
OKI, cimutnews.co.id – Kontingen Pramuka Kwartir Cabang Ogan Komering Ilir (Kwarcab OKI) berangkat mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak 40 peserta membawa misi lebih besar dari sekadar mengikuti perkemahan, yakni belajar, membangun jejaring persahabatan, sekaligus memperkenalkan nama dan potensi Kabupaten OKI di tingkat nasional.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meminta para peserta memanfaatkan Jamnas sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri. Ia juga mengingatkan bahwa sikap peserta selama berada di luar daerah akan menjadi bagian dari gambaran Kabupaten OKI di mata daerah lain.
40 Peserta OKI Bawa Misi Lebih dari Sekadar Perkemahan
Kontingen Kwarcab OKI terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri dengan total 40 peserta. Mereka menjadi bagian dari perwakilan daerah yang akan mengikuti salah satu agenda nasional terbesar Gerakan Pramuka tahun ini.
Muchendi mengatakan kesempatan mengikuti Jamnas tidak datang setiap saat. Karena itu, peserta diminta tidak hanya mengejar capaian kegiatan, tetapi menyerap sebanyak mungkin pengalaman yang dapat dibawa pulang ke OKI.
“Ini kesempatan yang langka. Manfaatkan untuk belajar, menambah pengalaman, mengembangkan keterampilan, serta memperkenalkan nama dan potensi daerah,” kata Muchendi.
Pesan tersebut menempatkan keberangkatan kontingen OKI dalam perspektif yang lebih luas. Jamnas bukan hanya arena perkemahan, melainkan ruang pertemuan antarpeserta dari berbagai daerah yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman, budaya, keterampilan, hingga pengenalan potensi daerah.
Jamnas XII 2026 Digelar 13-20 Agustus di Cibubur
Secara nasional, Jamnas XII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka setiap lima tahun sekali dan ditujukan sebagai sarana pendidikan bagi Pramuka Penggalang.
Petunjuk pelaksanaan Kwarnas menyebut Jamnas 2026 diarahkan untuk membentuk karakter, meningkatkan kemandirian dan keterampilan, memperkuat rasa kebangsaan serta membangun persaudaraan di antara Pramuka dari berbagai daerah.
Tema yang diusung adalah “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Jamnas tidak berhenti pada aktivitas perkemahan, tetapi juga membawa isu keterampilan, inovasi dan kepedulian terhadap ketahanan pangan.
Setiap Kwarcab Memiliki Kuota Peserta
Dalam petunjuk pelaksanaan Jamnas XII 2026, setiap kwartir cabang pada umumnya berhak mengirimkan 32 Pramuka Penggalang, yang terdiri atas dua regu putra dan dua regu putri dengan masing-masing delapan anggota. Khusus Kwarcab di wilayah Jabodetabek, jumlah peserta ditetapkan lebih banyak.
Kwarcab OKI dalam bahan informasi Pemkab OKI disebut memberangkatkan total 40 peserta. Jumlah tersebut menjadi bagian dari kontingen OKI yang dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan nasional sekaligus membawa identitas daerah.
Bukan Sekadar Mengejar Prestasi
Muchendi menekankan bahwa ukuran keberhasilan peserta tidak semata-mata ditentukan oleh penghargaan atau prestasi yang diperoleh selama Jamnas.
Menurut dia, pengalaman berinteraksi dengan Pramuka dari berbagai daerah, kemampuan menyelesaikan kegiatan secara mandiri, keterampilan baru, serta persahabatan yang terbangun dapat menjadi bekal penting bagi peserta setelah kembali ke daerah.
Pandangan itu sejalan dengan tujuan Jamnas yang ditetapkan Kwarnas. Dalam petunjuk pelaksanaan, kegiatan tersebut antara lain diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mental, fisik, pengetahuan, kepemimpinan, kepercayaan diri, tanggung jawab serta keterampilan hidup peserta.
Dengan demikian, keberangkatan kontingen OKI memiliki nilai pendidikan yang lebih panjang dibandingkan durasi kegiatan di lokasi perkemahan. Pengalaman yang diperoleh peserta berpotensi membentuk kemampuan sosial dan kemandirian yang dapat mereka gunakan dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Nama OKI Dipertaruhkan di Ruang Nasional
Bupati OKI secara khusus mengingatkan peserta agar menjaga disiplin, kemandirian dan tanggung jawab. Mereka diminta menjunjung tinggi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka serta menaati aturan dan arahan pembina maupun pendamping.
“Jaga nama baik Kabupaten OKI dengan menunjukkan sikap disiplin, mandiri dan bertanggung jawab. Junjung tinggi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka serta patuhi seluruh aturan dan arahan pembina maupun pendamping,” ujarnya.
Pesan tersebut penting karena peserta tidak hanya membawa identitas pribadi. Dalam forum nasional, perilaku mereka secara tidak langsung menjadi representasi daerah asal.
Artinya, kemampuan kontingen memperkenalkan OKI tidak harus dilakukan melalui promosi formal. Cara berkomunikasi, kedisiplinan di perkemahan, keterampilan dalam kegiatan, hingga sikap ketika berinteraksi dengan peserta dari daerah lain merupakan bentuk promosi daerah yang berlangsung secara alami.
Potensi Daerah Menjadi Bagian dari Pengalaman Jamnas
Petunjuk pelaksanaan Jamnas XII 2026 juga memberi ruang bagi setiap kontingen untuk membawa makanan khas daerah, perlengkapan kesenian daerah dan lima jenis bibit tanaman khas daerah untuk kegiatan tertentu. Ketentuan ini membuka peluang bagi kontingen OKI untuk memperkenalkan kekayaan daerah melalui pendekatan budaya, pangan dan lingkungan.
Di titik inilah misi yang disampaikan Muchendi menjadi relevan. Pengenalan potensi OKI tidak harus berupa promosi berskala besar, tetapi dapat dimulai dari interaksi sederhana antarpeserta yang membawa cerita mengenai daerah masing-masing.
bagi daerah, forum seperti Jamnas dapat berfungsi sebagai diplomasi budaya generasi muda. Peserta yang pulang dengan jaringan pertemanan dari berbagai provinsi pada dasarnya membawa kembali jejaring sosial baru yang berpotensi bertahan jauh setelah kegiatan berakhir.
Pengalaman Bisa Menjadi Modal Jangka Panjang
Dalam jangka pendek, tantangan utama kontingen adalah memastikan seluruh peserta mampu mengikuti kegiatan dengan tertib, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta beradaptasi dengan lingkungan perkemahan yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang.
Namun dalam jangka panjang, nilai terbesar justru dapat muncul setelah Jamnas selesai. Pengalaman hidup mandiri, kemampuan bekerja dalam kelompok dan interaksi lintas daerah dapat menjadi modal sosial bagi peserta ketika mereka kembali ke sekolah dan lingkungan masyarakat.
Bagi Kabupaten OKI, manfaat tersebut akan lebih besar apabila pengalaman peserta tidak berhenti sebagai cerita pribadi. Pembina dan pendamping dapat mengarahkan peserta untuk membagikan keterampilan, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota Pramuka lain di daerah.
Dengan pola tersebut, 40 peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat kegiatan, tetapi juga dapat menjadi penghubung pengetahuan antara Jamnas dan pembinaan Pramuka di OKI.
Pembina dan Pendamping Punya Peran Strategis
Muchendi turut menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pendamping yang telah mempersiapkan kontingen. Peran mereka dinilai penting untuk memastikan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aman dan tertib.
Kesiapan pendamping juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Jamnas. Petunjuk Kwarnas secara khusus mengatur aspek perlindungan anggota, manajemen risiko, kesehatan, keamanan, transportasi, sanitasi dan kebutuhan pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap kontingen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta kembali membawa pengalaman positif dari Cibubur.
Lebih dari sekadar membawa pulang pengalaman perkemahan, kontingen OKI memiliki kesempatan menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda di daerah juga mampu melahirkan Pramuka yang mandiri, terampil dan bertanggung jawab. (Asep)

















