Beranda Ogan Komering Ilir Ratusan Santri Padati Jalanan Kayuagung, Takbir Keliling Ma’had Utsmani Jadi Simbol Syiar...

Ratusan Santri Padati Jalanan Kayuagung, Takbir Keliling Ma’had Utsmani Jadi Simbol Syiar dan Pendidikan Pengorbanan

78
0
Ratusan santri Ma’had Utsmani mengikuti takbir keliling dan pawai obor menyambut Idul Adha 1447 H di wilayah Kayuagung OKI. (foto: Asep/cimutnews.co.id)

Ogan Komering Ilir, cimutnews.co.id – Suasana malam menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tampak berbeda. Ratusan santri dari Ma’had Utsmani Tahfizhul Qur’an dan Studi Islam Muara Baru Kayuagung memadati jalur pawai dalam kegiatan takbir keliling yang berlangsung khidmat dan penuh semangat syiar Islam, Senin malam (26/5/2026).

Ustadz Rinto menjelaskan bahwa kegiatan takbir keliling tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan menyambut Idul Adha, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai perjuangan dan pengorbanan dalam ajaran Islam. (Asep/cimutnews.co.id)

Hasil penelusuran CimutNews.co.id berdasarkan hasil klarifikasi dari panitia kegiatan dan pihak pengasuh ma’had, kegiatan dimulai dari kawasan Ma’had Utsmani II Sukadana menuju Ma’had Utsmani Muara Baru Kayuagung. Pawai dimulai sekitar pukul 19.30 WIB usai salat Isya dan berlangsung hingga selesai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Kegiatan tersebut mendapat pengawalan langsung dari jajaran Polsek Kayuagung yang dipimpin Kapolsek Kayuagung AKP Azwan, SH., MH. Kehadiran aparat dinilai penting mengingat jumlah peserta yang cukup besar dan melibatkan para santri dari berbagai tingkatan usia.

Kegiatan tersebut mendapat pengawalan langsung dari jajaran Polsek Kayuagung yang dipimpin Kapolsek Kayuagung AKP Azwan, SH., MH (Foto:Asep/cimutnews.co.id)
Kapolsek Kayuagung AKP Azwan, SH., MH. Kehadiran aparat dinilai penting mengingat jumlah peserta yang cukup besar dan melibatkan para santri dari berbagai tingkatan usia. (Foto: Asep/cimutnews.co.id)

Secara resmi, pelepasan peserta dilakukan oleh pengasuh Ma’had Utsmani, Ustadz Rinto Andrian Ustman, Lc., didampingi Kapolsek Kayuagung beserta personel pengamanan lainnya.

Dalam wawancara bersama CimutNews.co.id, Ustadz Rinto menjelaskan bahwa kegiatan takbir keliling tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan menyambut Idul Adha, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai perjuangan dan pengorbanan dalam ajaran Islam.

Menurutnya, simbolisasi pawai obor yang dibawa para santri berkaitan dengan pelajaran sejarah Islam, khususnya perjuangan Siti Hajar saat melakukan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak tentang perjuangan, keteguhan, dan semangat menjalankan perintah Allah SWT. Nilai itu kami simbolkan melalui pawai obor dan takbir keliling ini,” ujar Ustadz Rinto saat dikonfirmasi CimutNews.co.id.

Ia menambahkan, momentum Idul Adha menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Baca juga  Persib Juara Lagi, Namun Persaingan Liga Masih Jadi Sorotan

Hasil pemantauan CimutNews.co.id di lapangan menunjukkan antusiasme peserta cukup tinggi. Sedikitnya sekitar 500 santri turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sepanjang jalur pawai, gema takbir terdengar bersahutan, sementara masyarakat sekitar tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta.

Selain membawa obor, sebagian peserta juga terlihat membawa atribut islami dan lantunan takbir yang dipimpin secara bergantian oleh para santri senior. Situasi berlangsung tertib hingga kegiatan selesai.

Di sisi lain, aparat kepolisian terlihat melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung. Hingga akhir acara, tidak ditemukan gangguan keamanan yang berarti.

Personel kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan takbir keliling berlangsung di Kayuagung OKI guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Situasi terpantau aman dan kondusif hingga acara selesai. (Foto:Asep/cimutnews.co.id)

Kegiatan takbir keliling seperti ini dinilai menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi syiar Islam di tengah perubahan sosial masyarakat. Selain mempererat hubungan antar-santri, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi keagamaan yang dikemas secara langsung di tengah masyarakat. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here