Beranda Banyuasin Bawa Nama Banyuasin ke Putra Putri Sriwijaya, Mampukah Potensi Daerah Lebih Dikenal?

Bawa Nama Banyuasin ke Putra Putri Sriwijaya, Mampukah Potensi Daerah Lebih Dikenal?

3
0
Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin Nabila Askolani Putri menerima audiensi Bujang Gedis Banyuasin yang akan mewakili daerah pada ajang Putra Putri Sriwijaya 2026. (Foto: NotoCimutNews).

PANGKALAN BALAI, cimutnews.co.id — Upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Banyuasin ke tingkat yang lebih luas kembali dilakukan melalui jalur generasi muda. Dua finalis Bujang Gedis Banyuasin dipastikan akan mewakili daerah pada ajang Pemilihan Putra Putri Sriwijaya 2026 yang digelar di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Sejauh mana ajang duta wisata benar-benar mampu memberi dampak terhadap promosi daerah dan peningkatan kunjungan wisata ke Banyuasin?

Pertanyaan itu mengemuka saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, menerima audiensi Bujang Gedis Banyuasin di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu (22/7). Pertemuan tersebut menjadi momentum meminta dukungan menjelang keberangkatan dua wakil Banyuasin pada ajang Putra Putri Sriwijaya 2026.

Dua peserta yang dipercaya membawa nama Banyuasin adalah Siti Nur Azizah dan Muhammad Rizky Aditya. Keduanya telah mempersiapkan berbagai materi penilaian, termasuk video profil yang menampilkan potensi wisata, wastra khas Banyuasin, serta berbagai keunggulan daerah yang akan dipresentasikan di hadapan dewan juri.

Ajang Pemilihan Putra Putri Sriwijaya sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Juli 2026 dan diikuti perwakilan dari kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Nabila Askolani Putri menyampaikan dukungan penuh kepada kedua peserta. Menurutnya, ajang duta wisata bukan sekadar kompetisi penampilan, tetapi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan wawasan, karakter, serta kecintaan terhadap daerah asal.

“Event seperti ini sangat bagus untuk mempromosikan potensi wisata dan kebudayaan daerah. Ini benar-benar menjadi ajang yang tidak hanya menonjolkan paras dan penampilan tetapi juga intelektualitas, karakter, dan kecintaan pada daerah,” ujarnya.

Ia berharap Azizah dan Rizky mampu memperkenalkan Banyuasin secara maksimal sehingga semakin banyak masyarakat di tingkat provinsi maupun nasional mengenal kekayaan budaya, wastra, hingga destinasi wisata yang dimiliki daerah tersebut.

Baca juga  Terungkap, Program Air Bersih Digencarkan Tapi Belum Sepenuhnya Dirasakan

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banyuasin, Asmawi, SH, mengatakan pemilihan Putra Putri Sriwijaya merupakan bagian dari pembinaan generasi muda sekaligus promosi sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut tampil percaya diri, tetapi juga memahami sejarah, budaya, adat istiadat, hingga potensi daerah agar mampu menjawab setiap pertanyaan dewan juri secara tepat.

“Putra Putri Sriwijaya bukan hanya akan jadi duta pariwisata tetapi juga simbol generasi muda yang kreatif, berwawasan, dan siap membawa Banyuasin lebih dikenal di kancah nasional, bukan hanya provinsi saja,” katanya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, promosi wisata daerah masih menjadi pekerjaan yang membutuhkan dukungan lebih luas. Sejumlah destinasi unggulan Banyuasin memang mulai dikenal, tetapi sebagian lainnya masih menghadapi tantangan berupa akses, promosi digital, hingga penguatan identitas wisata yang berkelanjutan.

Di sisi lain, pelaku sektor ekonomi kreatif berharap ajang seperti Putra Putri Sriwijaya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Sejumlah pelaku UMKM dan pemerhati budaya mengaku promosi akan lebih efektif apabila diikuti program lanjutan yang mampu menghubungkan promosi budaya dengan peningkatan kunjungan wisata maupun pemasaran produk lokal.

Berdasarkan temuan di lapangan, Banyuasin memiliki beragam potensi yang layak diperkenalkan, mulai dari wastra khas, kekayaan budaya, kuliner lokal, hingga kawasan wisata alam. Meski demikian, hingga kini, belum semua potensi tersebut dikenal secara luas oleh masyarakat luar daerah.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi para duta wisata. Mereka tidak hanya membawa nama Banyuasin dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi wajah daerah yang harus mampu menjelaskan identitas, budaya, serta peluang investasi sektor pariwisata secara komprehensif.

Usai audiensi, Ketua TP PKK bersama rombongan turut mengunjungi Dekranasda Kabupaten Banyuasin untuk melihat secara langsung busana yang akan dikenakan Azizah dan Rizky selama mengikuti kompetisi. Busana tersebut terdiri dari kain tradisional, pakaian resmi, hingga aksesori berupa tas yang akan menjadi bagian dari penampilan mereka di hadapan dewan juri.

Baca juga  Polres Banyuasin Salurkan 8 Ton Beras Murah, Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Rantau Bayur

Keikutsertaan Banyuasin pada ajang Putra Putri Sriwijaya 2026 diharapkan menjadi momentum memperluas promosi daerah. Namun, keberhasilan sesungguhnya tidak hanya diukur dari prestasi di atas panggung, melainkan sejauh mana promosi tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah kehadiran duta wisata nantinya benar-benar mampu meningkatkan daya tarik Banyuasin di mata publik, atau masih diperlukan strategi promosi yang lebih terintegrasi agar potensi daerah semakin dikenal secara luas? (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here