Beranda OKI Mandira Pemagangan Jepang OKI 2026 Dimulai, Puluhan Peserta Disiapkan Hadapi Seleksi Nasional

Pemagangan Jepang OKI 2026 Dimulai, Puluhan Peserta Disiapkan Hadapi Seleksi Nasional

4
0
Wakil Bupati OKI Supriyanto membuka Pelatda Tahap I Program Pemagangan Jepang Angkatan 2026/2027 di Teluk Gelam.(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mempersiapkan tenaga kerja berdaya saing internasional melalui Pelatihan Daerah (Pelatda) Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026/2027. Sebanyak 66 peserta resmi mengikuti pelatihan yang dibuka di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam, Rabu (29/4).

Program pemagangan Jepang OKI 2026 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja luar negeri bagi generasi muda, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menghadapi persaingan tenaga kerja global.

Pemkab OKI Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab Peserta

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sikap dan nama baik selama mengikuti program. Menurutnya, peserta pemagangan bukan hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mewakili daerah hingga negara.

Peserta Diminta Menjaga Nama Baik Indonesia

Dalam sambutannya, Supriyanto menekankan bahwa keberhasilan peserta di Jepang nantinya tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, tetapi juga perilaku dan kedisiplinan selama menjalani proses pelatihan.

“Jaga nama baik keluarga, bukan hanya kabupaten dan provinsi. Di pundak kalian itu membawa nama Indonesia (NKRI),” kata Supriyanto.

Ia menyebut pelatda menjadi tahap penting untuk melihat kesiapan mental dan komitmen peserta sebelum melanjutkan ke proses seleksi berikutnya.

Pelatda Jadi Tahap Penentuan

Menurut Supriyanto, peserta yang mampu bertahan dan menunjukkan disiplin tinggi selama pelatihan akan memiliki peluang lebih besar lolos ke tahapan nasional.

“Manfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena dari sini akan terlihat siapa yang benar-benar siap melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Pelatihan Fokus Mental, Bahasa, dan Budaya Kerja Jepang

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menjelaskan bahwa pelatda bukan sekadar latihan fisik, melainkan proses pembentukan karakter tenaga kerja siap global.

Baca juga  BBPOM Palembang dan Pemkab OKI Periksa Takjil di Kayuagung, 20 Sampel Makanan Dinyatakan Aman

Peserta Dibekali Budaya Kerja Jepang

Antonio mengatakan pelatihan dirancang secara menyeluruh mulai dari pembinaan mental, fisik, dasar bahasa Jepang, hingga pemahaman budaya kerja yang dikenal disiplin dan terstruktur.

“Pelatihan ini merupakan tahapan awal yang sangat menentukan untuk membentuk tenaga kerja yang disiplin, tangguh, dan berdaya saing global,” katanya.

Selain kemampuan teknis, peserta juga dilatih membangun etos kerja tinggi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Kegiatan Berlangsung Selama 60 Hari

Pelatda Tahap I berlangsung selama 60 hari, terhitung mulai 23 April hingga 23 Juni 2026 dan dipusatkan di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam.

Sebanyak 66 peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKI serta sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan. Mereka akan menjalani proses pembinaan intensif sebelum mengikuti seleksi tingkat nasional.

Antonio menegaskan bahwa pelatda menjadi salah satu tahap penyaringan utama sebelum peserta benar-benar diberangkatkan ke Jepang.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan mental dan fisik, membekali dasar bahasa Jepang dan budaya kerja, serta membentuk karakter disiplin dan etos kerja tinggi,” ujarnya.

Pemagangan Jepang Masih Jadi Jalur Favorit Pekerja Muda

Program pemagangan ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir masih menjadi salah satu jalur kerja luar negeri yang paling diminati generasi muda daerah. Selain menawarkan pengalaman internasional, program ini juga dinilai mampu meningkatkan keterampilan kerja peserta secara signifikan.

Di berbagai daerah di Indonesia, lulusan program pemagangan Jepang umumnya memiliki peluang lebih besar masuk ke sektor industri manufaktur, otomotif, hingga teknologi setelah kembali ke tanah air.

Micro-insight yang mulai terlihat adalah perubahan orientasi tenaga kerja muda di daerah. Jika sebelumnya mayoritas hanya berfokus mencari pekerjaan lokal, kini semakin banyak generasi muda yang mulai membidik kompetensi global dan pengalaman kerja internasional sebagai modal masa depan.

Baca juga  Forkopimda OKI Solid Kawal Masyarakat Rayakan Malam Pergantian Tahun Baru

Pelatda Jadi Investasi SDM Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, program pemagangan Jepang dapat membantu membuka akses kerja bagi pemuda daerah di tengah ketatnya persaingan lapangan pekerjaan domestik. Program ini juga memberi kesempatan peserta memperoleh penghasilan, pengalaman kerja, dan transfer keterampilan dari industri Jepang.

Namun dampak jangka panjang yang lebih penting adalah terbentuknya tenaga kerja lokal dengan standar disiplin dan produktivitas internasional. Pengalaman tersebut berpotensi meningkatkan kualitas SDM daerah ketika peserta kembali dan masuk ke sektor industri nasional maupun usaha mandiri.

Meski demikian, tantangan terbesar program pemagangan luar negeri tetap terletak pada kesiapan mental peserta. Tidak sedikit peserta dari berbagai daerah gagal bertahan karena kendala adaptasi budaya, tekanan kerja, hingga kemampuan bahasa asing yang belum memadai.

Karena itu, penguatan pelatihan dasar seperti yang dilakukan Pemkab OKI menjadi faktor penting agar peserta tidak hanya lolos seleksi, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang selama menjalani program di Jepang.

Pelatda Program Pemagangan Jepang OKI 2026 menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja muda yang kompetitif di tingkat global. Melalui pembinaan disiplin, bahasa, dan budaya kerja, peserta diharapkan mampu menjadi representasi positif daerah sekaligus Indonesia di dunia internasional.

Dengan persaingan kerja yang semakin terbuka, program seperti ini dinilai bukan hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here