Beranda OKI Mandira Beasiswa Mahasiswa OKI Diperluas, Pemkab Gandeng Perusahaan Mulai 2027

Beasiswa Mahasiswa OKI Diperluas, Pemkab Gandeng Perusahaan Mulai 2027

10
0
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan rencana perluasan program beasiswa bagi mahasiswa asal OKI melalui kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan pada Wisuda Angkatan XV Uniski Kayuagung, Kamis (17/9/2026). (Foto: Asep/cimutnews.co.id

KAYUAGUNG, cimutnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyiapkan perluasan beasiswa mahasiswa OKI dengan melibatkan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Skema pembiayaan pendidikan itu ditargetkan mulai diperluas pada 2027, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rencana tersebut disampaikan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki saat menghadiri Wisuda Angkatan XV Universitas Islam Ogan Komering Ilir (Uniski) Kayuagung, Kamis (17/9/2026). Kebijakan ini diarahkan untuk memperbesar jumlah mahasiswa asal OKI yang memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan.

Pemkab OKI Siapkan Skema Beasiswa Melalui Dunia Usaha

Muchendi mengatakan program beasiswa yang selama ini berjalan masih memiliki keterbatasan dari sisi cakupan penerima. Karena itu, Pemkab OKI mulai membuka komunikasi dengan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di daerah tersebut.

Menurut Muchendi, keterlibatan perusahaan diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pembiayaan sehingga kesempatan mahasiswa OKI memperoleh bantuan pendidikan menjadi lebih luas.

“Beasiswa ini tidak hanya melalui APBD. Kami juga sudah berkomunikasi dengan perusahaan di OKI agar turut memberikan kuota beasiswa,” kata Muchendi.

Pemkab OKI menargetkan perluasan program mulai dilaksanakan pada 2027. Pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Dengan demikian, rencana tersebut bukan sekadar menambah sumber pendanaan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan dunia usaha dalam memperkuat akses pendidikan tinggi.

Mengapa Perusahaan Dilibatkan?

Pelibatan dunia usaha menjadi penting karena kebutuhan pendidikan tinggi tidak selalu dapat ditopang oleh anggaran pemerintah daerah saja. Perusahaan yang beroperasi di suatu wilayah juga memiliki kepentingan sosial dan pembangunan masyarakat sekitar.

Namun, perluasan beasiswa membutuhkan mekanisme yang jelas. Mulai dari kriteria penerima, besaran bantuan, proses seleksi, pelaporan hingga pengawasan perlu dirancang agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga  Pemkab OKI Gelar Pasar Murah Bahan Pokok Jelang Lebaran

191 Mahasiswa Uniski Resmi Diwisuda

Pernyataan mengenai perluasan beasiswa tersebut disampaikan dalam momentum Wisuda Angkatan XV Uniski Kayuagung.

Sebanyak 191 mahasiswa dinyatakan mengikuti prosesi wisuda. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, para lulusan akan memasuki berbagai ruang kehidupan, mulai dari dunia kerja, dunia usaha hingga pengabdian kepada masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan lulusan perguruan tinggi bukan hanya berkaitan dengan jumlah sarjana. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kompetensi mereka dapat digunakan untuk memperkuat pembangunan daerah.

Rektor Uniski Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Faizal, DEA, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter.

“Lulusan tidak hanya harus unggul dalam kompetisi, tetapi juga kuat dalam karakter dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Faizal.

Beasiswa Bukan Sekadar Membayar Kuliah

Pesan yang disampaikan Muchendi kepada para wisudawan memperlihatkan bahwa bantuan pendidikan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

Ia meminta lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Perubahan teknologi, ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja membuat kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari perjalanan setelah kuliah.

“Teruslah menjadi manusia pembelajar. Setelah lulus, yang dilihat bukan hanya gelar dan nilai, tetapi apa yang bisa diberikan kepada masyarakat,” kata Muchendi.

Pernyataan tersebut menjadi relevan karena pendidikan tinggi saat ini tidak berhenti pada perolehan ijazah. Pemerintah pusat juga menempatkan perluasan akses pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja sebagai bagian dari kebijakan pendidikan. Pada 2026, pemerintah menyebut KIP Kuliah menjangkau 1,2 juta mahasiswa sebagai salah satu bentuk dukungan akses pendidikan tinggi.

Artinya, program daerah seperti beasiswa mahasiswa OKI dapat menjadi pelengkap bagi skema bantuan pendidikan yang telah tersedia secara nasional, terutama jika diarahkan kepada kebutuhan dan karakteristik masyarakat daerah.

Baca juga  Bupati OKI Dukung Program Gerina, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Cik Ujang: Gelar Akademik Membawa Tanggung Jawab

Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang dalam kesempatan yang sama mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukan tujuan akhir pendidikan.

Menurut dia, ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi harus diwujudkan melalui manfaat nyata bagi masyarakat.

“Gelar bukan tujuan akhir. Yang penting adalah manfaat yang bisa saudara berikan kepada masyarakat,” kata Cik Ujang.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan lulusan perguruan tinggi sebagai bagian dari sumber daya manusia yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Tantangan Implementasi Beasiswa Mulai 2027

Rencana perluasan beasiswa melalui perusahaan memiliki peluang memperbesar akses bantuan pendidikan, tetapi efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh desain program.

Sedikitnya terdapat beberapa hal yang perlu diperjelas sebelum program berjalan penuh pada 2027:

  • kriteria mahasiswa penerima;
  • bentuk dan besaran bantuan;
  • mekanisme pengajuan dan seleksi;
  • pembagian peran Pemkab OKI dan perusahaan;
  • sistem pengawasan serta pelaporan;
  • keberlanjutan pembiayaan.

Kejelasan mekanisme menjadi penting agar program tidak berhenti sebagai komitmen, tetapi benar-benar menghasilkan tambahan penerima manfaat.

Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Perlu Terukur

Secara nasional, dukungan pembiayaan pendidikan juga dilakukan melalui berbagai skema afirmasi. Pemerintah pada 2026 melanjutkan sejumlah kebijakan bantuan pendidikan dan memperluas dukungan agar akses pendidikan dapat menjangkau kelompok yang membutuhkan.

Di tingkat daerah, kolaborasi dengan perusahaan dapat memberikan pendekatan yang lebih spesifik. Namun, program akan memiliki dampak lebih besar apabila data calon penerima disusun secara akurat dan indikator keberhasilannya dapat diukur.

nilai strategis rencana Pemkab OKI bukan hanya pada bertambahnya sumber dana beasiswa, melainkan pada kemungkinan terbentuknya ekosistem pembiayaan pendidikan daerah. Jika pemerintah menyediakan kerangka dan pengawasan, perguruan tinggi menyediakan pembinaan, sementara dunia usaha ikut mendukung pembiayaan, manfaatnya dapat melampaui satu angkatan mahasiswa.

Baca juga  Gerai Sembako OKI, Sediakan Pangan Murah Terjangkau

Dari Beasiswa Menuju SDM OKI

Dalam jangka pendek, perluasan beasiswa dapat membantu mahasiswa mengurangi beban biaya pendidikan. Dalam jangka panjang, program tersebut berpotensi memperbesar jumlah sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang dapat kembali berkontribusi di OKI.

Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari berapa banyak mahasiswa yang menerima bantuan. Indikator yang lebih substantif adalah keberlanjutan pendidikan, kelulusan tepat waktu, keterhubungan dengan dunia kerja dan kontribusi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebanyak 191 lulusan Uniski yang diwisuda pada Angkatan XV menjadi gambaran bahwa proses pendidikan akhirnya bermuara pada tahap berikutnya: bagaimana ilmu yang diperoleh diterapkan di tengah masyarakat.

Bagi OKI, agenda berikutnya bukan hanya memperluas akses untuk masuk perguruan tinggi, tetapi memastikan semakin banyak anak daerah mampu menyelesaikan pendidikan tinggi dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Dengan target perluasan mulai 2027, publik kini menunggu bentuk konkret kolaborasi Pemkab OKI dan dunia usaha, termasuk jumlah kuota, kriteria penerima, besaran bantuan serta mekanisme penyalurannya. Kejelasan aspek tersebut akan menjadi ukuran penting apakah gagasan memperluas beasiswa mahasiswa OKI benar-benar mampu membuka lebih banyak pintu pendidikan bagi generasi muda daerah.

Sumber : Diskominfo OKI

Penulis ; Asep

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here