
OKU, cimutnews.co.id — Program pemberdayaan keluarga terus didorong hingga tingkat desa. Namun di tengah berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, ancaman sosial seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba justru menjadi persoalan yang semakin mengkhawatirkan.
Kondisi ini mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia HD, melakukan pembinaan dan evaluasi 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (19/5/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Selain mengevaluasi capaian program, rombongan juga meninjau berbagai kendala yang masih dihadapi kader PKK di lapangan, terutama dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Program Berjalan, Desa Tetap Jadi Ujung Tombak
Dalam pertemuan yang dipusatkan di Gedung PKK OKU, Febrita menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program PKK sangat bergantung pada peran kader di tingkat desa yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga.
Ia juga menilai Kabupaten OKU termasuk daerah yang cukup konsisten menunjukkan prestasi dalam berbagai kegiatan pembinaan maupun lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Harapannya, berbagai capaian tersebut tidak hanya berhenti pada penghargaan, tetapi mampu memberi dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.
Judi Online Jadi Sorotan Baru
Di tengah pembahasan program pemberdayaan keluarga, isu judi online justru menjadi salah satu perhatian utama.
Febrita mengungkapkan bahwa TP PKK Sumatera Selatan telah menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online yang kini semakin mudah diakses melalui perangkat digital.
Fenomena tersebut dinilai tidak lagi hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mulai menyentuh kelompok usia muda di berbagai daerah.
Beragam Program Sosial Sudah Dijalankan
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten OKU, Hj. Zwesty Karenia Teddy, memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan untuk mendukung kesejahteraan keluarga.
Mulai dari kegiatan pengajian untuk berbagai kelompok usia, gotong royong rutin, Jumat Bersih, hingga pembentukan sekolah lansia yang telah meluluskan delapan angkatan.
Selain itu, PKK juga mengembangkan koperasi, toko PKK, dan warung PKK di tingkat kecamatan maupun desa sebagai sarana pemasaran produk UMKM dan kerajinan masyarakat.
Program kesehatan juga terus diperkuat melalui pelayanan posyandu, pemeriksaan IVA Test, pencegahan stunting, hingga pendampingan bagi ibu hamil berisiko tinggi dan calon pengantin.
Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…
Meski berbagai program telah berjalan, tantangan sosial di masyarakat masih belum sepenuhnya teratasi.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, persoalan ekonomi keluarga, rendahnya literasi digital, serta meningkatnya akses terhadap platform perjudian daring masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah diselesaikan hanya melalui pendekatan sosialisasi.
Sejumlah tokoh masyarakat mengaku edukasi mengenai bahaya judi online memang mulai gencar dilakukan, namun penyebaran akses digital yang begitu cepat membuat pengawasan menjadi semakin sulit.
Di sejumlah wilayah pedesaan, masyarakat juga masih menghadapi tantangan berbeda seperti keterbatasan akses layanan kesehatan tertentu, ketimpangan kualitas pendidikan keluarga, hingga minimnya ruang aktivitas produktif bagi remaja.
Di Sisi Lain, Kader Menanggung Beban yang Tidak Ringan
Peran kader PKK selama ini sering menjadi ujung tombak berbagai program pemerintah di tingkat akar rumput.
Namun, di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sebagian kader yang harus menjalankan banyak program secara bersamaan dengan dukungan sumber daya yang terbatas.
Berdasarkan temuan di lapangan pada berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, keberhasilan program sering kali sangat bergantung pada inisiatif individu kader serta dukungan pemerintah desa setempat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah seluruh desa memiliki kapasitas dan kesiapan yang sama untuk menjalankan program pemberdayaan secara optimal?
Generasi Muda Jadi Perhatian
Dalam kesempatan yang sama, Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengajak seluruh kader PKK untuk ikut membantu pemerintah dalam memerangi judi online dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, perlindungan generasi muda tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat atau pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga sebagai benteng pertama.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa tantangan pembangunan keluarga saat ini tidak lagi sebatas persoalan ekonomi dan kesehatan, tetapi juga ancaman sosial yang berkembang seiring kemajuan teknologi.
Tantangan Besar di Balik Program Pemberdayaan
Penguatan keluarga melalui PKK selama ini terbukti menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan masyarakat.
Namun keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga sehari-hari.
Hingga kini, belum semua persoalan sosial di tingkat keluarga dapat diatasi secara merata. Ancaman judi online, narkoba, hingga perubahan perilaku generasi muda masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
Apakah berbagai program pemberdayaan yang terus diperkuat mampu menjadi benteng efektif menghadapi ancaman tersebut, atau justru masih diperlukan pendekatan baru yang lebih menyentuh akar persoalan?
Informasi dihimpun dari keterangan resmi TP PKK Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten OKU, serta hasil penelusuran lapangan. (Agus)

















