Beranda Palembang Seminar Nasional Ecoforia VIII UPGRIP Bahas Strategi Mahasiswa Mengubah Kreativitas Menjadi Peluang...

Seminar Nasional Ecoforia VIII UPGRIP Bahas Strategi Mahasiswa Mengubah Kreativitas Menjadi Peluang Ekonomi Digital

17
0
1. Pembukaan Seminar Nasional Ecoforia Jilid VIII BEM FEB UPGRIP yang mengangkat tema kreativitas dan peluang ekonomi digital, berlangsung di Aula Usman Madjid, Kampus A Universitas PGRI Palembang, Selasa (22/9/2026).(Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Seminar Nasional Ecoforia Jilid VIII di Aula Usman Madjid, Gedung Perpustakaan Lantai 5, Kampus A UPGRIP, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini mengangkat pentingnya berpikir kritis, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital dalam membuka peluang ekonomi bagi generasi muda.

Mengusung tema “Seni Berpikir Kritis dan Berkreasi: Mengubah Ide Kreatif Menjadi Peluang Ekonomi Digital”, seminar tersebut menghadirkan edukator sekaligus kreator konten Sadam Permana dan influencer Kota Palembang, Indah Rizky Ariani Mujyaer, sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kreativitas, literasi digital, serta potensi pengembangan usaha di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Rektor UPGRIP Buka Seminar Ecoforia Jilid VIII

Seminar nasional yang diselenggarakan BEM FEB UPGRIP ini dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., yang diwakili Wakil Rektor IV, Dr. Ramanata Disurya, S.H., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB UPGRIP Edduar Hendri, S.E., M.M., Wakil Dekan FEB Ninin Ayu Non Salmah, S.E., M.M., Kepala Bagian Kemahasiswaan Biro OKAHALPIP Oktariansyah, S.E., M.M., serta Ketua Program Studi Manajemen FEB Dr. Nurkadina Novalia, S.E., M.Si.

Sejumlah dosen, staf, pengurus BEM, mahasiswa, dan tamu undangan juga mengikuti kegiatan yang berpusat di Kampus A UPGRIP tersebut.

Kehadiran pimpinan universitas dan fakultas mencerminkan keterlibatan institusi dalam kegiatan kemahasiswaan yang menggabungkan pengembangan intelektual, kreativitas, dan wawasan kewirausahaan.

Ekonomi Digital Jadi Ruang Pengembangan Kreativitas Mahasiswa

Ecoforia Jilid VIII tidak hanya dikemas sebagai seminar nasional, tetapi juga mengusung tema besar “Sinergi Intelektual dan Kreativitas: Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Digital melalui Kompetisi, Literasi, dan Kolaborasi Tanpa Batas.”

Tema tersebut menempatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian penting dari kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan dunia usaha. Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori akademik, tetapi juga perlu memahami bagaimana gagasan dapat dikembangkan menjadi karya, layanan, maupun peluang bisnis.

Baca juga  Sirine Kemerdekaan Akan Bergema di Palembang, Apakah Semangat 17 Agustus Masih Dirasakan Merata?

Ekonomi digital membuka berbagai kemungkinan bagi generasi muda, mulai dari pemasaran melalui media sosial, pengembangan produk kreatif, produksi konten, hingga pemanfaatan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Namun, peluang tersebut juga menuntut keterampilan yang tidak sederhana. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengolah informasi, membangun identitas produk, serta memahami perilaku konsumen menjadi bekal penting agar kreativitas dapat memiliki nilai ekonomi.

Dalam konteks pendidikan tinggi, seminar seperti Ecoforia dapat menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan akademik dan pengalaman praktis dari pelaku industri kreatif digital.

Hadirkan Kreator Konten dan Influencer Palembang

Untuk memperkaya perspektif peserta, panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki keterkaitan dengan dunia generasi muda dan ekosistem digital, yakni Sadam Permana, seorang education content creator, serta Indah Rizky Ariani Mujyaer, influencer asal Kota Palembang.

Kehadiran kedua pemateri tersebut memberikan dimensi praktis pada pembahasan kreativitas digital. Pengalaman di bidang pembuatan konten dan media sosial relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang ingin mengenali peluang berkarya sekaligus membangun kehadiran di ruang digital.

Bagi mahasiswa, dunia kreator konten dapat menjadi salah satu jalur untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan gagasan, membangun komunitas, dan memperkenalkan produk atau jasa. Meski demikian, keberhasilan di bidang tersebut memerlukan konsistensi, kreativitas, pemahaman audiens, serta tanggung jawab dalam menyajikan informasi.

Melalui pertemuan dengan narasumber yang dekat dengan ekosistem digital, mahasiswa berkesempatan memperoleh sudut pandang mengenai hubungan antara kreativitas, komunikasi, dan peluang ekonomi.

Literasi Digital dan Berpikir Kritis Jadi Bekal Menghadapi Persaingan

Perkembangan ekonomi digital turut mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, dan melakukan transaksi. Perubahan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinovasi, sekaligus menghadirkan tantangan berupa persaingan konten, perubahan tren, dan kebutuhan untuk terus meningkatkan keterampilan.

Baca juga  Program Makan Bergizi Gratis Sumsel 2026: Pemkab PALI Tegaskan Komitmen, Fokus Perkuat SDM Generasi Muda

Karena itu, berpikir kritis menjadi kemampuan penting dalam mengembangkan ide kreatif. Mahasiswa perlu mampu membedakan informasi yang akurat dan menyesatkan, menilai kelayakan sebuah gagasan, serta memahami kebutuhan masyarakat sebelum mengembangkan produk atau layanan.

Dari sisi kewirausahaan, ide yang menarik belum tentu memiliki nilai pasar. Diperlukan proses pengujian, perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan evaluasi agar gagasan dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Salah satu aspek penting dari tema Ecoforia VIII adalah keterkaitan antara kreativitas dan literasi ekonomi digital. Kreativitas dapat menghasilkan gagasan, sedangkan literasi digital, kemampuan analisis, dan kolaborasi membantu mengubah gagasan tersebut menjadi sesuatu yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Ecoforia Perkuat Ruang Aktualisasi Mahasiswa

Penyelenggaraan Ecoforia Jilid VIII menjadi bagian dari aktivitas kemahasiswaan FEB UPGRIP dalam menghadirkan ruang pengembangan wawasan di luar pembelajaran formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal perkembangan ekonomi digital sekaligus memperluas interaksi dengan narasumber dan lingkungan akademik.

Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia, kegiatan semacam ini memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengandalkan kemampuan beradaptasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan penguasaan teknologi.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana wawasan yang diperoleh melalui seminar dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan nyata, seperti proyek kreatif mahasiswa, pengembangan usaha rintisan, kompetisi inovasi, maupun kolaborasi lintas program studi.

Dengan demikian, keberhasilan kegiatan edukatif tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi juga dari peluang penerapan pengetahuan yang diperoleh peserta dalam kehidupan akademik dan aktivitas produktif.

Seminar Nasional Ecoforia Jilid VIII BEM FEB UPGRIP menghadirkan ruang diskusi mengenai hubungan antara intelektualitas, kreativitas, dan ekonomi digital. Melalui keterlibatan akademisi, mahasiswa, serta praktisi kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda dalam melihat peluang usaha dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi berbasis teknologi.

Baca juga  Gebrakan Sang Pemimpin Jadi Wadah Sinergi Kepala Daerah Perkuat Ketahanan dan Kemandirian Pangan

Ke depan, kesinambungan kegiatan melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan ide kreatif menjadi karya dan peluang ekonomi yang bernilai. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here