Beranda Musi Rawas Terungkap, Potensi Wisata Musi Rawas Besar, Namun Promosinya Masih Jadi Tantangan

Terungkap, Potensi Wisata Musi Rawas Besar, Namun Promosinya Masih Jadi Tantangan

13
0
Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud bersama Wakil Bupati H. Suprayitno menghadiri Grand Final Pemilihan Bujang dan Dehe Musi Rawas 2026 di Auditorium Pemkab Musi Rawas. (Foto: Noto/CimutNews).

MUSI RAWAS, cimutnews.co.id — Gemerlap Malam Grand Final Pemilihan Bujang dan Dehe Musi Rawas 2026 di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Minggu (19/7/2026), menghadirkan suasana penuh semangat. Puluhan finalis tampil membawa harapan baru sebagai wajah generasi muda yang akan mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Di balik kemeriahan panggung dan penobatan para pemenang, tersimpan pekerjaan yang tidak ringan. Musi Rawas memang dikenal memiliki kekayaan alam, budaya, hingga sejarah yang beragam. Namun, seberapa jauh potensi tersebut benar-benar dikenal wisatawan di luar daerah masih menjadi pertanyaan.

Hal itu pula yang menjadi sorotan dalam sambutan Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud. Ia menegaskan bahwa ajang Bujang dan Dehe bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan proses melahirkan generasi muda yang mampu menjadi duta promosi daerah.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Musi Rawas tersebut dihadiri Wakil Bupati H. Suprayitno, unsur Forkopimda, anggota DPRD, jajaran OPD, para camat, dewan juri, serta puluhan finalis yang telah melewati tahapan seleksi dan karantina.

Dalam sambutannya, Bupati Ratna Machmud menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan ajang tahunan tersebut.

“Pemilihan Bujang dan Dehe bukan sekadar ajang pencarian bakat maupun adu kecantikan dan ketampanan, tetapi merupakan wadah strategis untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berbudaya, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah,” ujarnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Musi Rawas memiliki berbagai destinasi wisata alam, kekayaan budaya, hingga potensi ekonomi kreatif yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, potensi tersebut membutuhkan promosi yang konsisten agar mampu dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Namun Promosi Masih Menjadi Tantangan

Pernyataan tersebut sejalan dengan kondisi yang selama ini menjadi tantangan banyak daerah, termasuk Musi Rawas.

Baca juga  Pelantikan Pejabat Eselon II Musi Rawas 2026: Bupati Ratna Machmud Reshuffle 8 Jabatan Strategis, Ini Daftar Lengkapnya

Namun fakta di lapangan menunjukkan, promosi pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan agenda seremonial atau pemilihan duta wisata setiap tahun. Keberhasilan promosi juga bergantung pada kesinambungan program, pemanfaatan media digital, kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif, hingga pengembangan destinasi yang benar-benar siap menerima kunjungan wisatawan.

Sejumlah pelaku usaha lokal di sektor kuliner dan UMKM menilai kehadiran duta wisata dapat memberikan dampak positif apabila diikuti dengan program promosi yang berkelanjutan. Menurut mereka, promosi melalui media sosial, konten kreatif, hingga keterlibatan komunitas muda dinilai lebih efektif menjangkau wisatawan masa kini.

Di sisi lain, sejumlah warga juga berharap para Bujang dan Dehe yang terpilih tidak hanya aktif saat masa kompetisi, tetapi benar-benar dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi daerah sepanjang masa tugasnya.

Peran Generasi Muda Dinilai Semakin Penting

Bupati Ratna Machmud juga berpesan kepada seluruh finalis agar menjadikan pengalaman selama seleksi sebagai bekal untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ia berharap para finalis menjadi generasi yang berintegritas, berwawasan luas, sekaligus mampu menjaga etika, moral, dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, lanjutnya, berkomitmen terus melibatkan generasi muda dalam pembangunan, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Harapannya, para Bujang dan Dehe tidak hanya menjadi ikon seremoni, tetapi mampu memperkenalkan destinasi wisata, sejarah, budaya, serta kearifan lokal Musi Rawas kepada masyarakat yang lebih luas.

Ravin dan Seila Raih Gelar Tertinggi

Pada malam puncak tersebut, dewan juri menetapkan Ravin Tanujaya sebagai Bujang Musi Rawas 2026 dan Seila Kusuma Cantika sebagai Dehe Musi Rawas 2026.

Selain pasangan juara utama, panitia juga menetapkan berbagai kategori penghargaan seperti Wakil I, Wakil II, Harapan I hingga III, Favorit, Fotogenik, Berbakat, Duta Lingkungan Hidup, Duta Literasi, Duta Pendidikan, Duta Pemuda dan Olahraga, Duta Peduli Kesehatan, hingga Best Creative Tourism.

Baca juga  Pertanggungjawaban APBD Musi Rawas 2025 Masuki Tahap Pandangan Fraksi, Soroti Akuntabilitas Anggaran Daerah

Penetapan berbagai kategori tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi sesuai bidang dan potensi masing-masing.

Tantangan Setelah Mahkota Disematkan

Pemilihan Bujang dan Dehe selama ini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata.

Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana efektivitas para duta wisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan maupun memperkuat citra daerah setelah masa pemilihan berakhir.

Hingga kini, belum semua capaian promosi pariwisata yang dilakukan melalui program serupa dipublikasikan secara terukur kepada masyarakat, termasuk indikator dampaknya terhadap sektor ekonomi kreatif maupun kunjungan wisata.

Ke depan, publik tentu berharap para Bujang dan Dehe Musi Rawas 2026 tidak hanya dikenal sebagai pemenang sebuah kompetisi, melainkan benar-benar menjadi representasi generasi muda yang mampu mengangkat nama daerah.

Apakah kehadiran para duta wisata baru ini akan menjadi titik awal lahirnya promosi pariwisata Musi Rawas yang lebih kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat? Waktu yang akan menjawabnya. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here