Beranda Banyuasin Lomba HUT RI ke-81 Banyuasin Libatkan OPD, Dorong Kekompakan dan Semangat Kerja...

Lomba HUT RI ke-81 Banyuasin Libatkan OPD, Dorong Kekompakan dan Semangat Kerja Aparatur

5
0
Peserta dari sejumlah OPD dan kecamatan mengikuti pembukaan lomba HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Upacara Pemkab Banyuasin, Pangkalan Balai, Kamis (13/8/2026). (Foto: Noto/cimutnews.co.id)

BANYUASIN, cimutnews.co.id – Lomba HUT RI ke-81 Banyuasin resmi dimulai Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Pemkab Banyuasin, Pangkalan Balai, itu melibatkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan.

Pembukaan lomba bukan sekadar agenda hiburan menyambut hari kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Banyuasin menjadikannya sebagai ruang membangun kekompakan aparatur sekaligus menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dua Cabang Lomba Libatkan Perwakilan OPD dan Kecamatan

Rangkaian kegiatan tahun ini mempertandingkan dua cabang, yakni tarik tambang dan bola kasti. Masing-masing tim terdiri atas enam peserta, dengan keterlibatan perwakilan putra dan putri dari OPD serta kecamatan.

Format tersebut membuat kegiatan tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik. Tarik tambang, misalnya, sangat bergantung pada koordinasi, kekuatan kolektif, dan kemampuan anggota tim menjaga ritme. Sementara bola kasti membutuhkan komunikasi dan kerja sama antarpemain agar strategi berjalan efektif.

Kehadiran peserta dari berbagai perangkat daerah juga membuat lapangan upacara Pemkab Banyuasin menjadi ruang perjumpaan informal antarpegawai. Di tengah rutinitas birokrasi yang umumnya berlangsung berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing, kegiatan semacam ini membuka ruang interaksi lintas unit.

Plt Kepala Disporapar Banyuasin Asmawi, SH, membuka langsung rangkaian perlombaan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada OPD dan peserta dari kecamatan yang hadir mengikuti kegiatan.

Bukan Sekadar Mengejar Juara

Asmawi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kegiatan tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menjadi pemenang. Menurut dia, lomba merupakan bagian dari cara pemerintah daerah memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengingat perjuangan para pahlawan.

“Kegiatan lomba ini bukan sekadar kompetisi semata, melainkan momen penting bagi kita untuk memperingati dan mengenang jasa perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita,” kata Asmawi.

Baca juga  Kepala Desa Taja Indah Banyuasin Didesak Dicopot, BPD Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa hingga Penyelewengan Bantuan Beras

Pesan tersebut penting karena perayaan kemerdekaan di lingkungan pemerintahan memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan perlombaan antarkelompok. Setelah seremoni dan pertandingan selesai, nilai yang hendak dibawa adalah bagaimana semangat kebersamaan tersebut berlanjut dalam pekerjaan sehari-hari.

Dari Lapangan ke Pelayanan Publik

Asmawi juga mengaitkan kegiatan dengan kebutuhan memperkuat kekompakan aparatur. Ia berharap semangat yang muncul selama perlombaan tidak berhenti di lingkungan kegiatan, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Semangat kemerdekaan harus kita implementasikan melalui kerja nyata dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menempatkan kegiatan olahraga rekreatif dalam konteks yang lebih substantif. Bagi aparatur sipil dan perangkat pemerintahan, kolaborasi bukan hanya kebutuhan ketika mengikuti pertandingan, melainkan bagian dari pekerjaan ketika menangani pelayanan publik yang sering kali membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah.

Dua Cabang, Satu Pesan tentang Kolaborasi

Secara sederhana, kegiatan ini memiliki dua cabang lomba dan setiap tim beranggotakan enam orang. Namun, pesan yang dibangun pemerintah daerah relatif sama: keberhasilan sebuah kelompok sangat bergantung pada kemampuan anggotanya bekerja sebagai satu kesatuan.

Perbandingan karakter dua lomba tersebut juga memperlihatkan bentuk kolaborasi yang berbeda. Tarik tambang menuntut keseragaman gerak dan kekuatan kolektif, sedangkan bola kasti lebih menonjolkan komunikasi, pembagian peran, kecepatan mengambil keputusan, dan koordinasi.

Tidak terdapat data dalam bahan kegiatan mengenai jumlah keseluruhan tim, nilai hadiah, atau peringkat prestasi peserta. Karena itu, keberhasilan kegiatan lebih tepat dilihat dari tujuan sosial dan kelembagaan yang disampaikan panitia, bukan dari ukuran kuantitatif yang belum diumumkan.

Ketika Kegiatan Agustusan Menjadi Ruang Konsolidasi

Dalam jangka pendek, kegiatan seperti ini dapat mencairkan hubungan antarpegawai dan membangun komunikasi di luar pola kerja formal. Interaksi tersebut berpotensi membantu menciptakan suasana kerja yang lebih kolaboratif, terutama ketika pegawai dari perangkat daerah berbeda harus berkoordinasi dalam menjalankan program pemerintah.

Baca juga  Fraksi PKB Banyuasin Sambut Kapolres Baru AKBP Risnan Aldino dengan Harapan Penguatan Kamtibmas

Dalam jangka panjang, nilai kegiatan justru bergantung pada apa yang terjadi setelah perlombaan berakhir. Jika semangat kekompakan diterjemahkan ke dalam koordinasi program, disiplin kerja, inovasi, dan pelayanan publik, maka perayaan HUT Kemerdekaan memiliki dampak yang lebih jauh daripada sekadar agenda tahunan. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here