Beranda OKU Timur Terungkap, SAKA Anti Narkoba Dikukuhkan di OKU Timur, Akankah Efektif Menekan Penyalahgunaan...

Terungkap, SAKA Anti Narkoba Dikukuhkan di OKU Timur, Akankah Efektif Menekan Penyalahgunaan Narkoba?

5
0
Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha memimpin penandatanganan PKS dan pengukuhan Majelis Pembimbing SAKA Anti Narkoba di Aula Bina Praja I Pemkab OKU Timur. (Foto: Agus/Cimutnews.co.id)

OKU TIMUR, cimutnews.co.id — Upaya memperkuat benteng pencegahan penyalahgunaan narkoba kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Melalui Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) OKU Timur, pemerintah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus mengukuhkan Majelis Pembimbing Satuan Karya (SAKA) Anti Narkoba.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa perang melawan narkoba tidak lagi hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda sejak dini.

Namun, di tengah berbagai program yang terus diluncurkan, muncul pertanyaan yang masih relevan. Sejauh mana pembentukan SAKA Anti Narkoba benar-benar mampu menjangkau kelompok remaja yang selama ini menjadi sasaran peredaran narkotika?

Pengukuhan Majelis Pembimbing SAKA Anti Narkoba berlangsung di Aula Bina Praja I Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Rabu (22/7/2026), dipimpin langsung Wakil Bupati OKU Timur, H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., bersama jajaran BNNK OKU Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan edukasi dan pencegahan narkoba melalui kegiatan kepramukaan. Pemerintah berharap organisasi tersebut mampu melahirkan kader muda yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga menjadi pelopor di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Adi Nugraha Purna Yudha menilai masih banyak masyarakat yang memandang organisasi Pramuka secara kurang tepat.

Menurutnya, sebagian orang menganggap kegiatan kepramukaan tidak menarik karena tidak memberikan keuntungan secara materi.

“Pengalaman yang saya lihat langsung di lapangan, Pramuka ini masih dipandang sebelah mata di masyarakat. Jika dilantik dalam satuan Pramuka, biasanya sebagian orang tidak senang karena di dalam Pramuka ini tidak ada penghasilan. Padahal, Pramuka adalah wadah untuk membentuk manusia seutuhnya,” ujarnya.

Ia juga menilai pendidikan kepramukaan membangun kedisiplinan, kemandirian, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga  Sekolah Berasrama Religi OKU Timur Diresmikan Herman Deru, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

Selain itu, Yudha menyinggung kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diterapkan dalam aktivitas Pramuka.

Menurutnya, kedekatan dengan alam justru membentuk daya tahan serta pola hidup sederhana.

“Di Pramuka kita diajarkan dekat dengan alam. Asalkan sudah cuci tangan lalu makan, kita ketemu bahan makanan apa saja ya kita makan. Dan kita patut bersyukur, anak-anak yang ikut Pramuka terbukti lebih sehat dari anak-anak lainnya,” katanya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tantangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kurangnya edukasi.

Berbagai kasus yang pernah diungkap aparat penegak hukum di berbagai daerah menunjukkan penyalahgunaan narkoba sering dipengaruhi lingkungan pergaulan, lemahnya pengawasan keluarga, hingga akses terhadap barang terlarang yang masih ditemukan.

Karena itu, pembentukan organisasi seperti SAKA Anti Narkoba dinilai menjadi salah satu langkah preventif. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan sangat bergantung pada konsistensi pembinaan, pendampingan, serta keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah pemerhati pendidikan menilai kegiatan kepramukaan selama ini memiliki nilai positif dalam membangun karakter disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.

Meski demikian, hingga kini, belum semua sekolah maupun kalangan remaja memiliki tingkat partisipasi yang sama terhadap kegiatan tersebut.

Sejumlah warga juga mengaku program pembinaan generasi muda akan lebih terasa manfaatnya apabila disertai kegiatan yang berkelanjutan, bukan hanya sebatas seremoni pengukuhan.

Menurut mereka, sosialisasi mengenai bahaya narkoba perlu dilakukan secara rutin dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja, termasuk melalui sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga media digital.

Pembentukan Majelis Pembimbing SAKA Anti Narkoba sendiri diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya agen-agen perubahan yang mampu mengajak teman sebaya menjauhi narkoba.

Baca juga  Sengketa Tapal Batas Belum Usai, Bupati OKU Timur Buka Dokumen Lama yang Diklaim Jadi Kunci

Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis Surat Keputusan pengukuhan kepada anggota Majelis Pembimbing serta pembacaan ikrar bersama mendukung terwujudnya Kabupaten OKU Timur yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Meski demikian, hal ini menimbulkan pertanyaan yang masih perlu dijawab melalui implementasi di lapangan. Apakah pembentukan SAKA Anti Narkoba akan mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, atau justru membutuhkan dukungan yang lebih luas agar tujuan tersebut benar-benar tercapai? (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here