Beranda Muara Enim Terungkap, Pemkab Muara Enim Siapkan Program Umrah untuk Veteran

Terungkap, Pemkab Muara Enim Siapkan Program Umrah untuk Veteran

3
0
Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama unsur Forkopimda saat menghadiri ramah tamah bersama veteran dan keluarga pejuang dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Agung Serasan Sekundang.(Foto:Eko/cimutnews)

MUARA ENIM, cimutnews.co.id — Ramah tamah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Muara Enim berlangsung dalam suasana hangat. Namun, di balik seremoni tersebut terselip fakta yang menyentuh: jumlah veteran yang masih hidup di daerah itu kini tinggal tujuh orang.

Mereka hadir bersama 67 janda veteran, purnawirawan, wredatama, tokoh adat, serta sejumlah unsur pemerintahan dalam kegiatan yang digelar di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS), Senin (17/8).

Pertemuan itu bukan hanya soal pemberian penghormatan. Ada pesan tentang bagaimana daerah menjaga ingatan sejarah ketika generasi yang mengalami langsung perjuangan kemerdekaan semakin sedikit.

Tujuh Veteran Masih Tersisa

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., menyampaikan bahwa saat ini tercatat tujuh anggota veteran dan 67 janda veteran di Kabupaten Muara Enim.

Angka tersebut memperlihatkan perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Para pelaku sejarah perlahan berkurang, sementara tanggung jawab untuk mempertahankan nilai perjuangan beralih kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan itu, Sumarni menegaskan bahwa pertemuan bersama para veteran bukan sekadar agenda tahunan.

Menurutnya, para pejuang dan sesepuh daerah merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa sekaligus pembangunan Kabupaten Muara Enim.

Janji Program Umrah 2027

Salah satu pernyataan yang mendapat perhatian adalah komitmen Pemkab Muara Enim untuk mengupayakan program umrah bagi para anggota veteran pada 2027.

Rencana tersebut disampaikan di tengah kondisi pemerintah daerah yang juga sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

Di satu sisi, pemerintah daerah menyatakan tetap ingin memberikan perhatian kepada para veteran. Di sisi lain, ruang fiskal pemerintah daerah disebut tengah menghadapi penyesuaian.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana rencana tersebut akan diterjemahkan menjadi program resmi dan bagaimana mekanisme penganggarannya nanti.

Baca juga  USS Jalin Kerjasama dengan APDESI Sumsel untuk Program Sarjana Inovator Desa

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai besaran anggaran, jumlah penerima, mekanisme pemberangkatan, maupun tahapan pelaksanaan program umrah yang direncanakan pada 2027 tersebut.

Bukan Sekadar Tali Asih

Kegiatan ramah tamah itu juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Plt. Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selain itu, pemerintah menyerahkan bantuan, bingkisan, dan tali asih secara simbolis kepada veteran serta warakawuri yang hadir.

Bantuan semacam ini tentu memiliki nilai sosial. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa penghormatan terhadap veteran tidak berhenti pada seremoni atau pemberian bantuan sesaat.

Ada kebutuhan yang lebih panjang untuk memastikan para veteran dan keluarga pejuang memperoleh perhatian yang layak, terutama ketika jumlah mereka semakin sedikit dan sebagian berada pada usia lanjut.

Warisan Perjuangan dan Tantangan Generasi Muda

Dalam sambutannya, Sumarni juga menyampaikan apresiasi kepada purnawirawan TNI/Polri, wredatama, serta pemangku adat dari 22 kecamatan yang dinilai turut menjaga kerukunan dan kearifan lokal.

Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan agenda pembangunan daerah dan kegiatan besar yang akan datang, termasuk Porprov KORMI ke-2 serta karnaval budaya daerah.

Pesannya cukup jelas: semangat perjuangan tidak boleh berhenti ketika generasi pejuang mulai berkurang.

Namun, tantangannya adalah bagaimana nilai tersebut diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pembangunan fisik dapat dilihat melalui jalan, fasilitas publik, maupun berbagai program pemerintah. Sementara warisan perjuangan jauh lebih sulit diukur karena berkaitan dengan karakter, solidaritas, kepedulian, dan kemampuan generasi muda menjaga identitas daerah.

Ada Pekerjaan Rumah di Balik Penghormatan

Peringatan kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengingat masa lalu. Ia juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apakah semangat yang diwariskan para pejuang masih memiliki tempat dalam kebijakan hari ini.

Baca juga  Rayakan HUT Ke -77 Kabupaten Muara Enim, Pj. Bupati buka Karnaval Budaya dan Lomba Tradisional

Rencana program umrah bagi veteran pada 2027 menjadi salah satu bentuk komitmen yang disampaikan pemerintah daerah.

Namun, realisasinya masih menunggu proses penganggaran dan kebijakan lebih lanjut.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah perhatian kepada para veteran nantinya dapat terus berlanjut dalam bentuk program yang berkelanjutan, bukan hanya muncul setiap momentum peringatan kemerdekaan.

Ketika jumlah veteran Muara Enim tinggal tujuh orang, waktu tentu menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Hingga kini, penghormatan itu masih menjadi pekerjaan bersama. Bukan hanya tentang bagaimana pemerintah memberikan bantuan, tetapi juga bagaimana generasi yang tidak mengalami langsung perjuangan kemerdekaan mampu menjaga nilai yang diwariskan para pendahulunya.

Dan ketika satu per satu saksi sejarah itu pergi, pertanyaannya bukan lagi berapa banyak veteran yang tersisa, melainkan seberapa kuat masyarakat Muara Enim menjaga cerita dan nilai perjuangan mereka agar tidak ikut hilang. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here