Beranda Banyuasin Terungkap, Perayaan HUT RI Banyuasin III Disebut Tanpa Dana APBD

Terungkap, Perayaan HUT RI Banyuasin III Disebut Tanpa Dana APBD

8
0
Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH, MH saat menghadiri malam puncak penutupan rangkaian HUT ke-81 RI di Kecamatan Banyuasin III, Jumat malam (21/8/2026). (Foto: Noto?cimutnews.co.id)

Pangkalan Balai, cimutnews.co.id — Ratusan warga memadati kawasan Tugu Pancasila, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jumat malam (21/8/2026). Mereka datang untuk mengikuti malam puncak penutupan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana berlangsung meriah. Anak-anak hingga masyarakat dari sejumlah desa dan kelurahan ikut menyaksikan pembagian hadiah berbagai perlombaan yang sebelumnya digelar dalam rangka memeriahkan bulan kemerdekaan.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada satu hal yang menarik perhatian: pemerintah daerah menyebut rangkaian kegiatan itu terlaksana melalui swadaya masyarakat dan tidak menggunakan dana APBD.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH, MH saat menutup kegiatan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Bukan Sekadar Perayaan

Bupati Banyuasin memberikan apresiasi kepada panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Menurut Askolani, perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan hadiah.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Askolani.

Ia juga menyoroti pelaksanaan kegiatan yang disebut tidak menggunakan dana APBD.

Menurutnya, penyelenggaraan secara swadaya menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam menghidupkan kegiatan di tingkat kecamatan.

Klaim Tanpa APBD Jadi Perhatian

Pernyataan mengenai kegiatan yang disebut tidak menggunakan APBD menjadi bagian yang menarik untuk dicermati.

Pasalnya, kegiatan berskala masyarakat yang melibatkan peserta dari berbagai desa dan kelurahan tentu membutuhkan dukungan panitia, fasilitas, hadiah, perlengkapan serta kebutuhan teknis lainnya.

Baca juga  Pengamanan Jumat Agung Banyuasin Dipimpin Kapolres, Empat Gereja Jadi Fokus Pengawasan

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pembiayaan disebut berasal dari swadaya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa informasi mengenai besaran biaya kegiatan, sumber swadaya, pihak yang memberikan dukungan, serta rincian penggunaan dana belum dijelaskan secara rinci dalam pernyataan resmi yang tersedia.

Hal ini penting bukan untuk mempertanyakan semangat masyarakat, melainkan untuk melihat sejauh mana partisipasi swadaya tersebut benar-benar mampu menopang kegiatan publik secara transparan.

Dengan kata lain, semarak acara terlihat jelas, tetapi mekanisme pembiayaannya masih menyisakan ruang informasi yang belum banyak diketahui publik.

Antusiasme Warga Terlihat

Pantauan dalam kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang hadir di lokasi.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang terlihat ikut menikmati rangkaian acara, sementara warga lainnya menyaksikan prosesi penutupan dan pembagian hadiah.

Bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi hiburan tahunan.

Ada ruang perjumpaan antarmasyarakat yang dalam keseharian mungkin jarang terjadi. Perlombaan dan kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan warga sekaligus membangun interaksi sosial.

Di sisi lain, keberhasilan kegiatan berbasis swadaya juga sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga partisipasi dan gotong royong.

Pemerintah Minta Semangat Tak Berhenti di Perlombaan

Askolani mengingatkan masyarakat agar hadiah yang diterima para pemenang tidak dipandang sebagai tujuan utama.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengikuti kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

“Bagi yang mendapatkan juara, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan, sportivitas dan partisipasi kita dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Pesan tersebut kemudian diperluas pada isu persatuan, keamanan dan kerukunan masyarakat.

Baca juga  Wabup Banyuasin Ikut Sensus Ekonomi, Akurasi Data Jadi Harapan di Tengah Dinamika Usaha Warga

Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga mengajak masyarakat Kecamatan Banyuasin III untuk ikut mendukung pembangunan daerah.

Ada Pekerjaan Rumah Setelah Perayaan

Peringatan kemerdekaan biasanya hanya berlangsung beberapa pekan dalam setahun. Setelah panggung dibongkar, perlombaan selesai dan hadiah dibagikan, tantangan masyarakat kembali pada persoalan sehari-hari.

Karena itu, pertanyaan berikutnya bukan hanya seberapa meriah perayaan HUT RI berlangsung, tetapi apakah semangat gotong royong yang muncul selama kegiatan dapat bertahan setelah perayaan berakhir.

Terlebih, jika kegiatan swadaya benar-benar menjadi bukti kuatnya partisipasi masyarakat, pola tersebut dapat menjadi modal sosial yang penting bagi lingkungan.

Namun, transparansi mengenai sumber pembiayaan dan pengelolaan kegiatan tetap diperlukan agar klaim kegiatan tanpa dana APBD dapat dipahami publik secara utuh.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai struktur pembiayaan kegiatan tersebut dalam informasi resmi yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah semangat swadaya yang terlihat dalam perayaan HUT ke-81 RI di Banyuasin III akan terus hidup dalam kegiatan sosial masyarakat, atau hanya menjadi semangat yang muncul setiap momentum perayaan kemerdekaan?

Jawabannya tentu akan terlihat dari bagaimana masyarakat menjaga gotong royong setelah panggung perayaan selesai. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here