Beranda Pagar Alam Pembinaan PKK Atung Bungsu Dimulai, Kekurangan Diakui dan Jadi Sorotan

Pembinaan PKK Atung Bungsu Dimulai, Kekurangan Diakui dan Jadi Sorotan

4
0
Ketua TP PKK Kota Pagar Alam Hj. Hera Parianti Ludi bersama jajaran pengurus saat menyambut pelaksanaan Pembinaan dan Evaluasi 10 Program Pokok TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kelurahan Atung Bungsu, Dempo Selatan. (Foto: Hafis/CimutNews)

PAGAR ALAM, cimutnews.co.id — Pelaksanaan Pembinaan dan Evaluasi 10 Program Pokok TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan berlangsung di Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Selasa (26/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi TP PKK Kota Pagar Alam. Sebab, Atung Bungsu dipercaya mewakili Kota Pagar Alam dalam proses pembinaan dan evaluasi tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Namun, agenda tersebut bukan sekadar seremoni penilaian.

Di balik penyambutan tim provinsi dan berbagai persiapan yang dilakukan, terdapat pekerjaan rumah yang diakui sendiri oleh Ketua TP PKK Kota Pagar Alam, Hj. Hera Parianti Ludi.

Bukan Sekadar Lomba, Ada Proses Evaluasi

Tim penilai dan pembinaan tingkat Provinsi Sumatera Selatan hadir dan disambut langsung oleh Hj. Hera Parianti Ludi bersama jajaran pengurus TP PKK Kota Pagar Alam serta Dharma Wanita Persatuan Kota Pagar Alam.

Dalam sambutannya, Hera menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan karena Kelurahan Atung Bungsu mendapat kepercayaan menjadi wakil Kota Pagar Alam.

Menurutnya, proses tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Kalau ikut lomba itu tidak ada yang menakutkan. Namanya dibimbing, apalagi yang membimbing langsung dari provinsi. Ini menjadi motivasi yang baik untuk kebaikan kita di masa mendatang,” ujar Hera.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil penilaian.

Ada aspek pembinaan yang diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi pelaksanaan program PKK di tingkat kelurahan maupun kota.

Namun Fakta di Lapangan Menunjukkan Masih Ada Kekurangan

Namun fakta di lapangan menunjukkan, proses pembinaan tersebut masih berhadapan dengan sejumlah kekurangan.

Hera secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program TP PKK di Kota Pagar Alam, termasuk di Kelurahan Atung Bungsu, belum sepenuhnya sempurna.

Baca juga  Sosialisasi Sekolah Nasional Terintegrasi Digelar, Apa Dampaknya bagi Pendidikan Pagar Alam?

Pengakuan itu menjadi bagian penting dari evaluasi.

Sebab, keberhasilan sebuah program tidak hanya dapat dilihat dari kesiapan saat penilaian berlangsung, tetapi juga dari bagaimana program tersebut berjalan secara berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di sisi lain, belum ada penjelasan rinci mengenai bagian-bagian program yang masih dinilai kurang dan membutuhkan pembenahan setelah proses evaluasi tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana hasil pembinaan nantinya benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan di tingkat masyarakat.

10 Program Pokok PKK dan Tantangan Implementasi

Sepuluh Program Pokok PKK pada dasarnya mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga dan masyarakat, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, kesehatan, hingga kelestarian lingkungan hidup.

Karena cakupannya luas, keberhasilan program tidak cukup hanya dibuktikan melalui administrasi atau kesiapan menghadapi evaluasi.

Implementasi di lapangan menjadi ukuran penting.

Apakah program benar-benar berjalan secara rutin?

Apakah kader mampu mempertahankan kegiatan setelah proses penilaian selesai?

Dan yang tidak kalah penting, apakah masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab setelah kegiatan pembinaan dan evaluasi berlangsung.

Harapan untuk Atung Bungsu

Hera berharap kehadiran tim pembina dari tingkat provinsi dapat memberikan masukan konkret bagi TP PKK Kota Pagar Alam.

“Harapan besar kami, pembinaan dan evaluasi hari ini dapat membawa perbaikan berarti bagi kemajuan Kelurahan Atung Bungsu dan TP PKK Kota Pagar Alam pada umumnya,” pungkasnya.

Harapan tersebut sekaligus menempatkan kegiatan evaluasi sebagai titik awal untuk melakukan pembenahan, bukan sekadar mengejar predikat dalam sebuah perlombaan.

Bagi Kelurahan Atung Bungsu, proses ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana 10 Program Pokok PKK telah berjalan dan apa saja yang masih harus diperbaiki.

Baca juga  Gebyar QRIS-PeKA 2026 Segera Digelar, Namun Kesiapan Pelaku UMKM Masih Jadi Pertanyaan

Setelah Penilaian, Pekerjaan Rumah Belum Selesai

Pembinaan dan evaluasi memang berlangsung dalam satu agenda. Namun, dampaknya seharusnya tidak berhenti ketika tim penilai meninggalkan lokasi.

Justru setelah evaluasi, pekerjaan berikutnya adalah memastikan berbagai catatan dan masukan dapat diterapkan.

Hingga kini, belum semua detail hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan dari tim Provinsi Sumatera Selatan disampaikan secara terbuka.

Karena itu, keberhasilan Atung Bungsu nantinya tidak hanya ditentukan oleh hasil penilaian, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan dan memperbaiki program dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah pembinaan ini akan benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat Atung Bungsu, atau hanya menjadi agenda evaluasi tahunan?

Jawabannya masih menunggu proses berikutnya. (Hafis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here