
BANYUASIN, cimutnews.co.id — Banyuasin Police Expo 2026 digelar dengan membawa pesan besar: mendekatkan Polri kepada masyarakat sekaligus membuka ruang bagi UMKM dan kreativitas generasi muda.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Namun, di balik kemeriahan pameran, festival band hingga turnamen e-sport, muncul pertanyaan yang lebih penting: sejauh mana kegiatan tersebut benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat Banyuasin?
Police Expo dan Pesan Kedekatan dengan Masyarakat
Kapolda Sumatera Selatan, Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memberikan apresiasi kepada Polres Banyuasin, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Police Expo 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan. Police Expo diarahkan menjadi ruang interaksi antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk menegaskan bahwa Polri tidak berjarak dengan masyarakat,” kata Sandi.
Ia juga menegaskan posisi masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pesan tersebut menjadi salah satu garis besar kegiatan yang menggabungkan pelayanan publik, edukasi, ekonomi kreatif, olahraga elektronik, serta hiburan.
Edukasi Generasi Muda Ikut Jadi Sorotan
Selain pameran dan kegiatan hiburan, Police Expo 2026 juga menghadirkan sejumlah materi edukasi.
Di antaranya keselamatan berlalu lintas, pencegahan narkoba, kampanye anti-bullying hingga keamanan digital.
Tema tersebut cukup relevan dengan persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ruang digital, misalnya, bukan hanya membuka peluang kreativitas dan ekonomi, tetapi juga membawa risiko berupa penipuan, perundungan, penyalahgunaan data hingga berbagai bentuk kejahatan siber.
Karena itu, kehadiran edukasi publik dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak anak muda dapat menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran masyarakat.
Namun fakta di lapangan menunjukkan, keberhasilan edukasi semacam ini tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar.
Yang lebih penting adalah apakah pesan tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan setelah acara berakhir.
UMKM Mendapat Ruang, Tetapi Dampaknya Perlu Dilihat
Sektor UMKM juga menjadi salah satu bagian dalam Banyuasin Police Expo 2026.
Wakil Bupati Banyuasin Netta mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat.
Harapannya, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang pameran.
Ada peluang lebih besar apabila UMKM yang terlibat memperoleh akses pasar, jaringan usaha, promosi berkelanjutan hingga peluang kerja sama setelah kegiatan selesai.
Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan apabila kegiatan hanya menghasilkan transaksi sesaat tanpa keberlanjutan bagi pelaku usaha.
Di sinilah dampak Police Expo terhadap UMKM menjadi menarik untuk diperhatikan.
Apakah para pelaku usaha hanya memperoleh ruang berjualan selama acara, atau kegiatan tersebut mampu membuka pasar baru yang bertahan dalam jangka panjang?
Wabup Tinjau Booth dan Layanan Publik
Usai peresmian, Wabup Netta bersama jajaran meninjau sejumlah booth pameran dan layanan publik yang menjadi bagian dari Banyuasin Police Expo 2026.
Kehadiran layanan publik dalam kegiatan tersebut menjadi upaya untuk membawa pelayanan pemerintah dan kepolisian lebih dekat kepada masyarakat.
Konsep seperti ini sebenarnya memiliki nilai strategis.
Masyarakat tidak hanya datang untuk menyaksikan acara, tetapi juga berkesempatan memperoleh informasi dan mengenal berbagai layanan yang tersedia.
Hal ini menimbulkan pertanyaan lain: apakah model pelayanan publik yang dibawa ke ruang-ruang masyarakat seperti Police Expo dapat terus dikembangkan setelah kegiatan selesai?
Bukan Sekadar Ramai Saat Acara
Police Expo 2026 menunjukkan adanya upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara aparat, pemerintah dan masyarakat.
Namun, ukuran keberhasilannya tidak semata-mata berada pada jumlah pengunjung, kemeriahan panggung, banyaknya booth, atau beragamnya kegiatan.
Ukuran yang lebih penting adalah dampak setelah acara.
Apakah UMKM mendapatkan pasar baru?
Apakah anak muda menjadi lebih memahami bahaya narkoba, bullying dan kejahatan digital?
Apakah masyarakat semakin mudah memperoleh layanan publik?
Dan yang tak kalah penting, apakah kedekatan Polri dengan masyarakat benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari?
Hingga kini, belum semua pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang dapat diukur dari pelaksanaan satu kegiatan saja.
Police Expo 2026 setidaknya telah membuka ruang pertemuan antara kepolisian, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.
Tantangannya adalah bagaimana ruang tersebut tidak berhenti ketika panggung ditutup dan booth pameran dibongkar.
Pada akhirnya, keberlanjutan manfaat menjadi pekerjaan berikutnya.
Apakah Police Expo 2026 akan menjadi agenda seremonial tahunan, atau berkembang menjadi ruang yang benar-benar menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Banyuasin?
Pertanyaan itu masih terbuka. (Noto)

















