
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Mandiri yang melibatkan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) dan DNA Public Speaking Palembang. Penyerahan program magang berlangsung di kantor DNA Public Speaking Palembang, Senin (14/9/2026), sebagai upaya membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi, keberanian berbicara di depan umum, serta pengalaman menghadapi lingkungan kerja profesional.
Kegiatan tersebut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PBI UPGRIP, Riyanto, M.Pd., dan CEO DNA Public Speaking, Dinna Vilisia, S.Pd., CPS. Kolaborasi ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi berbicara melalui praktik langsung, sekaligus menghubungkan materi perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja.
MBKM Magang Mandiri Perkuat Kompetensi Mahasiswa PBI
Program magang ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UPGRIP dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menguasai teori kebahasaan dan komunikasi di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui pengalaman di lingkungan profesional.
Dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, keterampilan berbicara merupakan kompetensi penting yang berkaitan erat dengan kemampuan menyampaikan informasi, mengemukakan pendapat, membangun argumentasi, serta berkomunikasi secara efektif dengan berbagai kalangan.
Melalui kerja sama dengan DNA Public Speaking Palembang, mahasiswa berkesempatan mengenal praktik komunikasi profesional, termasuk teknik penyampaian pesan, pengelolaan audiens, dan pengembangan kepercayaan diri. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Praktik Komunikasi Jadi Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Pengalaman langsung di dunia profesional menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Pembelajaran berbasis praktik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguji kemampuan yang selama ini diperoleh melalui perkuliahan. Dalam konteks pendidikan bahasa, kemampuan berbicara tidak hanya menyangkut ketepatan penggunaan bahasa, tetapi juga mencakup artikulasi, intonasi, penguasaan materi, bahasa tubuh, serta kemampuan menyesuaikan komunikasi dengan karakter audiens.
Pengalaman di bidang public speaking juga relevan dengan beragam prospek karier lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Selain menjadi pendidik, lulusan berpotensi mengembangkan karier di bidang komunikasi, kepenulisan, penyiaran, kehumasan, pelatihan, hingga industri kreatif, sesuai kompetensi dan kualifikasi masing-masing.
Kolaborasi dengan lembaga profesional seperti DNA Public Speaking memberikan konteks pembelajaran yang berbeda dari kegiatan akademik reguler. Mahasiswa dapat mengenali standar komunikasi yang digunakan dalam praktik profesional dan memahami pentingnya keterampilan interpersonal dalam membangun hubungan kerja.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Lembaga Profesional
Kerja sama PBI UPGRIP dengan DNA Public Speaking Palembang mencerminkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Perguruan tinggi memiliki peran dalam membangun landasan akademik, teori, serta kompetensi dasar mahasiswa. Sementara itu, lembaga profesional dapat menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan mahasiswa pada praktik, tantangan, dan dinamika pekerjaan.
Dalam kegiatan penyerahan magang tersebut, kehadiran Riyanto selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan Dinna Vilisia selaku CEO DNA Public Speaking menjadi bagian dari koordinasi antara pihak akademik dan mitra tempat magang.
Meski demikian, efektivitas program magang tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan penyerahan mahasiswa, tetapi juga oleh kualitas pendampingan, relevansi aktivitas magang dengan kompetensi program studi, serta evaluasi hasil pembelajaran selama kegiatan berlangsung.
Magang sebagai Jembatan antara Kampus dan Kebutuhan Industri
Penguatan keterampilan komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menyiapkan lulusan yang adaptif.
Di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja, mahasiswa dituntut memiliki kombinasi kemampuan akademik, keterampilan teknis, dan kecakapan interpersonal. Kemampuan menyampaikan gagasan secara terstruktur, berbicara dengan percaya diri, serta membangun komunikasi yang efektif menjadi modal yang dapat digunakan di berbagai sektor pekerjaan.
Program magang mandiri dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di kampus dan penerapan kompetensi di lapangan. Namun, pencapaian tujuan tersebut memerlukan kegiatan yang terarah, keterlibatan aktif mahasiswa, pendampingan yang memadai, serta penilaian terhadap capaian kompetensi.
Bagi mahasiswa PBI, pengalaman dalam lingkungan public speaking juga memiliki nilai tambah karena sejalan dengan kompetensi komunikasi lisan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran, presentasi akademik, maupun interaksi sosial.
Dari sisi pengembangan pendidikan tinggi, kemitraan semacam ini berpotensi memperluas jejaring institusi sekaligus membuka peluang pembelajaran yang lebih beragam. Keberlanjutan kerja sama dan pengukuran hasil program menjadi faktor penting untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh mahasiswa.
Mendorong Mahasiswa Lebih Percaya Diri dan Adaptif
Pelaksanaan MBKM Magang Mandiri PBI UPGRIP bersama DNA Public Speaking Palembang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran yang menghubungkan penguasaan teori dengan praktik komunikasi di lingkungan profesional.
Lebih dari sekadar memenuhi kegiatan akademik, pengalaman magang dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan keberanian tampil, meningkatkan kemampuan berinteraksi, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja.
Sinergi antara UPGRIP dan DNA Public Speaking Palembang diharapkan terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Dengan pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, perguruan tinggi dapat memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia profesional yang terus berkembang. (Poerba)t

















