Beranda Investigasi Jalan Rusak Mesidah Disorot, Warga Tempuh Dua Jam demi Sekolah dan Berobat

Jalan Rusak Mesidah Disorot, Warga Tempuh Dua Jam demi Sekolah dan Berobat

9
0
Kondisi jalan rusak dan berlumpur di Kecamatan Mesidah, Bener Meriah, dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan. (foto: timred/CN/)

Mesidah, Bener Meriah, cimutnews.co.id  — Buruknya kondisi akses jalan di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, kembali menuai sorotan masyarakat. Jalan yang rusak, sempit, terjal, dan licin disebut telah memperlambat mobilitas warga hingga menyebabkan waktu tempuh perjalanan membengkak mencapai dua jam.

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi dari sejumlah warga di Mesidah, persoalan jalan rusak tersebut bukan lagi sekadar keluhan rutin, melainkan sudah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Warga dari berbagai kalangan mengaku harus menghadapi medan ekstrem hampir setiap hari. Mulai dari petani, guru, tenaga kesehatan, orang tua wali murid, hingga masyarakat umum disebut mengalami kesulitan saat melintasi jalur penghubung menuju wilayah Bandar dan sekitarnya.

Kondisi paling dikeluhkan berada di sejumlah titik sempit dan rawan, termasuk kawasan sekitar Jembatan Kanis yang dinilai semakin berbahaya ketika hujan turun.

Salah satu warga berinisial Jr mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi jalan semakin parah.

“Pemerintah harus segera turun tangan. Kami butuh alat berat untuk memperbaiki dan memperlebar jalan, khususnya di jalur yang sangat terjal dan sempit,” ujarnya kepada CimutNews.co.id, Senin (27/4/2026).

Menurut hasil penelusuran di lapangan, kerusakan jalan turut memengaruhi aktivitas belajar mengajar. Sejumlah warga mengaku anak-anak sekolah sering terlambat karena kendaraan sulit melintas di beberapa titik berlumpur dan licin.

Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan juga disebut ikut terganggu akibat sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan cepat.

Di sektor ekonomi, para petani menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka tetap harus mengangkut hasil panen melewati jalur ekstrem demi menjual komoditas ke luar wilayah Mesidah.

Baca juga  Dampak Gempa 6,4 SR Pacitan, Robohkan Rumah Tua Di Kota Blitar

Warga menyebut kendaraan pengangkut hasil pertanian kerap tergelincir bahkan nyaris terbalik saat melintasi jalan rusak, terutama ketika musim hujan datang.

Akibat distribusi yang terhambat, biaya angkut hasil pertanian ikut meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada turunnya harga jual di tingkat petani karena biaya operasional membengkak.

Situasi itu dinilai memperlihatkan belum optimalnya perhatian terhadap infrastruktur dasar yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat pedalaman.

Warga menilai pemerintah daerah perlu segera melakukan penanganan cepat, baik melalui pengerahan alat berat maupun perbaikan permanen agar akses jalan kembali layak dan aman digunakan.

Selain mendesak percepatan perbaikan, masyarakat juga mengaku siap bergotong royong membantu proses pengerjaan di lapangan apabila pemerintah segera merealisasikan penanganan.

“Jalan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kami berharap pemerintah hadir dan bertanggung jawab sebelum kondisi semakin parah,” tutup warga. (Timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here