Beranda Musi Banyuasin Herman Deru Dorong Muba Jadikan Kekayaan SDA dan Prestasi sebagai Pemacu Pembangunan...

Herman Deru Dorong Muba Jadikan Kekayaan SDA dan Prestasi sebagai Pemacu Pembangunan ke Depan

11
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan sambutan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Musi Banyuasin memperingati Hari Jadi ke-70 Muba di Sekayu, Rabu (30/9/2026).(Foto:Noto/cimutnews)

SEKAYU, cimutnews.co.id — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadikan kekayaan sumber daya alam (SDA) dan berbagai prestasi yang telah diraih sebagai modal untuk memperkuat pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Muba memperingati Hari Jadi ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (30/9/2026), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba.

Dalam momentum tujuh dekade perjalanan Kabupaten Muba tersebut, Herman Deru menekankan pentingnya evaluasi terhadap capaian pembangunan, pelaksanaan program yang sedang berjalan, serta perencanaan masa depan. Ia juga mengingatkan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kemajuan dan memperkuat komitmen pembangunan.

Hari Jadi ke-70 Muba Menjadi Momentum Evaluasi Pembangunan

Herman Deru menyampaikan bahwa peringatan hari jadi kabupaten harus dimaknai sebagai ruang introspeksi bagi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat kembali berbagai upaya yang telah dilakukan, hasil yang berhasil dicapai, serta cita-cita yang masih perlu diwujudkan.

“Setiap tahun kita peringati sebagai wahana untuk introspeksi, apa saja yang sudah kita perbuat, apa saja yang sudah kita capai, apa saja yang sedang kita perbuat, dan apa yang sedang kita cita-citakan,” ujar Herman Deru di hadapan peserta sidang.

Menurutnya, perjalanan pembangunan selama puluhan tahun merupakan hasil dari berbagai proses yang melibatkan kerja keras institusi dan amanah masyarakat. Karena itu, peringatan hari jadi menjadi kesempatan untuk memperkuat tanggung jawab bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Kekayaan SDA dan Prestasi Jadi Modal Masa Depan

Gubernur Sumsel juga menyoroti potensi sumber daya alam serta berbagai prestasi yang telah ditorehkan Kabupaten Muba. Kedua hal tersebut, menurutnya, harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan kinerja pemerintahan.

Baca juga  Pemkab Muba Janjikan Solusi Konkret untuk Guru Swasta, Siap Studi Banding dan Bawa Aspirasi ke Kementerian

Kekayaan sumber daya alam merupakan salah satu modal penting bagi daerah dalam mengembangkan perekonomian. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Di sisi lain, prestasi yang telah diraih menjadi bagian dari perjalanan pembangunan yang patut diapresiasi sekaligus dievaluasi. Capaian masa lalu dapat menjadi landasan untuk merumuskan program yang lebih terarah, sesuai kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan ke depan.

Tujuh Dekade Perjalanan dan Transformasi Musi Banyuasin

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengapresiasi transformasi signifikan yang dialami Kabupaten Muba selama tujuh dekade terakhir. Perubahan tersebut berlangsung seiring perkembangan zaman serta berbagai upaya pembangunan yang dilakukan melalui kerja keras institusi dan dukungan masyarakat.

Perjalanan 70 tahun menjadi rentang waktu penting untuk melihat perubahan kondisi daerah, perkembangan pelayanan pemerintahan, serta berbagai capaian yang telah dihasilkan. Meski demikian, momentum peringatan hari jadi juga membuka ruang untuk mengidentifikasi pekerjaan pembangunan yang masih perlu diselesaikan.

Transformasi daerah tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas pemerintahan, serta kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi.

Tantangan Mengubah Potensi Daerah Menjadi Kesejahteraan

Kekayaan sumber daya alam dan prestasi pembangunan akan semakin bermakna apabila mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan daerah, pengelolaan potensi ekonomi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi Muba, momentum hari jadi ke-70 dapat menjadi titik evaluasi untuk melihat sejauh mana potensi daerah telah mendukung kesejahteraan masyarakat. Penguatan perencanaan, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan masyarakat merupakan sejumlah aspek yang relevan dalam meneruskan pembangunan.

Dari perspektif pembangunan jangka panjang, tantangan pemerintah daerah bukan semata mempertahankan capaian yang telah diraih, melainkan memastikan keberlanjutan program dan manfaatnya. Pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab juga menjadi perhatian penting agar potensi ekonomi tidak hanya memberikan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi turut mendukung generasi mendatang.

Baca juga  Bupati Muba Toha Tohet Luncurkan Program Keluarga Maju, Wujud Janji Politik untuk Penguatan Ekonomi dan SDM

Dalam pemberitaan terkait sidang yang sama, Herman Deru juga menyinggung tantangan pembiayaan pembangunan dan pentingnya penyesuaian program dengan kemampuan fiskal daerah. Ia berharap Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2024, 2025, dan seterusnya dapat segera dibayarkan agar kondisi keuangan daerah semakin mendukung pelaksanaan pembangunan.

Persoalan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi ekonomi, tetapi juga oleh ketersediaan anggaran dan ketepatan prioritas belanja. Oleh sebab itu, evaluasi yang disampaikan dalam peringatan hari jadi dapat menjadi landasan untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang realistis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pengelolaan Potensi Minyak dan Gas Perlu Berkelanjutan

Potensi minyak dan gas bumi menjadi salah satu aspek penting dalam perekonomian Musi Banyuasin. Herman Deru menilai kekayaan tersebut merupakan modal yang perlu dikelola secara baik, termasuk dengan memperhatikan keterlibatan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada sektor tersebut.

Pengelolaan sektor energi juga membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan, kepastian regulasi dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya alam perlu disertai tata kelola yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, perlindungan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Membandingkan capaian dengan kebutuhan pembangunan

Peringatan hari jadi ke-70 Muba berlangsung di tengah tuntutan agar pemerintah daerah mampu menjaga kesinambungan pembangunan. Sebagai pembanding, data capaian pembangunan dari tahun ke tahun, realisasi anggaran, indikator kesejahteraan serta kondisi pelayanan publik dapat digunakan untuk mengukur perubahan secara objektif.

Namun, bahan informasi yang tersedia belum mencantumkan angka capaian pembangunan, besaran anggaran maupun indikator kesejahteraan yang dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau rata-rata nasional. Karena itu, penilaian mengenai posisi Muba dibandingkan daerah lain masih memerlukan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah dan dokumen anggaran.

Baca juga  23 Anak Panti El-Nuza Sekayu Dapat Penetapan Perwalian, Pemkab Muba Perkuat Perlindungan Hukum

Refleksi Tujuh Dekade dan Arah Pembangunan Berikutnya

Pesan Herman Deru menempatkan peringatan hari jadi sebagai pengingat bahwa keberhasilan pembangunan merupakan proses berkelanjutan. Apresiasi terhadap prestasi masa lalu perlu diikuti evaluasi terhadap program yang sedang berjalan dan perencanaan yang mempertimbangkan tantangan masa depan.

Dalam jangka pendek, evaluasi dapat membantu pemerintah mengidentifikasi program prioritas yang membutuhkan percepatan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan pemanfaatan potensi ekonomi. Sementara dalam jangka panjang, konsistensi kebijakan, pengelolaan anggaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Ada satu pesan penting dari momentum ini: kekayaan alam dan prestasi daerah bukanlah tujuan akhir, melainkan modal untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya perlu tercermin dalam peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesempatan ekonomi dan pelayanan publik yang semakin baik.

Peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin pun menjadi kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama. Evaluasi yang terukur, pengelolaan potensi secara bertanggung jawab dan perencanaan sesuai kemampuan keuangan daerah menjadi langkah penting dalam meneruskan pembangunan Muba pada tahun-tahun mendatang. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here