Beranda OKI Mandira Program GENTING OKI 2026 Targetkan 2.932 Keluarga, Evaluasi Capaian Rendah Jadi Sorotan

Program GENTING OKI 2026 Targetkan 2.932 Keluarga, Evaluasi Capaian Rendah Jadi Sorotan

7
0
1. Rapat evaluasi Program GENTING OKI di Ruang Bende Seguguk membahas percepatan penurunan stunting, (16/5).(Foto:Asep/cimutnews.co.id)

OKI, cimutnews.co.id — Program GENTING OKI 2026 menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam upaya percepatan penurunan stunting, dengan target 2.932 keluarga penerima manfaat. Program ini diperkuat setelah capaian tahun sebelumnya dinilai masih jauh dari target.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI, realisasi program pada 2025 hanya mencapai 406 penerima dari target 2.759 keluarga, atau sekitar 14,71 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam merumuskan strategi baru yang lebih efektif.

Evaluasi Serius Capaian Program GENTING

Realisasi 2025 Jauh dari Target

Data resmi menunjukkan bahwa dari total 24.795 keluarga berisiko stunting (KRS) di OKI pada 2025, sebanyak 12.955 keluarga berada pada kategori desil 1 atau kelompok miskin yang menjadi prioritas utama intervensi.

Namun, implementasi program belum berjalan optimal. Hingga akhir 2025:

  • Target penerima: 2.759 keluarga
  • Realisasi: 406 keluarga
  • Persentase capaian: 14,71 persen

Sementara hingga April 2026, jumlah penerima bantuan baru mencapai 9 orang, menandakan perlunya percepatan signifikan.

Menurut pihak pemerintah daerah, rendahnya capaian ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan partisipasi masyarakat serta tantangan dalam validasi data penerima.

Strategi Baru 2026: Fokus Tepat Sasaran dan Kolaborasi

Intervensi Difokuskan pada 1.000 HPK

Staf Ahli Bupati OKI Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Iwan Setiawan menegaskan bahwa Program GENTING merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.

“Program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi upaya membangun generasi sehat dan produktif. Intervensi harus tepat sasaran, terutama pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya dalam rapat di Ruang Bende Seguguk, (16/5).

Program ini menyasar:

  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Balita dari keluarga berisiko stunting
Baca juga  Safari Ramadan Bupati OKI Serap Aspirasi, Berbagi Hingga Beri Layanan Kesehatan Gratis

Dengan pendekatan yang lebih terfokus, pemerintah berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dari Nutrisi hingga Ekonomi

Pendekatan Komprehensif

Program GENTING tidak hanya memberikan bantuan nutrisi, tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan ekonomi keluarga.

Bentuk bantuan meliputi:

  • Pemenuhan gizi dan nutrisi
  • Penyediaan rumah layak huni
  • Akses air bersih dan sanitasi
  • Edukasi kesehatan keluarga
  • Penguatan ekonomi keluarga

Menurut DPPKB OKI, pendekatan multidimensi ini penting karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga faktor sosial-ekonomi dan lingkungan.

Sistem Digital dan Transparansi Program

Monitoring Terintegrasi

Sekretaris DPPKB OKI, M. Denim Alam Surawijaya menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara terstruktur dari pusat hingga desa.

Seluruh proses, mulai dari verifikasi data hingga evaluasi, dilakukan melalui Sistem Informasi Peduli GENTING.

“Melalui sistem ini, setiap bantuan dapat dipantau secara real-time untuk memastikan tepat sasaran dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya:

  • Validasi data yang akurat
  • Koordinasi lintas sektor
  • Partisipasi donor dan masyarakat

Stunting Masih Jadi Tantangan Besar

Target Penurunan Nasional

Stunting masih menjadi isu prioritas nasional. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai program intervensi.

Sebagai pembanding, sejumlah daerah di Indonesia menunjukkan tren penurunan setelah memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memperbaiki sistem data.

Namun, daerah dengan cakupan wilayah luas dan tingkat kemiskinan tinggi seperti OKI menghadapi tantangan lebih kompleks, terutama dalam menjangkau keluarga sasaran secara merata.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Risiko Generasi Stunting

Jika tidak ditangani, stunting dapat berdampak pada:

  • Pertumbuhan fisik anak
  • Perkembangan kognitif
  • Produktivitas di masa depan

Dalam jangka panjang, hal ini juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga  Wabup OKI Tekankan Akurasi Data FKP Regsosek 2023

Kunci Ada pada Eksekusi dan Data

Evaluasi capaian Program GENTING OKI menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada desain program, melainkan pada eksekusi di lapangan. Rendahnya realisasi mengindikasikan adanya gap antara perencanaan dan implementasi.

Dalam jangka pendek, percepatan distribusi bantuan dan validasi data menjadi prioritas utama. Tanpa data yang akurat, intervensi berisiko tidak tepat sasaran.

Sementara dalam jangka panjang, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Partisipasi orang tua asuh menjadi elemen penting yang perlu diperkuat.

Stunting Bukan Sekadar Masalah Gizi

Salah satu hal krusial yang sering diabaikan adalah bahwa stunting bukan hanya persoalan kekurangan makanan, tetapi juga terkait erat dengan kemiskinan struktural dan akses layanan dasar.

Program seperti GENTING menjadi penting karena menggabungkan intervensi sosial, ekonomi, dan kesehatan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi.

Program GENTING OKI 2026 menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting, dengan target yang lebih ambisius dan pendekatan yang diperkuat. Namun, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat realisasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap bantuan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. (Asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here