
GARUT, cimutnews.co.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Garut menggelar seminar bertajuk Promosi Produk UMKM melalui Digital dan Investasi Massa Otot di Sekretariat DWP Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang diikuti 50 peserta tersebut memadukan edukasi pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro dengan pemahaman tentang pentingnya menjaga kekuatan otot sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Seminar ini menghadirkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, serta praktisi kesehatan dan kebugaran Hendra Rosada Prayoga. Melalui kegiatan tersebut, DWP mendorong anggotanya agar mampu mengembangkan potensi ekonomi keluarga sekaligus menerapkan pola hidup sehat.
Digitalisasi UMKM Jadi Peluang Penguatan Ekonomi Keluarga
Kegiatan yang diikuti pengurus DWP Kabupaten Garut dan perwakilan DWP tingkat kecamatan ini mengangkat dua isu yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, yakni pengembangan usaha berbasis digital dan pemeliharaan kesehatan fisik.
Perwakilan DWP Kabupaten Garut, Lia Dedy, mengatakan seminar tersebut dirancang untuk memperluas wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam memasarkan produk UMKM serta pentingnya menjaga kesehatan otot sejak dini.
Menurut Lia, kemampuan memanfaatkan teknologi dan kesadaran menjaga kesehatan merupakan bekal penting bagi perempuan dalam menghadapi kebutuhan keluarga yang terus berkembang.
“Melalui seminar ini saya berharap kita semua dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk UMKM dan yang keduanya menjaga tubuh kita dengan berinvestasi pada kesehatan otot sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan narasumber yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan seminar tersebut.
DPMPTSP Garut Dorong Anggota DWP Jadi Penggerak UMKM
Dalam pemaparan materi digitalisasi, Kepala DPMPTSP Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, menjelaskan strategi promosi digital sebagai salah satu upaya memperluas pemasaran produk usaha mikro di lingkungan keluarga.
Ia berharap anggota DWP tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya untuk membangun dan mengembangkan usaha mikro, baik milik sendiri maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Budi juga mendorong anggota DWP mengambil peran sebagai ambasador sekaligus pembina bagi masyarakat dalam memperkenalkan peluang usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
“Harapannya dengan pelatihan ini pertama pengetahuan mereka meningkat, kedua literasi digitalisasi mereka semakin mumpuni, dan yang paling utama adalah bagaimana mereka bisa mendorong dan membangun usaha-usaha mikro, bisa naik kelas, dan menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Garut terjadinya peningkatan ekonomi di Kabupaten Garut,” kata Budi.
Tantangan Membuat Video Promosi
Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia turut menyelenggarakan tantangan pembuatan video promosi produk. Kegiatan praktik ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba menyampaikan keunggulan produk melalui konten digital.
Pendekatan tersebut relevan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab dengan informasi produk melalui media sosial. Bagi pelaku UMKM, kemampuan membuat konten yang informatif, menarik, dan mudah dipahami dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan produk kepada calon pembeli.
Namun, promosi digital juga memerlukan konsistensi, kualitas produk, pelayanan, serta kemampuan menjaga kepercayaan konsumen. Penguasaan media sosial perlu diikuti dengan pengelolaan usaha yang baik agar peningkatan jangkauan promosi dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis.
Investasi Massa Otot untuk Menjaga Kesehatan Perempuan
Selain membahas pengembangan ekonomi, seminar tersebut menghadirkan praktisi kesehatan dan kebugaran Hendra Rosada Prayoga untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga massa dan kekuatan otot, khususnya bagi perempuan.
Hendra menjelaskan bahwa latihan fisik sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan hidup sehat. Ia mengajak peserta agar tidak hanya memahami manfaat olahraga, tetapi juga mulai menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa gerakan yang diperkenalkan meliputi squat, sumo squat, dan push-up, dengan penyesuaian kemampuan fisik masing-masing individu.
“Teman-teman bisa coba di rumah hal-hal yang simpel saja, gerakan yang tadi sudah saya sampaikan, untuk gerakan squat, gerakan sumo, mungkin nanti kalau sudah agak bagus bisa gerakan ke push up, yang simpel yang biasa kita lakukan, hal-hal yang gitu aja sih, yang penting mah ada niat dan action, bukan hanya niat,” ujar Hendra.
Ia menekankan bahwa konsistensi berolahraga merupakan bagian penting dari upaya menjaga kebugaran dan mengurangi risiko gangguan kesehatan. Menurutnya, edukasi mengenai aktivitas fisik masih perlu diperluas, tidak hanya bagi ibu rumah tangga, tetapi juga kalangan pekerja.
“Harapan saya sebagai praktisi itu warga Garut utamanya itu lebih sehat dan bugar. Karena kurangnya edukasi tentang kesehatan itu banyak ya, karena tidak hanya ibu-ibu para tenaga kerja juga banyak yang masih kurang dalam olahraga,” tandasnya.
Literasi Digital dan Kesehatan Menjadi Modal Pemberdayaan
Seminar DWP Kabupaten Garut ini memperlihatkan keterkaitan antara pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas hidup. Kemampuan memasarkan produk melalui teknologi digital dapat membuka peluang usaha, sementara kebiasaan menjaga kebugaran berperan dalam mendukung aktivitas sehari-hari.
Dari sisi ekonomi, tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pembuatan video promosi menjadi langkah pengenalan, tetapi pengembangan usaha juga membutuhkan strategi pemasaran, pencatatan keuangan, inovasi produk, dan pelayanan konsumen.
Sementara dari sisi kesehatan, edukasi latihan fisik perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan yang realistis dan sesuai kondisi tubuh. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara teratur dapat menjadi pintu masuk untuk membangun gaya hidup aktif, dengan tetap memperhatikan kemampuan dan keselamatan masing-masing peserta.
Inti kegiatan: Penguatan kapasitas perempuan melalui literasi digital dan edukasi kebugaran menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang produktif dan sehat. Keberlanjutan manfaat seminar akan bergantung pada penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Garut diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperluas wawasan anggotanya, mendorong pertumbuhan usaha mikro, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran.(Holil)

















