Beranda Palembang Terungkap, Lomba Muslimah Ini Bawa Pesan di Balik Kemerdekaan

Terungkap, Lomba Muslimah Ini Bawa Pesan di Balik Kemerdekaan

3
0
Peserta Lomba Puisi dan Pantun Muslimah IPEMI PD Kota Palembang mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Poerba/cimutnews.co.id)

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Palembang tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) PD Kota Palembang memilih puisi dan pantun sebagai ruang bagi perempuan untuk tampil, berkreasi, sekaligus menyampaikan gagasan.

Lomba Puisi dan Pantun Muslimah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palembang, Putri Azizah.

Namun, kegiatan itu tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Di balik panggung perlombaan, muncul pesan yang lebih luas: sejauh mana kegiatan perempuan benar-benar mampu menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas dan keberanian mereka di tengah masyarakat?

Bukan Sekadar Lomba

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan semangat dan istiqomah menuntut ilmu, akan diraih kemerdekaan yang hakiki” tersebut menempatkan pendidikan dan peningkatan kemampuan sebagai bagian dari makna kemerdekaan.

Putri Azizah menilai momentum kemerdekaan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai peringatan terbebasnya Indonesia dari penjajahan.

Menurut dia, kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kesempatan bagi setiap orang untuk terus belajar, berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini jangan hanya kita maknai sebagai peringatan terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk terus belajar, berkarya, meningkatkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Putri.

Pesan tersebut membuat perlombaan puisi dan pantun memiliki dimensi yang lebih luas. Peserta tidak hanya dituntut tampil di depan publik, tetapi juga berani menyampaikan gagasan melalui bahasa dan kreativitas.

Ketika Perempuan Didorong Terus Berkarya

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan dalam kehidupan perempuan yang tidak selalu memiliki ruang yang sama untuk mengembangkan kapasitas.

Karena itu, kegiatan seperti perlombaan seni dan sastra dapat menjadi salah satu ruang partisipasi. Meski demikian, efektivitasnya tentu tidak hanya diukur dari kemeriahan acara atau jumlah peserta.

Baca juga  Kapolda Sumsel Kunjungi Pura Agung Sriwijaya, Perkuat Kamtibmas dan Toleransi Umat Hindu Bali di Palembang

Yang lebih penting adalah apakah ruang tersebut berlanjut menjadi kesempatan untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan usaha dan menghasilkan karya setelah kegiatan berakhir.

Putri mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, peningkatan kemampuan perempuan akan turut berpengaruh terhadap kualitas keluarga dan generasi berikutnya.

“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam keluarga dan masyarakat. Karena itu, kegiatan yang mendorong perempuan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan berkarya seperti ini perlu terus dikembangkan,” katanya.

Ada Persoalan yang Belum Terjawab

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dilakukan melalui acara sesaat.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana semangat yang muncul dalam kegiatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi aktivitas yang lebih berkelanjutan.

Apalagi IPEMI sendiri memiliki ruang yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosial, tetapi juga dunia kewirausahaan perempuan. Penguatan kapasitas, jejaring usaha dan akses terhadap peluang ekonomi menjadi bagian penting apabila pemberdayaan ingin menghasilkan dampak yang lebih panjang.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai bagaimana hasil kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti menjadi program pengembangan kapasitas peserta secara berkelanjutan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah lomba tersebut akan berhenti sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan, atau justru menjadi pintu masuk bagi kegiatan yang lebih besar untuk memperkuat perempuan di Kota Palembang?

Menang Bukan Satu-Satunya Tujuan

Putri juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Menurutnya, keberanian tampil, pengalaman berkompetisi, membangun persahabatan dan tumbuhnya motivasi untuk berkarya merupakan bagian penting dari proses tersebut.

“Jangan hanya berorientasi pada kemenangan. Yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk tampil, mendapatkan pengalaman, membangun persahabatan, dan menumbuhkan semangat baru untuk terus berkarya,” ungkap Putri.

Baca juga  Digital Kito Galo Ditutup Meriah, Namun Digitalisasi UMKM Masih Menyisakan Tantangan

Pesan itu menjadi relevan karena kompetisi pada dasarnya bukan hanya tentang siapa yang berada di posisi pertama.

Ada pengalaman yang dibawa pulang peserta. Ada keberanian yang tumbuh. Ada jejaring baru yang terbentuk. Dan ada kemungkinan munculnya kepercayaan diri untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.

Dari Puisi ke Peran Sosial

Semangat kemerdekaan, kata Putri, dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas positif. Perempuan dapat mengambil peran melalui pendidikan, karya, kewirausahaan hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Perempuan bisa berkontribusi melalui pendidikan, karya, kewirausahaan, pengabdian, dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat,” ujarnya.

Bila pesan tersebut benar-benar diteruskan dalam bentuk program nyata, lomba puisi dan pantun tidak hanya menjadi agenda peringatan HUT ke-81 RI.

Sebaliknya, kegiatan itu dapat menjadi salah satu titik awal untuk memperluas ruang perempuan dalam belajar, berkarya dan membangun jejaring.

Namun, seberapa jauh dampak tersebut benar-benar dirasakan peserta dan masyarakat masih menjadi pertanyaan.

Apakah semangat yang lahir dari panggung lomba akan berhenti ketika acara selesai, atau justru berkembang menjadi gerakan yang membuat perempuan Palembang semakin berdaya? (Poerba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here