Beranda Palembang Kekompakan Polisi Diuji Lewat Lomba Bakiak, Mampukah Semangat Ini Terasa hingga Pelayanan...

Kekompakan Polisi Diuji Lewat Lomba Bakiak, Mampukah Semangat Ini Terasa hingga Pelayanan Publik?

5
0
Direktur Intelkam Polda Sumsel membuka perlombaan bakiak antar satuan kerja dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Komplek Olahraga Pakri Palembang. (Foto: Poerba/CimutNews).

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Sumatera Selatan tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara maupun kegiatan seremonial. Di tengah berbagai tantangan pelayanan kepolisian yang terus menjadi perhatian publik, Polda Sumsel memilih menghadirkan lomba bakiak sebagai simbol membangun kekompakan antarpersonel.

Namun, apakah semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perlombaan itu nantinya benar-benar berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat?

Perlombaan bakiak yang digelar Direktorat Intelkam Polda Sumsel berlangsung di Komplek Olahraga Pakri Palembang, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., dan diikuti personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Sumsel.

Ajang permainan tradisional itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan semangat kebersamaan, komunikasi, serta soliditas internal antarfungsi kepolisian.

Dalam sambutannya, Tony Budhi Susetyo menilai perlombaan sederhana seperti bakiak memiliki makna lebih dari sekadar mencari pemenang. Menurutnya, kekompakan dan rasa saling percaya yang terbangun di arena pertandingan diharapkan ikut terbawa saat personel menjalankan tugas melayani masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa menang ataupun kalah bukan menjadi tujuan utama. Yang lebih penting adalah memperkuat persaudaraan, membangun komunikasi antarsatuan, serta menjaga soliditas organisasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Suasana perlombaan berlangsung meriah. Gelak tawa peserta, sorak dukungan rekan kerja, hingga semangat menyelesaikan lintasan bersama menjadi pemandangan yang mewarnai kegiatan sejak pembukaan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa membangun soliditas internal hanyalah satu bagian dari tantangan institusi kepolisian. Di sisi lain, masyarakat juga menaruh harapan besar agar semangat kebersamaan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang semakin cepat, humanis, profesional, dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.

Baca juga  Banjir Palembang Dibahas Lagi, Namun Warga Mengaku Belum Tenang

Sejumlah pengamat pelayanan publik menilai kegiatan yang memperkuat hubungan antarpersonel memang penting untuk menjaga kekompakan organisasi. Meski demikian, indikator keberhasilan institusi tetap akan diukur dari kualitas pelayanan, kecepatan penanganan laporan, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana kegiatan internal semacam ini mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik?

Berdasarkan temuan di lapangan, antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang perlombaan berlangsung. Kebersamaan antaranggota tampak terjalin tanpa sekat jabatan maupun fungsi. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal positif dalam memperkuat koordinasi lintas satuan ketika menghadapi tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Polda Sumsel sendiri menyebut seluruh rangkaian perlombaan Hari Bhayangkara ke-80 disiapkan sebagai wadah mempererat hubungan antarpersonel sekaligus membangun motivasi bersama agar mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat nilai persatuan, profesionalisme, komunikasi, serta sinergi internal yang menjadi fondasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan.

Hingga kini, belum semua tantangan pelayanan publik dapat dijawab hanya melalui penguatan soliditas internal. Masyarakat tentu berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam momentum Hari Bhayangkara tidak berhenti di arena perlombaan, melainkan benar-benar tercermin dalam pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan berkeadilan.

Apakah semangat yang terbangun di lintasan bakiak itu nantinya mampu berjalan seirama dengan peningkatan kepercayaan publik? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan terlihat dari bagaimana pelayanan kepolisian dirasakan masyarakat dalam keseharian.

Informasi dihimpun dari keterangan resmi Polda Sumatera Selatan dan hasil penelusuran lapangan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here