Beranda Nasional Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia, Dunia Pers Nasional Berduka atas Kepergian Sosok...

Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia, Dunia Pers Nasional Berduka atas Kepergian Sosok Penggerak Media Siber

3
0
Almarhum Maryadi dikenal sebagai sosok yang aktif memperkuat ekosistem media siber Indonesia dan mendorong profesionalisme perusahaan pers. (Foto: TimRed/CN/)

JAKARTA, cimutnews.co.id — Dunia pers Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Maryadi, meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sore dalam usia 53 tahun.

Sekjen AMSI Maryadi meninggal dunia setelah sebelumnya dikabarkan sempat beraktivitas seperti biasa. Jajaran pengurus serta Sekretariat AMSI Pusat, hingga Jumat malam penyebab pasti wafatnya almarhum masih menunggu informasi resmi dari pihak keluarga maupun rumah sakit.

Duka Mendalam Menyelimuti Keluarga Besar AMSI

Kabar wafatnya Maryadi pertama kali disampaikan Ketua AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika, melalui pesan yang disebarkan kepada seluruh pengurus dan anggota organisasi.

Dalam pesannya, Wahyu mengajak seluruh insan pers untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Ucapan belasungkawa kemudian mengalir dari berbagai pengurus AMSI daerah, pimpinan perusahaan media, jurnalis, hingga pegiat kebebasan pers yang selama ini mengenal dedikasi Maryadi dalam membangun ekosistem media digital Indonesia.

Staf Sekretariat AMSI Pusat, Darus, menunjukkan bahwa hingga berita ini diterbitkan belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Maryadi.

Menurut Darus, informasi awal yang diterimanya menyebutkan bahwa sepulang bekerja, Maryadi sempat berhenti membeli obat di salah satu apotek Kimia Farma sebelum akhirnya mengalami kondisi darurat.

“Informasi yang kami terima, sepulang dari kantor beliau sempat mampir membeli obat di Kimia Farma, kemudian pingsan dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Kami sendiri masih menuju rumah sakit sehingga belum mengetahui penyebab pastinya,” ujarnya

Informasi tersebut masih bersifat kronologi awal berdasarkan keterangan internal AMSI. Hingga saat ini belum terdapat pernyataan medis resmi mengenai penyebab wafatnya almarhum.

Baca juga  UMKM Jamur Tiram Banyuasin Disorot: Wabup Netta Dorong Hilirisasi Pangan dan Ekonomi Kreatif Desa

Sehari Sebelumnya Masih Beraktivitas Normal

Darus juga mengaku masih bertemu dengan Maryadi sehari sebelum kabar duka tersebut.

Menurutnya, almarhum tampak sehat, aktif bekerja, bahkan masih sempat bercanda dengan rekan-rekan di kantor sebagaimana rutinitas sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat kabar wafatnya Maryadi mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga besar AMSI yang selama ini bekerja bersama dalam berbagai agenda organisasi.

Sosok Penting di Balik Penguatan Media Siber Nasional

Dedikasi untuk Pers Digital

Semasa menjabat Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi dikenal aktif mengawal berbagai program peningkatan kualitas media siber.

Ia terlibat dalam penguatan tata kelola perusahaan pers digital, peningkatan kompetensi jurnalis, pengembangan literasi digital, hingga mendorong media anggota AMSI menerapkan standar jurnalistik yang profesional.

Di berbagai forum nasional, Maryadi juga dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan keberlanjutan industri media di tengah perubahan lanskap digital yang berlangsung sangat cepat.

Kehilangan Besar bagi Industri Pers

Kepergian Maryadi terjadi pada saat industri media nasional masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, tekanan ekonomi terhadap perusahaan pers, hingga meningkatnya arus disinformasi di ruang digital, seluruhnya membutuhkan kolaborasi organisasi media yang kuat.

Dalam konteks tersebut, peran pengurus organisasi seperti AMSI menjadi semakin strategis sebagai wadah peningkatan kualitas media, perlindungan jurnalisme profesional, serta penguatan ekosistem pers yang sehat.

Regenerasi Kepemimpinan Organisasi Pers Menjadi Tantangan

Wafatnya Maryadi tidak hanya meninggalkan duka secara personal, tetapi juga menghadirkan tantangan organisasi.

Dalam jangka pendek, AMSI harus memastikan kesinambungan berbagai program nasional yang selama ini dikawal oleh sekretariat organisasi agar pelayanan kepada anggota tetap berjalan tanpa hambatan.

Dalam jangka panjang, momentum ini menjadi pengingat pentingnya regenerasi kepemimpinan organisasi pers. Tantangan media digital semakin kompleks, sehingga keberlanjutan organisasi tidak boleh bergantung pada satu figur, melainkan pada sistem kelembagaan yang kuat.

Baca juga  Reses DPRD Palembang Dapil 1: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Parkir Liar, dan Transportasi Publik

Figur Organisasi Pers Sering Tak Terlihat, Tetapi Menjadi Penyangga Industri

Berbeda dengan tokoh publik yang sering tampil di ruang pemberitaan, sekretaris organisasi media umumnya bekerja di balik layar.

Padahal, posisi tersebut memegang peran penting dalam menghubungkan perusahaan pers, menyusun kebijakan organisasi, mengoordinasikan program nasional, hingga menjaga komunikasi lintas daerah. Karena itu, kepergian Maryadi bukan sekadar kehilangan seorang pengurus, melainkan juga hilangnya salah satu penggerak yang selama ini menopang kerja organisasi secara administratif maupun strategis.

Kepergian Maryadi menjadi duka bagi keluarga besar AMSI sekaligus dunia pers nasional. Hingga berita ini diterbitkan, penyebab wafatnya masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

CimutNews.co.id akan terus memantau perkembangan informasi dan memperbarui pemberitaan apabila terdapat keterangan resmi dari keluarga, rumah sakit, maupun pengurus AMSI. (timred/CN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here