Beranda Banyuasin Terungkap Persiapan Banyuasin Menuju APKASI Expo 2026, Masih Ada yang Dicek

Terungkap Persiapan Banyuasin Menuju APKASI Expo 2026, Masih Ada yang Dicek

5
0
Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim memimpin rapat finalisasi persiapan Kabupaten Banyuasin mengikuti APKASI Otonomi Expo 2026. (Foto: Noto/CimutNews)

Pangkalan Balai, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mematangkan persiapan menghadapi APKASI Otonomi Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026.

Rapat finalisasi digelar di Ruang Rapat Sekda Banyuasin, Kamis (20/8/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN, Eng.

Agenda tersebut bukan sekadar membahas keikutsertaan Banyuasin dalam sebuah pameran. Di balik persiapan stan dan materi promosi, ada target yang lebih besar: membawa potensi daerah agar dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.

Namun, pertanyaannya kemudian bukan hanya apa yang akan ditampilkan Banyuasin, melainkan seberapa kuat potensi tersebut mampu menarik perhatian publik, pelaku usaha, maupun calon investor.

Seluruh Persiapan Diklaim Terpenuhi

Dalam rapat tersebut, Sekda Erwin menyampaikan bahwa secara umum berbagai kebutuhan untuk mengikuti APKASI Otonomi Expo 2026 telah dipersiapkan.

Meski demikian, pengecekan ulang tetap dilakukan pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Langkah tersebut dinilai penting karena kegiatan berskala nasional membutuhkan koordinasi lintas sektor. Materi yang dibawa tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi mengenai Banyuasin secara jelas.

“Alhamdulillah, semua kesiapan sudah terpenuhi. Tetapi tetap perlu kita cek kembali kesiapan masing-masing OPD, karena kita khawatir masih ada hal-hal yang terlupa atau belum terkoordinasikan dengan baik,” ujar Erwin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tahap akhir persiapan masih berfokus pada sinkronisasi antarpihak.

Bukan Sekadar Memajang Produk Daerah

Banyuasin berencana membawa berbagai potensi daerah dalam ajang tersebut.

Mulai dari sektor pemerintahan, pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan hingga peluang investasi menjadi bagian dari materi yang akan diperkenalkan.

Sekilas, konsep tersebut terlihat seperti agenda promosi daerah pada umumnya.

Baca juga  Sekda Banyuasin Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-79: Polri Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa promosi daerah tidak berhenti pada seberapa banyak materi yang ditampilkan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi informasi yang menarik, mudah dipahami, dan memiliki nilai ekonomi maupun kerja sama.

Karena itu, Sekda meminta setiap OPD tidak hanya menyiapkan materi pameran, tetapi juga memastikan substansi yang ditampilkan benar-benar menggambarkan keunggulan Banyuasin.

Di sinilah kualitas materi menjadi penting.

Potensi pertanian, perkebunan, perikanan maupun produk unggulan daerah harus mampu menjawab pertanyaan yang kemungkinan muncul dari pengunjung: apa keunggulannya, seberapa besar potensinya, dan peluang kerja sama seperti apa yang dapat dibangun?

Diskominfo Siapkan Sesi Live Tiap OPD

Selain materi pameran, Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga menyiapkan publikasi dan siaran langsung selama kegiatan berlangsung.

Diskominfo-SP Banyuasin meminta masing-masing OPD menyiapkan materi serta narasumber yang akan mengisi sesi live.

Durasi setiap sesi diperkirakan sekitar 1–2 jam.

Format tersebut memberikan ruang lebih luas bagi OPD untuk menjelaskan program, potensi, produk unggulan hingga peluang yang dimiliki Banyuasin.

Di sisi lain, durasi yang cukup panjang juga menjadi tantangan tersendiri. Materi yang terlalu administratif berpotensi membuat informasi sulit dicerna masyarakat.

Karena itu, kemampuan narasumber menyampaikan data dan cerita mengenai potensi daerah secara sederhana akan menjadi salah satu faktor penting agar promosi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Target Investasi dan Jejaring Jadi Pertaruhan

Keikutsertaan Banyuasin dalam APKASI Otonomi Expo 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama, membuka peluang investasi, memperkenalkan produk unggulan serta meningkatkan citra daerah di tingkat nasional.

Target tersebut tentu tidak kecil.

Pameran dapat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha, investor dan berbagai pihak lainnya. Tetapi hasil akhirnya tidak otomatis muncul hanya karena sebuah daerah hadir dalam expo.

Baca juga  Bupati Banyuasin Terima Penghargaan Bintang Wira Karya Bidang Pertanian dari Presiden RI

Ada pekerjaan lanjutan setelah pameran selesai.

Kontak bisnis perlu ditindaklanjuti. Produk unggulan harus memiliki kesiapan produksi dan pasar. Sementara peluang investasi membutuhkan kepastian informasi, kemudahan proses serta koordinasi lintas sektor.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana Banyuasin telah menyiapkan tindak lanjut dari peluang yang mungkin muncul selama expo?

Hingga kini, belum semua rincian mengenai target konkret kerja sama, nilai investasi yang dibidik, maupun indikator keberhasilan keikutsertaan Banyuasin dalam APKASI Otonomi Expo 2026 dijelaskan secara rinci dalam rapat tersebut.

Bukan Hanya Soal Tampil

Bagi Banyuasin, APKASI Otonomi Expo 2026 menjadi kesempatan untuk memperlihatkan wajah daerah di ruang yang lebih luas.

Tetapi kesempatan tampil dan keberhasilan menghasilkan dampak merupakan dua hal berbeda.

Fakta bahwa seluruh OPD masih diminta melakukan pengecekan menunjukkan pentingnya memastikan setiap bagian benar-benar siap sebelum agenda berlangsung.

Terlebih, materi yang dibawa mencakup sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan ekonomi daerah.

Jika dikemas secara kuat, expo dapat menjadi pintu masuk bagi promosi produk, pariwisata dan investasi Banyuasin.

Sebaliknya, jika berhenti sebatas tampilan dan seremonial, peluang tersebut berpotensi tidak menghasilkan dampak jangka panjang yang maksimal.

APKASI Otonomi Expo 2026 akhirnya bukan hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan Banyuasin.

Lebih jauh, kegiatan ini akan menjadi salah satu ujian kecil: apakah potensi yang selama ini dimiliki daerah mampu diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi masyarakat dan ekonomi lokal?

Jawabannya baru dapat terlihat setelah expo berlangsung dan berbagai peluang yang muncul benar-benar ditindaklanjuti. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here