Beranda Musi Rawas Ketua TP PKK Sumsel Resmikan Sekretariat PKK Musi Rawas, Dorong Inovasi Produk...

Ketua TP PKK Sumsel Resmikan Sekretariat PKK Musi Rawas, Dorong Inovasi Produk Lokal dan Penguatan Ekonomi Keluarga

17
0
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, didampingi jajaran TP PKK Musi Rawas saat meresmikan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Musi Rawas sebagai pusat koordinasi dan penguatan program pemberdayaan keluarga. (Foto: Noto/CimutNews).

MUSI RAWAS, CimutNews.co.id – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Deru, meresmikan Gedung Sekretariat TP PKK Kabupaten Musi Rawas dalam rangkaian kunjungan kerja ke daerah tersebut, Kamis (4/6). Peresmian sekretariat baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan keluarga hingga tingkat desa.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pembinaan organisasi sekaligus evaluasi implementasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK, yang menjadi pedoman pelaksanaan berbagai program prioritas TP PKK di seluruh Indonesia.

Menurut Feby Deru, keberadaan sekretariat yang representatif bukan sekadar fasilitas administrasi, melainkan pusat koordinasi, edukasi, perencanaan, hingga pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PKK.

“Setiap TP PKK kabupaten dan kota idealnya memiliki sekretariat sendiri agar koordinasi berjalan lebih efektif, administrasi tertata, dan seluruh program dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Feby Deru.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan kader PKK Musi Rawas, khususnya pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian ialah kerajinan ecoprint berbahan pinang yang dikembangkan masyarakat Desa Sukakarya, serta beragam produk unggulan dari Kecamatan Purwodadi. Menurutnya, kreativitas tersebut menunjukkan bahwa potensi desa dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi keluarga apabila dikelola secara berkelanjutan.

Feby berharap seluruh Ketua TP PKK, mulai tingkat kabupaten hingga desa, terus melahirkan gagasan inovatif sehingga sumber daya lokal tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif.

Ia juga mengapresiasi komitmen Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas yang dinilai konsisten mengawal pelaksanaan program organisasi di lapangan.

Baca juga  Pertanggungjawaban APBD Musi Rawas 2025 Masuki Tahap Pandangan Fraksi, Soroti Akuntabilitas Anggaran Daerah

Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H. Riza Novianto Gustam, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Ketua TP PKK Sumsel yang secara langsung meresmikan sekretariat tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi menjadi motivasi besar bagi seluruh kader PKK Musi Rawas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan organisasi sekaligus memperluas manfaat program kepada masyarakat.

“Kehadiran Ibu Feby Deru menjadi spirit dan penyemangat luar biasa bagi kami untuk terus membenahi berbagai kekurangan sekaligus memaksimalkan seluruh program PKK ke depan,” ujarnya.

Selain meresmikan sekretariat, rombongan Ketua TP PKK Sumsel juga meninjau Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Musi Rawas. Di lokasi tersebut dipamerkan berbagai produk unggulan UMKM, kerajinan tangan, makanan olahan, hingga hasil kreativitas masyarakat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Rawas.

Penguatan PKK Sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional

Secara nasional, gerakan PKK merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis keluarga melalui implementasi 10 Program Pokok PKK, mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi keluarga, hingga pelestarian lingkungan.

Program tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN, target Sustainable Development Goals (SDGs), serta visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Kementerian Dalam Negeri bersama Tim Penggerak PKK Pusat juga terus mendorong transformasi organisasi PKK agar semakin adaptif terhadap tantangan sosial dan ekonomi, termasuk penguatan kapasitas kader, digitalisasi administrasi organisasi, hingga peningkatan kualitas produk UMKM binaan.

Produk Lokal Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah

Pengembangan kerajinan ecoprint dan berbagai produk lokal yang ditampilkan Dekranasda Musi Rawas mencerminkan semakin besarnya peluang ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Sejumlah kajian pemerintah menunjukkan sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pembinaan terhadap kelompok perempuan, keluarga, dan pelaku usaha mikro melalui PKK menjadi bagian penting dalam memperluas ekonomi kerakyatan.

Baca juga  Pelantikan Pejabat Eselon II Musi Rawas 2026: Bupati Ratna Machmud Reshuffle 8 Jabatan Strategis, Ini Daftar Lengkapnya

Keberadaan Dekranasda juga menjadi sarana promosi produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing hasil kerajinan daerah.

Sekretariat PKK Bukan Sekadar Gedung Administrasi

Peresmian sekretariat baru memiliki makna lebih luas dibanding pembangunan fasilitas fisik semata. Dalam praktiknya, sekretariat menjadi pusat koordinasi lintas program mulai dari administrasi organisasi, pembinaan kader, pelatihan keterampilan, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan fasilitas yang lebih memadai, proses monitoring, evaluasi, dan pendampingan terhadap program PKK di tingkat kecamatan maupun desa diharapkan menjadi lebih efektif. Hal ini penting mengingat jaringan kader PKK merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar yang menjangkau hingga tingkat keluarga.

Di sisi lain, dorongan terhadap inovasi produk lokal menunjukkan perubahan orientasi program PKK yang kini tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan keluarga melalui ekonomi kreatif dan kewirausahaan berbasis potensi desa.

Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan seluruh inovasi yang lahir dari masyarakat memperoleh pendampingan berkelanjutan, termasuk akses pemasaran, peningkatan kualitas produk, sertifikasi, hingga pemanfaatan platform digital agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here