Beranda Muara Enim Bintang Nazhifah Bawa Nama Muara Enim ke Jambore Pramuka Dunia 2027 di...

Bintang Nazhifah Bawa Nama Muara Enim ke Jambore Pramuka Dunia 2027 di Polandia

4
0
Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Muara Enim di Lapangan Merdeka Muara Enim. (Foto: Eko/cimutnews.co.id)

MUARA ENIM, cimutnews.co.id — Prestasi anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Muara Enim kembali menembus panggung internasional. Bintang Nazhifah Banafsha (15), siswi SMA Negeri 1 Muara Enim, terpilih mewakili Indonesia dalam World Scout Jamboree 2027 yang akan berlangsung di Gdańsk, Polandia.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Muara Enim. Apresiasi disampaikan saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Muara Enim di Lapangan Merdeka Muara Enim, Senin (7/9/2026).

Prestasi Pramuka Muara Enim Menembus Level Internasional

Dalam apel yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Deddy Arianto Sutopo, S.Pd., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Ir. Yulius, M.Si., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumarni menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda daerah untuk berkompetisi di luar negeri.

Menurut dia, keberhasilan anggota Pramuka Muara Enim di tingkat provinsi, nasional hingga internasional bukan sekadar pencapaian individu. Prestasi itu menjadi indikator bahwa pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki keterampilan, ketangguhan, kreativitas dan kemampuan beradaptasi.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim, kata Sumarni, berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan. Dukungan tersebut dinilai penting karena pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman organisasi, kegiatan lapangan dan interaksi sosial.

World Scout Jamboree sendiri merupakan salah satu kegiatan pendidikan kepemudaan terbesar dalam gerakan kepanduan dunia. Menurut World Organization of the Scout Movement (WOSM), kegiatan tersebut mempertemukan pramuka dari berbagai negara untuk mengikuti kegiatan luar ruang, pertukaran budaya, pembelajaran serta pengembangan kepemimpinan.

Jambore Dunia 2027 Digelar di Gdańsk, Polandia

Berdasarkan informasi resmi WOSM, 26th World Scout Jamboree dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 8 Agustus 2027 di Gdańsk, Polandia. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Związek Harcerstwa Polskiego sebagai organisasi kepanduan nasional Polandia.

Baca juga  KAI Divre III Palembang Serahkan Mobil Toilet Senilai Rp1 Miliar untuk Pemkab Muara Enim, Dukung Layanan Publik dan Kesiapsiagaan Bencana

WOSM mencatat World Scout Jamboree terbuka bagi peserta pramuka usia 14 hingga 17 tahun dari organisasi anggota WOSM. Hingga 2026, persiapan Jambore Dunia Polandia telah memasuki tahap pelaksanaan dengan pendaftaran peserta, pembangunan lokasi, pengadaan, kesiapan relawan serta sistem keselamatan yang berjalan secara paralel.

Data pembaruan WOSM pada Juli 2026 menunjukkan pendaftaran telah mencapai 42.950 orang. Angka tersebut terdiri atas 32.270 peserta muda dan pembina dewasa, 9.351 anggota International Service Team serta 1.337 anggota Contingent Management Team dari 160 kontingen.

Besarnya skala kegiatan membuat keikutsertaan Bintang Nazhifah memiliki arti lebih luas bagi Muara Enim. Ia tidak hanya membawa nama sekolah atau daerah, tetapi juga menjadi bagian dari representasi Indonesia dalam forum kepanduan internasional.

Kwarcab Muara Enim Catat Sejumlah Prestasi

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Muara Enim Yudhistira Dwi Putra, S.E., dalam laporan pada Apel Besar Hari Pramuka ke-65 menyebut keberhasilan menembus Jambore Dunia Polandia merupakan bagian dari hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Selain capaian tersebut, Kwarcab Muara Enim juga mencatat prestasi melalui predikat Tapak Tenda Terbaik dan Putri Jamnas XII.

Menurut Yudhistira, Apel Besar Hari Pramuka tahun ini juga mencatat kehadiran sekitar 3.000 peserta. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kepramukaan masih memiliki basis partisipasi yang besar di lingkungan pendidikan dan masyarakat Muara Enim.

Kwarcab Muara Enim menyatakan akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan karakter dan kegiatan kepramukaan di berbagai satuan pendidikan.

Pramuka Didorong Ikut Mitigasi Karhutla

Di tengah capaian prestasi tersebut, Pemkab Muara Enim juga menempatkan Pramuka pada fungsi sosial yang lebih luas.

Sumarni meminta anggota Pramuka ikut berperan dalam menyosialisasikan larangan pembakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan itu menjadi relevan karena persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi dan kualitas udara.

Baca juga  Matangkan persiapan Ikuti Pameran Nusa 2023, Pemkab Muara Enim Gelar Rapat

Peran pelajar dan organisasi kepemudaan dalam penyebaran informasi menjadi penting karena edukasi pencegahan dapat dilakukan hingga lingkungan sekolah, keluarga dan komunitas.

Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak berhenti pada latihan baris-berbaris, perkemahan atau kompetisi. Organisasi tersebut dapat menjadi ruang pendidikan praktis yang menghubungkan keterampilan individu dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

  Prestasi Internasional Harus Diikuti Pembinaan Berkelanjutan

Keberhasilan Bintang Nazhifah menembus Jambore Dunia memperlihatkan bahwa pembinaan kepanduan di daerah dapat membuka akses generasi muda ke ruang internasional. Namun, keberhasilan seorang peserta tidak semestinya berhenti sebagai pencapaian seremonial.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalaman internasional tersebut dapat menjadi pengetahuan yang kembali dibawa ke sekolah dan lingkungan Pramuka di Muara Enim. Jika proses berbagi pengalaman, pengembangan keterampilan dan kaderisasi berjalan konsisten, satu prestasi dapat menghasilkan efek berantai bagi peserta didik lainnya.

Skala World Scout Jamboree juga menunjukkan bahwa peserta akan berada dalam lingkungan yang menuntut kemampuan komunikasi, kolaborasi lintas budaya, kemandirian dan kepemimpinan. WOSM menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang pendidikan luar ruang yang mendorong pengembangan keterampilan dan pemahaman antarbudaya.

Karena itu, persiapan menuju Polandia seharusnya tidak hanya berorientasi pada keberangkatan. Pembinaan bahasa, wawasan internasional, kesiapan budaya, kemampuan bekerja dalam tim dan pemahaman mengenai isu lingkungan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Dari Muara Enim ke Forum Kepanduan Dunia

Ada satu hal yang membuat prestasi ini penting bagi daerah: jalur menuju panggung internasional tidak selalu dimulai dari kota besar.

Terpilihnya pelajar Muara Enim untuk mengikuti Jambore Dunia menunjukkan bahwa kualitas pembinaan dan kesempatan berkompetisi dapat membawa talenta daerah memasuki ruang global. Tantangannya kini adalah bagaimana pemerintah, sekolah dan Kwarcab memastikan keberhasilan tersebut menjadi model pembinaan yang dapat diikuti lebih banyak pelajar.

Baca juga  Hj. Sumarni Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-53 PDI Perjuangan, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Rakyat

Bagi Muara Enim, keberangkatan Bintang Nazhifah pada 2027 juga dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi generasi mudanya di tingkat internasional.

Momentum Memperkuat Pendidikan Karakter

Apel Besar Hari Pramuka ke-65 dengan sekitar 3.000 peserta sekaligus capaian internasional Bintang Nazhifah memperlihatkan dua sisi perkembangan kepramukaan Muara Enim: basis partisipasi yang besar di daerah dan munculnya kader yang mampu mencapai tingkat global.

Ke depan, konsistensi pembinaan menjadi faktor penentu. Prestasi internasional akan memiliki dampak lebih besar apabila diikuti sistem kaderisasi yang terukur, dukungan sekolah dan pemerintah daerah, serta kesempatan bagi peserta didik lain untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Bagi Bintang Nazhifah, perjalanan menuju Polandia menjadi kesempatan untuk belajar dan membawa nama Indonesia. Bagi Muara Enim, capaian itu menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan karakter dan kepemudaan dapat menghasilkan prestasi yang melampaui batas daerah.(Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here