Beranda Pagar Alam Terungkap, 70 Paskibraka Pagar Alam Siap Bertugas 17 Agustus

Terungkap, 70 Paskibraka Pagar Alam Siap Bertugas 17 Agustus

5
0
Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah saat mengukuhkan anggota Paskibraka Kota Pagar Alam Tahun 2026 di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Gunung Gare, Sabtu malam (15/8/2026). (Foto: hafis/cimutnews.co.id)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Sebanyak 70 putra-putri terpilih dari sejumlah sekolah menengah di Kota Pagar Alam resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.

Pengukuhan berlangsung pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, di Gedung Serbaguna SD Negeri 74 Gunung Gare. Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah memimpin prosesi tersebut, didampingi Wakil Wali Kota Hj. Bertha dan Ketua TP PKK Hj. Hera Parianti Ludi.

Namun, di balik seremoni pengukuhan tersebut, ada tugas yang jauh lebih besar menanti. Puluhan pelajar itu bukan hanya dituntut mampu menjalankan rangkaian pengibaran bendera, tetapi juga menjaga disiplin dan ketepatan selama momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dari Seleksi Sekolah hingga Pelatihan

Ke-70 anggota Paskibraka tersebut merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pagar Alam.

Setelah melewati tahapan seleksi, mereka kemudian menjalani Pemusatan Pelatihan Calon Paskibraka pada 13–18 Agustus 2026 di Villa Dz Gunung Gare.

Rentang waktu pelatihan itu menjadi bagian penting sebelum mereka menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026.

Artinya, pengukuhan bukan menjadi garis akhir proses pembentukan Paskibraka. Justru setelah dikukuhkan, para anggota memasuki fase pembuktian ketika seluruh latihan harus diterjemahkan menjadi pelaksanaan tugas di lapangan.

Pesan Wali Kota: Bukan Sekadar Baris-Berbaris

Wali Kota H. Ludi Oliansyah dalam pesannya meminta para anggota Paskibraka menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Ia berharap para anggota Paskibraka dapat menjadi generasi masa depan yang maju dan unggul, memiliki integritas, mental yang kokoh, serta tidak mudah menyerah.

“Selamat bertugas dan jadilah generasi masa depan yang maju dan unggul, dengan semangat berkarya serta memiliki integritas tinggi, mental yang kokoh, ulet dan pantang menyerah untuk berjuang demi kemajuan Kota Pagar Alam, Bangsa dan Negara Indonesia,” pesan Ludi.

Baca juga  Terungkap, 132 Regu Ramaikan Gerak Jalan HUT RI Pagar Alam

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan Paskibraka tidak semata-mata ditempatkan sebagai bagian dari seremoni tahunan.

Ada harapan lebih panjang: pengalaman mengikuti seleksi, pelatihan, pengukuhan hingga menjalankan tugas dapat menjadi ruang pembentukan kedisiplinan dan karakter generasi muda.

Namun Fakta di Lapangan Menunggu Pembuktian

Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan sebuah tim Paskibraka pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seremoni pengukuhan.

Ketepatan gerakan, kekompakan, kedisiplinan, kesiapan mental dan kemampuan menjalankan tugas dalam situasi sebenarnya menjadi bagian yang akan diuji ketika pelaksanaan upacara berlangsung.

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan para anggota yang harus menjaga konsistensi latihan dalam waktu yang relatif terbatas menjelang hari pelaksanaan.

Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan lagi apakah 70 anggota tersebut telah dikukuhkan.

Pertanyaan berikutnya adalah sejauh mana proses pelatihan mampu memastikan mereka benar-benar siap menghadapi tugas pada momentum 17 Agustus.

Ada Tanggung Jawab di Balik Seragam Paskibraka

Menjadi Paskibraka juga membawa konsekuensi lain. Para anggota membawa nama sekolah, keluarga, sekaligus mewakili generasi muda Kota Pagar Alam dalam salah satu agenda kenegaraan paling penting setiap tahun.

Hingga kini, belum semua sisi dari proses pembentukan tersebut terlihat ke publik, termasuk bagaimana tahapan seleksi dilakukan secara rinci, indikator kesiapan peserta setelah pelatihan, serta evaluasi yang diberikan sebelum mereka menjalankan tugas.

Hal ini bukan berarti proses yang dilakukan bermasalah.

Namun, keterbukaan mengenai tahapan dan ukuran keberhasilan penting agar publik dapat memahami bahwa Paskibraka bukan sekadar pilihan berdasarkan kemampuan baris-berbaris, melainkan proses pembinaan generasi muda yang memiliki standar disiplin dan tanggung jawab.

Bukan Hanya Selesai Saat Bendera Berkibar

Bagi para anggota Paskibraka, tugas pada 17 Agustus mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit.

Baca juga  Wakil Wali Kota Pagar Alam Hadiri Gala Dinner Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Kolaborasi Antar Kota di Indonesia

Namun proses menuju momen tersebut berlangsung jauh lebih panjang.

Seleksi, latihan, pemusatan pelatihan, pengukuhan hingga pelaksanaan tugas merupakan rangkaian yang saling berkaitan.

Terlebih, pesan yang disampaikan pemerintah daerah menempatkan Paskibraka sebagai bagian dari pembentukan generasi yang memiliki integritas dan mental kuat.

Karena itu, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada apakah prosesi pengibaran dan penurunan bendera berjalan lancar.

Hal yang lebih penting adalah apakah nilai disiplin, tanggung jawab dan integritas yang ditanamkan selama proses tersebut benar-benar terbawa oleh para anggota setelah tugas mereka selesai.

Hingga kini, perhatian publik tentu tertuju pada pelaksanaan tugas 17 Agustus.

Akankah 70 Paskibraka Kota Pagar Alam mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan penampilan terbaik, sekaligus membuktikan bahwa proses panjang yang mereka jalani bukan sekadar seremoni? (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here