Beranda Musi Banyuasin Lowongan Dokter Perkebunan Dibuka, Minat Tenaga Lokal Jadi Sorotan

Lowongan Dokter Perkebunan Dibuka, Minat Tenaga Lokal Jadi Sorotan

7
0
Pengumuman lowongan dokter perusahaan oleh Disnakertrans Musi Banyuasin bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk.(Foto:Noto/cimutnews.co.id)

Terungkap, Peluang Kerja Muncul Namun Penempatan Dinilai Tidak Mudah

MUSI BANYUASIN, cimutnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali membuka informasi peluang kerja untuk masyarakat lokal.(10/5)

Kali ini, lowongan datang dari perusahaan agribisnis nasional PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), bagian dari grup usaha besar Indofood, yang membuka rekrutmen dokter perusahaan untuk wilayah Bayung Lencir.

Namun di balik peluang tersebut, muncul pertanyaan yang mulai ramai dibicarakan: apakah tenaga kerja lokal benar-benar siap memenuhi kebutuhan industri perkebunan dengan tantangan kerja yang tidak ringan?

Lowongan tersebut diumumkan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin.

Perusahaan membutuhkan satu orang dokter perusahaan untuk ditempatkan di kawasan perkebunan kelapa sawit wilayah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kepala Disnakertrans Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, mengatakan pihaknya terus berupaya menjembatani kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

Menurutnya, sektor perkebunan menjadi salah satu penggerak ekonomi utama daerah sehingga kebutuhan tenaga profesional, termasuk tenaga medis, terus meningkat.

“Kesempatan ini terbuka bagi putra-putri terbaik yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dan siap berkarier di lingkungan industri perkebunan. Kami berharap masyarakat Muba dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik,” ujarnya.

Untuk mengikuti seleksi, pelamar diwajibkan memiliki pendidikan minimal S1 Profesi Kedokteran dan Surat Tanda Registrasi (STR) aktif.

Selain itu, kandidat juga diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun, terutama di sektor perkebunan atau industri serupa.

Namun fakta di lapangan menunjukkan, tidak semua tenaga medis tertarik bekerja di kawasan perkebunan dengan sistem operasional yang cukup berat.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah tenaga kesehatan muda cenderung memilih bekerja di wilayah perkotaan dibanding area perkebunan karena mempertimbangkan fasilitas, akses keluarga, hingga jenjang karier.

Baca juga  Pendidikan Karakter Musi Banyuasin Diperkuat, Bupati Hadiri Haflah Santri dan Khatmil Qur’an

Di sisi lain, kondisi berbeda dirasakan perusahaan perkebunan yang membutuhkan tenaga medis tetap untuk mendukung pelayanan kesehatan pekerja di area operasional yang jauh dari pusat kota.

Posisi dokter perusahaan di kawasan perkebunan sendiri bukan hanya bertugas memberikan layanan kesehatan biasa.

Kandidat juga dituntut memiliki mobilitas tinggi karena harus melakukan kunjungan dinas ke sejumlah unit kebun dengan jarak operasional yang cukup luas.

Selain itu, pelamar yang lolos seleksi wajib bersedia menetap di area kerja perusahaan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Bayung Lencir.

Sejumlah warga mengaku peluang kerja seperti ini memang penting bagi daerah, namun tantangan penempatan kerja di kawasan perkebunan dinilai tidak mudah dijalani semua orang.

“Kalau untuk dokter memang peluangnya bagus, tapi biasanya banyak yang tidak bertahan lama kalau penempatannya jauh dari kota,” ujar salah seorang warga Bayung Lencir.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan sumber daya manusia lokal menghadapi kebutuhan industri perkebunan modern yang semakin kompleks.

Sebab, di tengah pertumbuhan sektor sawit di Musi Banyuasin, kebutuhan tenaga profesional terus meningkat, sementara minat bekerja di lapangan diduga belum sepenuhnya sebanding.

Selain faktor lokasi, pola kerja industri perkebunan yang menuntut kesiapan tinggal di kawasan operasional juga menjadi tantangan tersendiri.

Hingga kini, belum semua peluang kerja sektor perkebunan mampu menarik minat tenaga profesional lokal secara maksimal.

Padahal, sektor ini disebut menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah dan membuka banyak lapangan kerja.

Ke depan, publik tentu berharap peluang kerja seperti ini tidak hanya menjadi formalitas rekrutmen, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga lokal berkualitas.

Apakah industri perkebunan di Musi Banyuasin mampu menjadi tempat kerja yang semakin diminati tenaga profesional muda, atau justru tetap kesulitan mencari SDM sesuai kebutuhan, masih menjadi perhatian. (Noto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here