Beranda Palembang Gubernur Herman Deru Salat Jumat di Gandus, Serahkan Bantuan AC dan Dana...

Gubernur Herman Deru Salat Jumat di Gandus, Serahkan Bantuan AC dan Dana untuk Masjid Al Ittihad

6
0
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama pengurus dan jemaah Masjid Al Ittihad, Pulo Kerto, Gandus, Palembang, usai pelaksanaan Salat Jumat.(Foto:Poerba/cimutnews)

PALEMBANG, cimutnews.co.id – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Ittihad, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Jumat (11/9/2026).

Kedatangan Gubernur Herman Deru disambut pengurus serta jemaah Masjid Al Ittihad. Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung fasilitas dan kenyamanan kegiatan ibadah di masjid tersebut.

Bantuan itu tidak hanya berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tetapi juga melibatkan BNI, BAZNAS Sumsel, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Bantuan AC dan Dana untuk Masjid

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyerahkan tiga unit pendingin udara (AC) dan bantuan dana sebesar Rp15 juta kepada Masjid Al Ittihad.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan fasilitas masjid sehingga kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan jemaah dapat berlangsung lebih nyaman.

Dukungan serupa datang dari jajaran BNI. Pimpinan Wilayah dan Wakil Pimpinan Wilayah BNI memberikan dua unit AC sekaligus membantu biaya tambahan daya listrik.

BAZNAS dan OPD Sumsel Turut Memberikan Bantuan

Dukungan terhadap Masjid Al Ittihad juga diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Selatan berupa bantuan senilai Rp5 juta.

Selain itu, bantuan fasilitas berupa AC juga diberikan oleh sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Jika dihitung berdasarkan nilai bantuan yang disebutkan dalam informasi tersebut, sedikitnya terdapat Rp20 juta bantuan dana langsung, di luar bantuan berupa unit AC dan dukungan penambahan daya listrik.

Kolaborasi Lintas Institusi untuk Fasilitas Rumah Ibadah

Kunjungan Gubernur Sumsel ke Masjid Al Ittihad memiliki dimensi yang lebih luas dibanding agenda Salat Jumat. Bantuan yang diberikan memperlihatkan adanya keterlibatan sejumlah pihak dalam memenuhi kebutuhan fasilitas rumah ibadah di lingkungan masyarakat.

Baca juga  Masjid Diresmikan Megah, Harapan Besar Kini Jadi Sorotan

Masjid bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan salat berjemaah. Dalam kehidupan masyarakat, rumah ibadah juga dapat menjadi ruang interaksi sosial dan kegiatan keagamaan. Karena itu, kondisi fasilitas dasar menjadi salah satu unsur yang berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat ketika menggunakan fasilitas tersebut.

Bantuan AC, misalnya, berkaitan langsung dengan kenyamanan jemaah, terutama ketika masjid digunakan dalam kondisi cuaca panas atau untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang. Sementara bantuan biaya tambahan daya listrik menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas membutuhkan dukungan terhadap infrastruktur pendukung, bukan sekadar pengadaan perangkat.

Mengapa Bantuan Fasilitas Masjid Menjadi Penting?

Dari sisi pengelolaan fasilitas publik berbasis komunitas, bantuan seperti ini menunjukkan bahwa kebutuhan rumah ibadah dapat melibatkan lebih dari satu sumber pendanaan.

Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendukung kehidupan sosial masyarakat, sementara lembaga seperti BAZNAS memiliki instrumen penghimpunan dan penyaluran dana zakat. Di sisi lain, keterlibatan sektor perbankan melalui bantuan sosial perusahaan dapat memperluas kapasitas dukungan terhadap fasilitas masyarakat.

Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, tambahan AC dan dukungan daya listrik dapat meningkatkan kenyamanan jemaah Masjid Al Ittihad. Bantuan dana juga memberi ruang bagi pengurus untuk memenuhi kebutuhan operasional atau keperluan lain sesuai prioritas masjid.

Dalam jangka panjang, tantangannya adalah memastikan fasilitas yang telah diberikan dapat dirawat dan digunakan secara berkelanjutan. Pengurus masjid perlu memperhitungkan biaya listrik, pemeliharaan AC, serta pengelolaan fasilitas agar bantuan tidak berhenti pada tahap pengadaan.

bagian penting dari bantuan ini bukan hanya jumlah perangkat yang diterima, melainkan pola kolaborasinya. Ketika pengadaan fasilitas diikuti dukungan terhadap kapasitas listrik, bantuan menjadi lebih fungsional karena perangkat yang diberikan memiliki infrastruktur pendukung untuk dapat digunakan secara optimal.

Baca juga  Ziarah Nasional di TMP Ksatria Ksetra Siguntang: TNI Sumsel Kenang Jasa Pahlawan di HUT ke-80

Bantuan Tidak Berhenti pada Seremonial

Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan keagamaan memiliki nilai sosial karena membuka ruang interaksi langsung dengan masyarakat. Namun, efektivitas bantuan pada akhirnya ditentukan oleh manfaat yang dirasakan jemaah dan kemampuan pengurus menjaga fasilitas tersebut.

Karena itu, bantuan Masjid Al Ittihad di Pulo Kerto dapat dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat fasilitas pelayanan keagamaan di tingkat masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan perangkat daerah juga menjadi pola yang dapat mendukung kebutuhan fasilitas sosial apabila dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rangkaian Bantuan Masjid Al Ittihad

Berdasarkan informasi yang disampaikan, bantuan dalam kegiatan tersebut meliputi:

  • Gubernur Sumsel H. Herman Deru: 3 unit AC dan Rp15 juta.
  • Pimpinan Wilayah dan Wakil Pimpinan Wilayah BNI: 2 unit AC dan biaya tambahan daya listrik.
  • BAZNAS Sumsel: Rp5 juta.
  • Kadis DLHP, Kadis BKD, dan Kadis Perkim: bantuan 1 unit AC.

Dengan demikian, sedikitnya enam unit AC disebutkan diberikan dalam rangkaian bantuan tersebut, ditambah dukungan daya listrik serta bantuan dana tunai.

Kunjungan Gubernur Herman Deru ke Masjid Al Ittihad, Pulo Kerto, Gandus, Palembang, pada Jumat (11/9/2026) tidak hanya diisi dengan pelaksanaan Salat Jumat. Agenda tersebut juga menjadi momentum penyerahan bantuan fasilitas dan dana yang melibatkan pemerintah, BNI, BAZNAS Sumsel, serta sejumlah perangkat daerah.

Bagi jemaah, manfaat paling langsung adalah meningkatnya fasilitas kenyamanan masjid. Sementara bagi pengelola, pekerjaan berikutnya adalah memastikan bantuan tersebut dirawat dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan ibadah serta aktivitas masyarakat. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here