
PALEMBANG, cimutnews.co.id – Program penyembelihan hewan kurban yang digelar Partai Gerindra Sumatera Selatan pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah menjadi perhatian publik. Di tengah semangat berbagi yang digaungkan, sejumlah warga mengaku berharap distribusi bantuan sosial seperti daging kurban dapat menjangkau lebih luas dan lebih merata.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, Kartika Sandra Desi, menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan momentum memperkuat rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Kami memaknai Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dari ibadah kurban ini kami belajar tentang keikhlasan, tentang berbagi, dan tentang pentingnya memberikan manfaat kepada orang lain,” ujar Kartika Sandra Desi saat menghadiri pemotongan hewan kurban di Kantor DPD Gerindra Sumsel, Jalan Soekarno Hatta, Palembang, Kamis (28/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Partai Gerindra Sumsel menyebut menyalurkan total 50 hewan kurban di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Jumlah itu terdiri dari 30 ekor sapi serta sisanya kambing dan domba.
Khusus di Kantor DPD Gerindra Sumsel Palembang, panitia menyembelih 14 ekor sapi dan 2 ekor kerbau yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, kader, simpatisan, dan pengurus partai.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, masih ada sejumlah warga yang berharap distribusi kurban ke depan dapat dilakukan lebih merata, terutama bagi masyarakat di kawasan padat penduduk yang selama ini mengaku belum sepenuhnya tersentuh pembagian bantuan serupa.
Beberapa warga di sekitar lokasi mengaku kegiatan sosial seperti ini memang membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, sebagian berharap data penerima dapat diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak keluarga.
“Kalau bisa pembagian ke depan lebih luas lagi, karena masih ada warga yang kadang belum kebagian,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, kegiatan kurban yang dilakukan partai politik menjelang momentum sosial keagamaan juga kerap menjadi perhatian publik. Tidak sedikit masyarakat yang menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kedekatan partai dengan warga akar rumput.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pendataan penerima manfaat maupun pola distribusi di tiap daerah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pemerataan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat di lapisan bawah.
Pengamat sosial di Palembang menilai kegiatan kurban massal memang memiliki dampak sosial positif, terutama dalam mempererat hubungan antarmasyarakat. Namun transparansi distribusi dan keberlanjutan program sosial dinilai tetap penting agar manfaatnya tidak hanya terasa sesaat.
Kartika sendiri menegaskan bahwa pihaknya ingin kegiatan berbagi seperti ini terus menjadi budaya positif di lingkungan partai maupun masyarakat Sumatera Selatan secara umum.
Hingga kini, kegiatan sosial berbasis kurban masih menjadi salah satu agenda yang dinilai efektif membangun kedekatan dengan masyarakat. Namun pertanyaannya, apakah manfaatnya benar-benar sudah dirasakan merata, atau masih ada warga yang belum tersentuh. (Poerba)

















