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cerdas secara sosial,” ujar Feby HD.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh anggota dan relawan PMR yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, donor darah, edukasi kesehatan, hingga membantu masyarakat saat terjadi bencana. Menurutnya, semangat kemanusiaan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh dan saling peduli.

“Sebagai insan PMI, kita membuktikan bahwa kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana dipupuk sejak usia muda. Rasa empati kepada sesama harus terus dibina melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pendidikan di Sumatera Selatan,” tambahnya.

PMR Menjadi Wadah Pembentukan Karakter Pelajar

Peringatan Hari PMR tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya solidaritas sosial, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari PMR sekaligus mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan gerakan kemanusiaan di Sumatera Selatan.

Baca juga  Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Klarifikasi Isu Pengadaan Meja Biliar di Rumah Dinas, Masih Tahap Perencanaan

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi pemanfaatan dana wakaf yang dikelola Badan Wakaf melalui berbagai program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk penguatan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi UIN Raden Fatah dalam mendukung gerakan kemanusiaan dan penguatan karakter generasi muda,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan berbagai pihak, Ketua PMI Sumsel menyerahkan piagam penghargaan, bibit pohon, serta bantuan kesehatan kepada sejumlah institusi dan mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan Hari PMR tahun ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman, para pejabat pemerintah daerah, unsur PMI, tenaga kesehatan, pembina PMR, guru, serta perwakilan berbagai instansi.

Selaras dengan Agenda Nasional Penguatan SDM

Pendidikan karakter melalui PMR sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah terus mendorong penguatan karakter peserta didik melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan sikap, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

Dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional, penguatan karakter menjadi bagian penting untuk menciptakan generasi produktif, sehat, adaptif, serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan global maupun bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.

Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Karena itu, pendidikan kesiapsiagaan sejak usia sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat. PMR selama ini menjadi salah satu organisasi kepemudaan yang berperan aktif dalam edukasi kesehatan, pertolongan pertama, hingga pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.

PMR Berkontribusi pada Budaya Kesehatan dan Kemanusiaan

Baca juga  Bantuan Gizi Digencarkan, Ancaman Stunting Palembang Belum Usai

Selain membangun jiwa kerelawanan, PMR juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan di kalangan pelajar. Berbagai kegiatan seperti edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, kampanye donor darah, pertolongan pertama, hingga promosi kesehatan reproduksi remaja menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Keberadaan PMR di sekolah juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan tanggap terhadap kondisi darurat. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif melalui kolaborasi lintas sektor.

Investasi Sosial Jangka Panjang bagi Daerah

Momentum Hari PMR memiliki makna lebih luas dibanding sekadar peringatan organisasi kepemudaan. Pembentukan karakter berbasis nilai kemanusiaan menjadi investasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas masyarakat.

Di tengah meningkatnya tantangan sosial, perubahan iklim, serta potensi bencana di berbagai daerah, keberadaan generasi muda yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong akan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, institusi pendidikan, perguruan tinggi, serta sektor kesehatan juga menunjukkan bahwa penguatan karakter tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi lintas lembaga menjadi faktor penting agar pendidikan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Sumatera Selatan.

Bagi daerah, investasi pada organisasi seperti PMR turut mendukung lahirnya generasi yang tidak hanya kompetitif di dunia pendidikan, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here