Beranda Nasional Waspada Situs Palsu Skillhub Kemnaker, Masyarakat Diminta Pastikan Akses Hanya dari Domain...

Waspada Situs Palsu Skillhub Kemnaker, Masyarakat Diminta Pastikan Akses Hanya dari Domain Resmi

352
0
1. Tampilan laman resmi Skillhub Kemnaker yang digunakan untuk pendaftaran pelatihan vokasi nasional.(Foto: Biro Humas Kemnaker/CN)

Jakarta, cimutnews.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya situs web palsu yang mengatasnamakan layanan Skillhub Kemnaker. Imbauan ini disampaikan seiring dibukanya pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional sejak 23 Februari 2026, yang berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berbasis digital.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan bahwa hanya ada satu portal resmi yang digunakan pemerintah dalam layanan tersebut, yakni skillhub.kemnaker.go.id. Di luar alamat itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pendaftaran maupun memasukkan data pribadi.

Kami meminta masyarakat agar berhati-hati dalam mengakses informasi terkait pelatihan vokasi nasional dan memastikan alamat domain yang dikunjungi adalah kanal resmi Kemnaker,” ujar Faried dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (24/2/2026)

3. Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, saat memberikan keterangan pers.

Konteks Nasional: Transformasi Digital Layanan Ketenagakerjaan

Pemerintah melalui Kemnaker terus mendorong transformasi digital dalam sektor ketenagakerjaan, salah satunya melalui platform SIAPkerja yang terintegrasi. Skillhub menjadi bagian penting dalam ekosistem ini sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mengakses berbagai program pelatihan vokasi secara daring.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus mendukung agenda nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Namun di tengah percepatan digitalisasi, ancaman kejahatan siber seperti phishing dan penyalahgunaan data pribadi juga meningkat. Kemunculan situs palsu yang menyerupai portal resmi pemerintah menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai publik.

Data dan Fakta: Modus Penipuan Berbasis Domain Tiruan

Faried mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya situs yang mengatasnamakan Skillhub dengan domain yang menyerupai alamat resmi, salah satunya skillhub.kemnakerri.com. Situs tersebut dipastikan bukan milik Kemnaker.

Baca juga  Pemindahan 1.882 Narapidana Risiko Tinggi ke Nusakambangan: Upaya Perkuat Keamanan Lapas Hingga Akhir 2025

Menurutnya, praktik ini dapat menimbulkan kesalahpahaman sekaligus membuka celah penipuan yang merugikan masyarakat. Tidak hanya sebatas informasi yang menyesatkan, risiko yang muncul juga mencakup pencurian data pribadi hingga potensi kerugian finansial.

Website palsu berpotensi menjadi sarana phishing, penipuan, maupun penyalahgunaan data yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Penjelasan Lanjutan: Sistem Resmi dan Terpusat

Kemnaker memastikan bahwa seluruh proses pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional dilakukan secara terpusat melalui situs resmi. Tidak ada jalur alternatif, baik melalui situs lain, tautan pihak ketiga, maupun aplikasi tidak resmi.

Pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional hanya dapat dilakukan melalui skillhub.kemnaker.go.id. Kami tidak membuka pendaftaran melalui jalur atau situs web lain di luar domain resmi tersebut,” kata Faried.

Melalui Skillhub, masyarakat tidak hanya dapat mendaftar pelatihan, tetapi juga mengakses informasi program, mengikuti pembelajaran, memantau progres, hingga mendapatkan dokumentasi hasil pelatihan secara transparan. Platform ini juga terintegrasi dengan berbagai lembaga pelatihan, baik pemerintah maupun mitra swasta.

Imbauan: Cek Domain dan Hindari Tautan Mencurigakan

Sebagai langkah pencegahan, Kemnaker mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa alamat situs sebelum mengisi data pribadi. Pastikan domain berakhiran kemnaker.go.id dan hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas, termasuk yang beredar di media sosial atau pesan berantai.

Jika menemukan situs mencurigakan, masyarakat diminta segera menghentikan proses pendaftaran dan melaporkannya melalui kanal resmi Kemnaker, termasuk layanan bantuan di bantuan.kemnaker.go.id atau media sosial resmi instansi tersebut.

Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk meminimalisir risiko kebocoran data dan mencegah menjadi korban kejahatan digital.

Penutup: Komitmen Perlindungan dan Literasi Digital

Kemnaker menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan layanan digital serta melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan data. Di sisi lain, peningkatan literasi digital publik juga menjadi kunci agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan yang semakin berkembang.

Baca juga  Sekda Herman Suryatman Serahkan LKPD Tahun 2024 kepada BPK RI

Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan program pelatihan vokasi nasional dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia tanpa terganggu oleh praktik-praktik yang merugikan.

Informasi ini disampaikan berdasarkan Siaran Pers resmi Biro Humas Kemnaker, dan masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada sumber terpercaya sebelum mengambil keputusan. (Timred/CN)

Sumber : Biro Humas Kemnaker