
PALEMBANG, cimutnews.co.id — Keberhasilan Sumsel United U-19 menjuarai EPA Championship U-19 2025/2026 menjadi sorotan baru bagi dunia sepak bola Sumatera Selatan.
Tim berjuluk Laskar Juaro Mudo itu berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan Persiku Kudus U-19 dengan skor dramatis 3-2 di partai final yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, Sabtu (16/5/2026).
Kemenangan ini terasa spesial karena datang bertepatan dengan momentum HUT ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan perjalanan menuju prestasi ini tidak terjadi secara instan.
Selama beberapa tahun terakhir, pembinaan sepak bola usia muda di Sumsel sempat dianggap belum mampu melahirkan banyak pemain yang bersaing di level nasional.
Karena itu, keberhasilan Sumsel United U-19 dinilai menjadi angin segar bagi pecinta sepak bola daerah.
Comeback Dramatis Jadi Titik Balik
Pada laga final, Sumsel United U-19 sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal dua gol lebih dulu dari Persiku Kudus U-19.
Situasi tersebut membuat banyak penonton sempat meragukan peluang anak-anak muda Sumsel untuk bangkit.
Namun mental bertanding skuad asuhan pelatih Ardi Hernando berbicara lain.
Mengandalkan permainan cepat dan semangat juang tinggi, Sumsel United berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Nama Muhammad Daffa Trihardi pun menjadi sorotan setelah mencetak dua gol penentu kemenangan.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan sejumlah pecinta sepak bola Sumsel yang selama ini mengaku jarang melihat klub daerah mampu menembus prestasi nasional secara konsisten.
Bonus dan Promosi Pemain Jadi Sorotan
Presiden Klub Sumsel United, Cik Ujang, mengaku bangga atas capaian tim muda tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemain lokal Sumsel memiliki kualitas bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
Sebagai bentuk apresiasi, manajemen klub langsung memberikan bonus Rp25 juta kepada tim.
Tak hanya itu, tiga pemain muda yakni Daffa, Banjar/Fajar, dan Zaid disebut langsung dipromosikan ke skuad senior Sumsel United untuk musim depan.
Kebijakan ini dinilai cukup menarik karena tidak semua klub berani memberi ruang besar kepada pemain muda lokal.
Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan terbesar justru muncul setelah gelar juara diraih.
Apakah para pemain muda ini benar-benar akan mendapat menit bermain di level senior, atau hanya menjadi bagian dari euforia sesaat?
Kebangkitan Sepak Bola Sumsel Mulai Dipertanyakan
Keberhasilan Sumsel United U-19 juga memunculkan optimisme baru terhadap masa depan sepak bola Sumatera Selatan.
Sejumlah pengamat menilai kemenangan ini bisa menjadi momentum penting untuk memperbaiki ekosistem pembinaan usia muda di daerah.
Apalagi selama ini Sumsel dikenal memiliki banyak talenta potensial, namun belum seluruhnya mendapat jalur pembinaan yang stabil.
Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah keberhasilan ini akan menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Sumsel secara berkelanjutan?
Atau justru hanya menjadi prestasi sesaat yang sulit dipertahankan?
Harapan Baru dari Talenta Lokal
Bagi masyarakat Sumsel, kemenangan ini bukan sekadar trofi.
Lebih dari itu, keberhasilan Sumsel United U-19 dianggap sebagai simbol bahwa pemain-pemain muda daerah masih mampu bersaing di tengah dominasi klub-klub besar nasional.
Hingga kini, belum semua klub daerah mampu membangun sistem pembinaan usia muda yang berkelanjutan.
Karena itu, pencapaian Laskar Juaro Mudo menjadi harapan baru bagi pecinta sepak bola Sumsel.
Apakah prestasi ini akan menjadi awal lahirnya generasi emas sepak bola Sumsel? Publik kini menunggu pembuktiannya. (Poerba)

















