
PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Pagar Alam untuk kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memerangi penyalahgunaan narkotika.
Namun, di balik berbagai seruan yang disampaikan dalam upacara tersebut, masih muncul pertanyaan yang menjadi perhatian publik. Apakah penguatan koperasi dan perang melawan narkoba telah benar-benar memberikan dampak yang dirasakan hingga ke masyarakat?
Pertanyaan itu menjadi relevan mengingat kedua isu tersebut bersentuhan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari. Di satu sisi koperasi diharapkan menjadi penggerak ekonomi rakyat, sementara di sisi lain ancaman narkotika terus menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Upacara gabungan memperingati Harkopnas ke-79 dan HANI 2026 digelar Pemerintah Kota Pagar Alam di halaman Kantor Sekretariat Daerah, Jumat (17/7/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Wali Kota, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga aparatur sipil negara (ASN).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menyampaikan dua agenda besar yang dinilai saling berkaitan dengan pembangunan daerah, yakni penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi serta upaya menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dalam amanatnya, Hj. Bertha mengatakan koperasi tetap memiliki posisi strategis sebagai fondasi ekonomi nasional yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara sehat dan profesional.
“Peringatan ini adalah momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi sebagai pondasi perekonomian nasional. Koperasi harus semakin berdaya, memperkuat ekonomi rakyat demi mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Selain itu, pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada Badan Narkotika Nasional maupun aparat kepolisian semata.
“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Badan Narkotika Nasional maupun aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi pemerintah dan seluruh stakeholder merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan Indonesia Bersinar, yaitu Indonesia yang bersih dari narkoba,” tegasnya.
Meski semangat penguatan koperasi terus digaungkan setiap tahun, namun fakta di lapangan menunjukkan masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Sejumlah pelaku usaha kecil mengaku keberadaan koperasi memang membantu akses permodalan bagi sebagian anggota. Akan tetapi, hingga kini, belum semua koperasi mampu berkembang secara aktif maupun menghadirkan inovasi usaha yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM di era digital.
Di sisi lain, perkembangan teknologi dan pola transaksi masyarakat menuntut koperasi melakukan transformasi agar tidak tertinggal dibandingkan lembaga keuangan maupun platform digital yang kini semakin mudah diakses masyarakat.
Hal serupa juga terlihat pada upaya pemberantasan narkotika. Berbagai kampanye pencegahan terus dilakukan, namun persoalan narkoba tetap menjadi perhatian di banyak daerah.
Berdasarkan berbagai temuan di lapangan di sejumlah wilayah Indonesia, upaya preventif dinilai sama pentingnya dengan penegakan hukum. Edukasi kepada keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam mencegah munculnya penyalahgunaan narkotika sejak usia muda.
Suara Masyarakat
Sejumlah warga menilai peringatan Harkopnas dan HANI tidak cukup hanya menjadi agenda seremonial tahunan.
Menurut beberapa warga yang ditemui usai kegiatan, masyarakat berharap komitmen pemerintah dapat diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh kebutuhan warga, baik dalam peningkatan ekonomi keluarga maupun perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba.
Ada pula pelaku UMKM yang berharap koperasi dapat semakin adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga mampu menjadi mitra usaha yang benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya.
Tantangan ke Depan
Momentum peringatan dua agenda besar tersebut sesungguhnya menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi dan penyelamatan generasi muda merupakan dua pekerjaan yang berjalan beriringan.
Koperasi yang sehat dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara lingkungan yang bebas dari narkoba menjadi fondasi penting bagi lahirnya sumber daya manusia yang produktif.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana berbagai komitmen yang disampaikan dalam upacara tersebut akan diterjemahkan menjadi program yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai langkah lanjutan maupun indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk mengukur efektivitas penguatan koperasi maupun strategi pemberantasan narkotika di Kota Pagar Alam.
Ke depan, publik tentu berharap semangat yang disampaikan dalam momentum Harkopnas dan HANI tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. (Hafis)

















