Beranda Palembang Safari Jumat Herman Deru Berlanjut, Aspirasi Warga Benarkah Sudah Terserap?

Safari Jumat Herman Deru Berlanjut, Aspirasi Warga Benarkah Sudah Terserap?

17
0
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menunaikan Salat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al Hayza, Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (17/7/2026).(Foto:Poerba/cimutnews.co.id)

PALEMBANG, cimutnews.co.id — Safari Jumat kembali menjadi salah satu agenda yang dijalankan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Kali ini, orang nomor satu di Sumsel tersebut menunaikan Salat Jumat berjamaah di Masjid Al Hayza, Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Jumat (17/7/2026).

Di balik rutinitas keagamaan tersebut, terdapat pesan yang ingin dibangun pemerintah, yakni menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang dialog antara pemimpin dan masyarakat.

Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan yang juga kerap muncul di tengah publik. Sejauh mana berbagai aspirasi yang disampaikan dalam Safari Jumat benar-benar ditindaklanjuti hingga menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat?

Safari Jumat Jadi Media Mendengar Aspirasi

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan bahwa Safari Jumat merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan berbagai masukan, harapan maupun persoalan yang dihadapi tanpa sekat birokrasi.

Ia menilai komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

“Aspirasi masyarakat menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan pembangunan di Sumatera Selatan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi aktif sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang responsif serta mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan…

Program turun langsung ke masyarakat melalui Safari Jumat bukan hal baru di Sumatera Selatan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih berharap penyampaian aspirasi tidak berhenti pada forum dialog semata, melainkan diikuti dengan solusi nyata terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Baca juga  8 Tim U-17 dan 15 Tim U-13 Siap Berlaga di Piala Soeratin Sumsel 2025

Berbagai isu yang selama ini kerap muncul di sejumlah daerah, mulai dari kondisi infrastruktur lingkungan, pelayanan publik, akses kesehatan, pendidikan hingga persoalan ekonomi masyarakat, masih menjadi perhatian di berbagai wilayah.

Meski tidak seluruh persoalan menjadi kewenangan pemerintah provinsi, masyarakat umumnya berharap setiap masukan yang disampaikan kepada kepala daerah dapat diteruskan kepada instansi terkait sehingga memperoleh penyelesaian yang lebih cepat.

Aspirasi Membutuhkan Tindak Lanjut

Pengamat kebijakan publik menilai kegiatan seperti Safari Jumat memiliki nilai strategis karena mampu memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh mekanisme tindak lanjut setelah aspirasi diterima.

Tanpa adanya sistem pemantauan yang jelas, berbagai masukan berpotensi hanya menjadi catatan administratif tanpa menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Suara dari Masyarakat

Sejumlah warga yang ditemui usai pelaksanaan ibadah mengaku menyambut baik kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat karena dianggap menciptakan kedekatan emosional.

Meski demikian, mereka berharap komunikasi tersebut juga diikuti dengan informasi mengenai perkembangan penyelesaian berbagai persoalan yang pernah disampaikan dalam kesempatan serupa.

Menurut sejumlah warga, transparansi mengenai tindak lanjut aspirasi akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Tantangan Pemerintahan Responsif

Pemerintah saat ini dituntut tidak hanya aktif turun ke lapangan, tetapi juga mampu membangun sistem pelayanan yang cepat, terbuka, dan terukur.

Safari Jumat dapat menjadi salah satu instrumen mendengar langsung suara masyarakat. Akan tetapi, keberhasilannya akan lebih mudah diukur apabila setiap aspirasi memiliki mekanisme pencatatan, evaluasi, hingga pelaporan hasil penyelesaiannya kepada publik.

Hingga kini, belum semua bentuk tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam berbagai forum komunikasi dipublikasikan secara rinci. Kondisi tersebut menjadi ruang evaluasi agar pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin efektif serta menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan.

Baca juga  Investasi Kuliner Terus Tumbuh, Fine Today Coffee and Bistro Perkuat Ekonomi Kreatif dan Serap Peluang Kerja di Palembang

Pada akhirnya, Safari Jumat bukan hanya tentang pertemuan antara pemimpin dan masyarakat. Yang lebih penting adalah apakah berbagai harapan yang disampaikan dalam forum tersebut benar-benar berubah menjadi kebijakan dan pelayanan yang memberi dampak nyata bagi kehidupan warga Sumatera Selatan. (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here