Beranda Nusantara Hari Posyandu Nasional 2026, Kota Kediri Luncurkan Posyandu 6 SPM: Layanan Kesehatan...

Hari Posyandu Nasional 2026, Kota Kediri Luncurkan Posyandu 6 SPM: Layanan Kesehatan Kini Terintegrasi dalam Satu Titik

7
0
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat meluncurkan Posyandu 6 SPM di Wisma Pondok Wali Barokah, Kecamatan Pesantren.(Foto:Fm/cimutnews.co.id)

KEDIRI, Cimutnews.co.id,– Peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh setiap 29 April dimanfaatkan Pemerintah Kota Kediri untuk melakukan terobosan baru. Melalui peluncuran Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), layanan kepada masyarakat kini diklaim lebih terpadu dan mudah diakses dalam satu lokasi.

Peluncuran Posyandu 6 SPM tersebut digelar di Wisma Pondok Wali Barokah, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis masyarakat.

Aktivitas pelayanan kesehatan warga di Posyandu Seruni Wali Barokah yang menjadi percontohan layanan terpadu di Kota Kediri. (Foto:Fm/cimutnews.co.id)

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mengubah peran Posyandu yang sebelumnya hanya berfokus pada layanan kesehatan dasar, menjadi pusat pelayanan publik terintegrasi.

Menurut Vinanda, keberhasilan Posyandu Seruni Wali Barokah yang meraih peringkat dua terbaik tingkat nasional pada 2025 menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat berjalan efektif.

“Posyandu ini luar biasa, peringkat dua se-Indonesia tahun 2025. Saya terkesan dengan kemandirian kader, bahkan ada yang membeli tablet sendiri untuk operasional. Ini dedikasi yang harus kita dukung,” ujarnya (30/4).

Transformasi Posyandu 6 SPM membawa perubahan signifikan dalam pola pelayanan. Jika sebelumnya kader melakukan layanan secara terpisah dan mendatangi rumah warga, kini seluruh layanan dikonsolidasikan dalam satu titik Posyandu.

“Sekarang kader dari berbagai bidang hadir bersamaan. Masyarakat bisa berkonsultasi tidak hanya soal kesehatan, tapi juga pendidikan hingga lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH Drs Sunarto, menyambut positif inovasi tersebut. Ia menilai keberadaan Posyandu Seruni telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Burengan.

“Kami bersyukur atas kolaborasi ini. Kader di sini mayoritas warga pondok yang ingin berkontribusi untuk masyarakat. Perluasan fungsi Posyandu menjadi tantangan sekaligus peluang,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi kader, terutama dalam menghadapi perluasan layanan di luar sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca juga  Optimalkan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai, Dinkes Kabupaten Blitar Prioritaskan Yankes Warga Kurang Mampu

“Mempertahankan prestasi itu tidak mudah. Kami berharap ada pembekalan berkelanjutan agar kader siap menghadapi bidang baru,” tambahnya.

Peluncuran Posyandu 6 SPM ini tidak hanya bersifat seremonial. Pemerintah Kota Kediri menargetkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui layanan terpadu, termasuk pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, kolesterol, serta integrasi layanan sosial lainnya.

“Tujuannya agar program pemerintah tepat sasaran. Setiap permasalahan di lingkungan bisa langsung ditangani melalui integrasi layanan ini,” pungkas Vinanda.(fm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here